LEON288

Cerita Sex Tante Endang Bikin Merangsang

Cerita Sex Tante Endang Bikin Merangsang

MajalahDewasa – Cerita Sex Tante Endang Bikin Merangsang, kejadiannya baru beberapa hari yang lalu, saat suami Mbak Endang pergi bekerja ke luar kota selama empat hari. Namun sayangnya saya hanya bisa tidur satu hari dengan Bu Endang, karena di hari-hari lainnya, walaupun saya tidak mempunyai suami, ibu mertua Bu Endang juga tidak ada.

Alhasil, kami hanya sempat “berjuang” dari pagi hingga malam, itupun kami menginap di hotel. (Lebih baik tidak punya apa-apa) Kebetulan hari itu saya bertemu dengan Bu Endang di sebuah restoran dekat rumah saya. Akhirnya kami ngobrol sebentar dan Bu Endang bilang suaminya sedang pergi tapi ibu mertuanya ada di rumah. Saya paham maksud Endang Mbak. Tentu saja dia ingin merasa nyaman bersamaku.

Kecurangan cerita sex | Akhirnya kami membuat rencana, besok Bu Endang pamit kepada ibu mertuaku untuk mengurus pemesanan makanan, dan mengajariku cara memasak untuk semua pelanggan di rumah. Keesokan harinya, setelah menunggu kabar dari Endang Bu, bantuan akhirnya datang.

Ibu Endang diperbolehkan keluar sehari untuk bekerja.

“Mas, pulanglah sekarang..Ibu mertuamu sudah memberi izin. Tapi akulah alasannya kakak, aku akan melepaskanmu. Jadi tolong tinggalkan dia senjata yang mencurigakan,” kata Bu Endang saat menelepon. SAYA. “Oh…sekarang, ya…?” Oke, aku di sana. Sampai apa? “, Aku bertanya.
“Ambil saja mobil saya, Tuan,” katanya.

Masa lalu seksual Bibi Endang membuatnya terangsang – Saya menutup telepon, segera bersiap-siap dan menuju ke rumah Mbak Endang yang tidak jauh dari situ. Di sana kami sudah menunggu tamu kamar, Bu Endang dan ibu mertuanya. Sejak itu, ia juga dikenal sebagai ibu mertua Ibu Endang dan tidak sulit menjawab setiap pertanyaan yang saya ajukan. Dan untungnya, ibu mertua saya memercayai semua yang dikatakannya.

Setelah mendapat izin, kami langsung memulainya. Dalam perjalanan kami ingin berdiskusi tentang lokasi dan lokasi hotel. Sebab, Bu Endang selalu malu-malu setiap memasuki hotel di kota ini. Akhirnya sepakat, kami berangkat ke sebuah hotel yang letaknya sekitar 20km dari kota, menuju dataran tinggi. (Bagi warga PNH di Banywangi, sayangnya pasti tahu Kumitir, dan di daerah bernama Kalibru ada gubuk di sana.) Kami langsung berangkat ke TSB dan CI langsung jam 7 pagi. Kami hanya memesan sewa 12 jam. Karena rencana kami pulang sekitar jam 5-6 sore. Setelah CI, kami segera menuju ruangan tempat mereka akan menyelesaikan instalasi. Kami segera menelepon BF (Sarapan ya, BKN Blue Film…) lewat telepon, dan ruang sarapan ini. Setelah sarapan, kami ngobrol sebentar. Usai percakapan, Bu Endang sedang duduk di tempat tidur sambil menonton acara musik di TV, dan saya masih berbaring di sampingnya. Aku melihatnya mengenakan kaos dan celana jeans ketat. Hanya bercanda, terkadang aku menendang pantat.

Mungkin karena sedang heboh atau apa, Mbak Endang pun ikut berbaring di sampingku. Kami berbaring bersebelahan. Dia menatapku dan aku menatapnya. Akhirnya, kami berciuman dengan lembut. Seiring berjalannya waktu, Bu Endang mencium bibirku dengan penuh gairah. Sesekali dia menghisap lidahnya. Sambil berciuman, aku melepas baju yang dikenakannya dan meremas payudara montoknya. Dia selalu memakai bra. Perlahan aku melepas kaitan braku dari belakang dan pergi… gunung besar itu akhirnya menghela nafas lega.

Cerita Sex Tante Endang Bikin Merangsang – Masih pakai baju tanpa bra, aku remas dada Mbak Endang. Lalu aku berbaring telentang dan melepas kausnya. Benar-benar indah….. Payudara besar, putih, lembut, dengan puting berwarna coklat muda. Segera saya merokok dan menggoda puting saya. Aku memainkan lidahku hingga Endang mengerang pelan. Saya hisap beberapa menit, akhirnya saya berhenti bergantung pada proses minum susu. Aku menaruh Mrs. Finishing Pants di bawah CD-nya. Selama ini aku sendiri yang melepas seluruh pakaianku dan membuangnya sembarangan. Agen judi bola

Kami berdua telanjang. Dulu di Mbak Endang, saya kadang-kadang mencium payudaranya dan menghisap putingnya. Lidahku menjilat lagi sambil merangkak. Kujilati Mbak Endang dan membersihkannya. Lalu aku menjilat bibir vaginaku hingga tuntas. Um… harum sekali…. Memang vagina Bu Endang memiliki wangi yang harum, berbeda dengan vagina lainnya. Pemeliharaan Mbak Endang sangat teratur. “Rambutnya sudah dicukur, vaginanya indah,” jelas Ibu Fin. Aku menggunakan jariku untuk membuka bibir vaginanya dan perlahan memasukkan lidahku ke dalamnya.

Terdengar Nona Endang menghela nafas saat lidahku dijulurkan ke dalam lubang itu. Kemudian aku menggunakan lidahku untuk memainkan klitoris Suster Endang dan itu membuat kujilat kecil Mbak Endang menggeliat nikmat.

“Ugghh…..mazz…..ahh…..”, erangnya setiap kali aku menyentuh klitorisnya dengan lidahku.

Aku merasa lelah berlama-lama menikmati vagina Mbak Endang, karena vagina itu sangat spesial bagiku. Beberapa menit kemudian, saya menyelesaikan adegan jilmek tersebut. Pasalnya Mbak Endang vaginanya basah. Ibu Endang tetap dalam posisi terlentang. Langsung saja aku duduk setengah tengkurap dan meremas penisku yang sudah keras di antara payudara montok Bu Endang. Bu Endang segera meremas penisku dan aku gerakkan maju mundur perlahan.

Segera kudorong penisku ke arah Nona Endang, terutama ke arah mulutnya. Ibu Endang hanya menghisap ujung penisku saja. Dia lalu meremas penisku hingga penisku hampir masuk ke dalam mulut Bu Endang. Lalu aku meremas penisku lagi dan menggerakkannya maju mundur. Beberapa menit kemudian, Mbak Endang menyuruhku kembali. Saya hanya menurut saja.

Dan kemudian, Bu Endang mulai menghisap penisku lagi dengan liar. Tak butuh waktu lama Mbak Endang menikmati penisku, dia langsung menyematkanku. Dia mengambil penisku dan mengarahkannya ke bibir vaginanya. Momen memindai dan memasukkan kepala penisku. Nona Endang menghela nafas saat perlahan penisku mulai masuk ke dalam vaginanya. Ditekannya hingga benar-benar terbenam di dalam kemaluan Suster Endang yang hangat dan lembut.

Cerita Sex Tante Endang Bikin Merangsang – Kemudian Bu Endang bergoyang naik turun seperti kuda. Semakin lama Anda mengocoknya, semakin banyak Ms. Terakhir, ia terkadang menggerakkan pinggulnya berputar-putar.

“Agghhh…..agghhh………Mas…Ugghh……”, erangnya sambil terus menyentak penisku.
“Ohhh…..maz….enak sekali…sangat…..agghh……”, erangnya tak henti-hentinya.

Aku pasrah saja menerima Bu Endang sambil meremas payudaranya.
Tak lama kemudian, Bu Endang mulai bergerak lebih cepat.

“Aggh….mas…..aku…outrr…..agghh……..m ppphhhh…..”, erangnya dengan gerakan mantap. Saat itu, Ibu Endang menekan saya dan kekuatan guncangannya melemah.

“Aahh…agghh……,” erangnya.

Rupanya Bu Endang mengalami orgasme.

Kini aku bergoyang-goyang mencoba menembus vagina Mbak Endang yang sedang menikmati orgasmenya di tubuhku. Daftar wedebet

Juga, dengan P3nis masih di dalam v4ginanya, aku berbaring telentang dan naik ke atas. Menciumnya dengan lembut di bibirnya, perlahan aku mendorong panasku kembali ke dalam vaginanya. Mbak Edang tampak memejamkan mata dan menghela nafas sambil menikmati gesekan penisku di rongga vaginanya. Lalu aku bergerak lebih cepat. Ibu Endang menatap mataku dengan senyuman manis di bibirnya. Saya lebih bersemangat. Mbak Endang terus mengguncangku.

“Ugghh…teruskan…masss…..agghhh…..”, Rinti hnya.

Segera setelah itu, saya mengeluarkan penis saya.

“Kak, ayo kita coba anal, oke?” Aku bertanya.
“… Asalkan Dia melakukannya perlahan-lahan sebelum ya…”, katanya.

Cerita Sex Tante Endang Bikin Merangsang – Langsung saja I Mbak Endang melebarkan kakinya lebar-lebar dan menggunakan bantal untuk menopang bokongnya agar penetrasi saya ke anusnya semakin parah. Soalnya penis saya sudah licin dan basah setelah Endang orgasme mulus, Mbak, silakan coba masuk ke dalam bajingan itu. Sempit ….
Pelan tapi pasti, kepala penisku masuk ke dalam lubang itu. Kemudian kurangi kecepatannya hingga setengahnya.

“Uhhh… sakit… kawan…” erangnya.
“Iya…penyembuhanku pelan-pelan tapi aku meninggalkan bekas luka…” jawabku. Perlahan kudorong penisku mendekat ke ujung batangnya. Saya bergerak maju dan perlahan mulai bergerak mundur.
Sedangkan Bu Endang mulai bereksplorasi dengan aktif menekan klitorisnya dengan jari.

“Agghhh……..Mass..ohhh………..”, erangnya.

Dia sepertinya menikmatinya. Segera setelah itu, saya mengeluarkan penis saya.
Lalu saya suruh Bu Endang menunggu. Dia juga mengundurkan diri.

Saya memasukkan penis saya kembali ke dalam vaginanya dan mendorong pelumas vagina keluar dari cairan yang menutupi penis saya. Lubang ditarik keluar dan pantatnya dimasukkan. DRPD sebelumnya kali ini berjalan lebih lancar. Penisku bergerak masuk dan keluar dengan lancar. Mbak Endang memiringkan kepalanya, tangan kirinya sendiri yang merangsang klitorisnya.

“Ahh……..Agghhh……”, erangnya.

Ibu Endang tampak sangat terhibur dengan hal itu. Dia hanya melakukan seks anal satu kali tetapi dia bisa menikmatinya. Setelah beberapa saat aku mengeluarkan penisku. Lalu aku berbaring dan dia di sampingku menatapku. Aku mengangkat kaki kiriku dan mendorong penisku kembali ke bajingannya.

“Mppphh… mpphh .uhhhh…………,” desahnya nakal.

Ibu Endang tampak selalu mengeksplorasi klitoris anaknya dengan jari.

Beberapa menit kemudian…

“Mass….aku…datang…..massss aggghhh…..……..”, erangnya lagi.

Segera aku memasukkan penisku ke dalam vaginaku, merasakan hangatnya cairan Endang Sister menyebar ke seluruh penisku. Matanya terpejam dan dia mengerang panjang dan keras. Tanda-tanda dia mengalami orgasme kedua.

Setelah orgasme, kami lebih bersenang-senang.
Aku mengubur penisku di dalam vaginanya. Saya sudah selesai dengan anusnya sekarang. Aku segera mendorong penisku maju mundur ke dalam vaginanya. Satu menit lagi, Bu. Endang mau menghisap penisku, katanya.

“Tapi… disini saya menggunakan semut…”, ujarnya.

Masa lalu seksual Bibi Endang membuatnya terangsang – Segera aku mengeluarkan penisku dan memasukkannya ke dalam mulutnya. Dia mulai menghisap penisku lagi. Benar-benar tidak cukup lama. Lalu, kali ini aku berbaring telentang lagi. Sekali lagi. Karena Mbak Endang tidak terlalu menyukai gaya yang aneh-aneh. Inspeksi teknis adalah pilihan terakhir. Aku membuka kakinya dan memasukkan p3nisku ke dalam v4ginanya yang merah dan basah.
Segera aku bergerak cepat untuk mengeluarkan lahar panasku.

“Dari mana asalnya, Kak…?” Aku bertanya.
“Tulis di dalam, massa… cepat…” ucapnya. LINK alternatif

GILA…..nie binor disemprotkan cinta vagina…!!!
Akhirnya, saya bergerak begitu cepat hingga otot-otot saya seperti berkontraksi. Dan….
CROOTT…CROOTTT…CROOTTT….cRROTTT…!!!!

Sperma memenuhi rongga vagina Mbak Endang. Lalu aku mengeluarkannya dan memasukkannya ke dalam mulutnya. Ibu Endang langsung menjilatnya. Dan aku menghisap kepala penisku. Memastikan tidak ada bekas air mani yang meleleh sehingga membentuk lubang kecil di pinggir kepala penisku.
Sangat senang………!!!!

Lalu kulihat ada air mani yang keluar dari vagina Mbak Endang.

Lalu aku akan duduk di sebelahnya. Mbak Endang memelukku dan menyandarkan kepalanya di dadaku. Sama seperti suami dan istri…

Sekalipun suaminya mengabdi… Sayalah penerusnya…

“Ada begitu banyak yang keluar…” katanya. “Hehehehe… Ohh… iya, bagaimana dengan anusnya?” Aku bertanya.
“Tidak apa-apa…tapi sedikit sakit, rasanya enak…” jawabnya tenang.
“Uang pertamamu?” Aku bertanya.
“Bukan apa-apa, suamiku kadang seperti itu. Tapi tidak lama,” ujarnya.
“OH…. PLG sore ini. Apakah ini tepat jam 5 sesuai rencana? Aku bertanya.
“Dia… kawan.” menjawab. Kemudian kami istirahat sejenak dan ketika dia bangun, kami mengulangi kejadian tersebut. Kejahatan meniduri istri orang lain. Tapi wanita yang sama yang bertanya, jadi ya, lain ceritanya.

kegembiraan penting dalam menulis. Keberadaan Bu Endang sudah cukup. Siapa yang tidak menginginkannya?
Setelah 3 ML kami juga sampai di rumah jam 5:00
Entah kapan saya mempunyai kesempatan untuk menikmati tubuh Mbak Endang. Riwayat seksual Bibi Endang membuatku bergairah.

Tanteseks.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *