LEON288

Istri Pencemburu

majalahdewasa – Rumah tanggaku cukup berbahagia, meski belum memberi keturunan, tetapi aku dan Diana dalam 2 tahun perkawinan ini tidak terlalu mempermasalahkan. Umurku 26 tahun sedang Diana 23 tahun. Dia sexy dan cantik. Wajahnya khas Indonesia. Sebagai perempuan dia nyaris sempurna dan idaman setiap laki-laki.
Hanya saja satu kekurangannya, yaitu dia amat pencemburu. Kadang-kadang kecemburuannya di luar akal sehat. Aku sering menggodanya misalnya bertelepon dengan teman laki-lakiku, aku seolah-olah menerima dari teman perempuan. Banyak hal dia sering kukerjai begitu, tetapi kecemburuannya tidak pernah luntur.
Sejak muda aku menggemari hal-hal yang berbau porno. Koleksi DVD porno ku lumayan banyak. Diana kurang suka menonton film porno, tetapi kalau aku asyik menonton di layar lebar televisi, dia kadang-kadang ikut nimbrung.
Aku sering memutar film-film orgy, party sex dan sejenisnya. Mula-mula Diana tidak peduli dengan alur cerita film-film orgy, tetapi lama-kelamaan dia menyimak juga. Dia komplain, kenapa bagitu bebas orang berganti-ganti pasangan. Menurut dia tidak bisa dinikmati.
Satu hal yang aku lupa ungkapkan, Diana termasuk cewek yang nafsu sexnya cukup besar. Kalau dia lagi horny, tidak pernah malu memintaku. Kadang-kadang aku sedang menonton acara sepak bola dia menggeretku masuk kamar dan membukai bajuku satu persatu. Namun kalau acara bola sedang seru, dia melepasi bajuku di ruang TV. Rumah kami kalau malam memang bisa dikatakan steril, karena pembantu dibelakang sudah tidak akan masuk lagi setelah tugasnya membereskan makan malam. Dia mempunyai televisi sendiri dikamarnya. judi bola online
Semuanya sih sebenarnya oke, tetapi penyakit pencemburunya ini yang bikin aku pusing. Tiap aku pulang selalu saja dihujani pertanyaan. Aku sering pula tidak menanggapi pertanyaannya dengan serius, malah aku pleset-plesetkan dengan berpura-pura dari panti pijat dan sebagainya. Meski begitu Diana tak pernah kapok, dan selalu saja menghujaniku dengan pertanyaan. Capeek dehhhh.
Satu hari aku chating di kompter kantor sambil mengisi waktu kekosongan. Aku ketemu dengan nick name korban cemburu. Rupanya dia juga seorang suami yang terlalu dicemburui istrinya.
Hampir tiap hari kami saling curhat mengenai tingkah laku cemburu istri kami masing-masing. Susah juga mencari obat penawar rasa cemburu itu. Mungkin karena kami adalah korban istri pencemburu jadi sudah judek mencari jalan keluarnya.
Aku dan lawan chating ku akhirnya copy darat. Dia ternyata masih muda dan wajahnya cukup tampan. Rada kebule-bulean tinggi dan umurnya sekiar 30 tahun. Badannya tegap, menandakan barangnya juga cukup besar. Pantas saja istrinya cemburuan, sebab suaminya cakep begini.
Sejak saat itu Herman begitu nama aslinya, sering makan siang bareng. Kantornya ternyata tidak jauh dari kantorku.
Dari keakraban kami berdua akhirnya berkembang saling mengenalkan istri kami masing-masing. Istrinya Josephine juga sangat cantik. Entah karena chemistrynya cocok, istriku jadi sering jalan dengan Jossi begitu nama panggilan istri Herman.
Kami jadi seperti keluarga, karena kebetulan juga kami sama-sama tinggal di BSD. Kalau malam minggu kami berempat sering makan malam bersama ditempat-tempat yang asyik.
sampai sejauh ini sifat pencemburu Diana tidak berkurang. Aku malah sering menggodanya dengan mengatakan bahwa aku ingin sekali-kali mencicipi kenikmatan memek Jossi. Digoda begini dia tidak marah, karena dia tau kalau aku memang sangat usil.
Candaan ku anehnya disampaikan pula ke Joosi. Diana bercerita bahwa Joosi hanya senyum-senyum dan membalas bahwa ganjarannya Diana harus mau pula dengan Herman.
Candaan itu tidak serius, tetapi bisa saja diseriusi. Paling tidak aku bisa mengukur sejauh apa persiapan persepsi mereka mengenai swinger.
Satu saat pada makan siang aku dan Herman, dia dengan agak berat mengatakan tentang ide mengatasi kecemburuan istri kami masing-masing. Aku tentu saja tertarik dan antusias untuk segera mengetahuinya. Dia menyarankan kami melakukan swinger. Aku tertegun sejenak, karena selama ini tidak berpikir sampai sejauh itu.
Sebelum aku setujui kami membahas teknis pelaksanaannya. Herman kelihatan serius sekali. Aku lalu mempermasalahkan bahwa tidak mungkin menyampaikan ide gila ini kepada istriku. Ternyata Herman juga punya problem yang sama. agen togel
Apakah mungkin terjadi swinger jika istri kami masing-masing tidak siap dan menyetujuinya ?
Pertanyaan itu menggantung sampai kami berpisah.
Herman melalui chating mengajak aku dan istriku bergabung menginap di kepulauan seribu. Dia mendapat voucher menginap 2 malam untuk 2 pasang. Maksudnya dia mendapat voucher untuk sepasang dan yang sepasang lagi dia beli.
Ajakan itu kusampaikan ke istriku, dia setuju dan antusias ingin berlibur ke pulau. Istriku memang penggemar berenang dan snorkeling.
Pada hari yang ditentukan kami berangkat ke salah satu pulau dengan kapal. Pulaunya cukup jauh karena memerlukan waktu sekitar 1 jam untuk mencapainya. Pulaunya tidak terlalu besar dan penyewa cottage nya umumnya bule. Hanya kami saja yang melayu dan para pegawai di situ.
Kami sampai di sana sudah agak siang. Cottage kami bersebelahan berada di atas laut.
Seusai beberes barang perbekalan kami, Diana mengajak Jossi mencebur ke laut. Mereka berdua asyik berenang dan menyelam. Sementara aku dan Herman mengatur strategi untuk melakukan acara swinger. Akhirnya kami akan mencoba satu cara melalui orgy party.
Malam itu selesai makan malam kami berkumpul di ruang di cottageku. Herman membawa dvd player dan disambungkan ke felevisi. Mulanya yang diputar adalah music house. Dengan bantuan speaker aktif
ruaranya cukup berdentam juga. Untungnya suara ombak juga cukup keras menggelora sehingga suara music dari tempat kami tidak terdengar jauh ke luar.

tanteseks.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *