LEON288

Cerita Sex Selingkuh Adik Ipar Minta ML Karena Sering Ngintip

MajalahDewasa – Cerita Sex Selingkuh Adik saya. Umur saya hampir tiga puluh lima tahun ya, sekitar 3 tahun, saya tinggal bersama mertuaku, suami saya sudah lama meninggal karena sakit. Oleh karena itu, istri saya ingin saya tinggal di rumah agar kami dapat berkumpul sebagai satu keluarga dan tidak terpisahkan. Kami tinggal di rumah ini bersama 7 orang, ironisnya di rumah itu hanya ada saya dan anak saya yang berumur 1 tahun, selebihnya perempuan.

Jadi… begini ceritanya. Awal September tahun lalu, saya berhenti bekerja karena mengundurkan diri. Di hari-hariku di rumah bersama anakku, terlihat jelas kalau aku berangkat kerja aku jarang dekat dengan anakku. Hari demi hari aku lewati tanpa takut persediaan kebutuhanku habis, aku hanya cuek dan semakin terbuai dengan kemalasanku.

Cerita Sex Selingkuh Adik Pagi harinya, sekitar jam 9 pagi WIB, saya baru bangun tidur. Kulihat istri dan anak-anakku tak ada di sampingku, yah… mungkin mereka ada di beranda, pikirku. Saat aku hendak bangun dari tempat tidur, aku mendengar tangisan bayiku menggema ke arah pintu. Tiba-tiba, pintu kamar terbuka dengan cepat. Oh… ternyata dia bersama tantenya Rosa yang tak lain adalah adik iparku, ternyata anakku kencing di celana. Rosa mengganti celana anakku. “Di mana ibunya, Sa…?” Aku bertanya. “ baru saja pergi ke pasar, bang,” jawabnya, “Kita tidak diberitahu hal itu, kan?” katanya lagi. Pagi itu, aku melihat Rosa agak malu, dia melihat ke bawah selimut sejenak lalu melepas celana anakku dengan cara yang salah. “Apa masalahnya?” tanyaku heran, “hmm Anu bang..” sambil menunduk.

Cerita Sex Selingkuh Adik “Oh…maaf ya Sa?” Aku terkejut, sepertinya selimut yang aku tiduri telah meluncur hingga ke tengah pahaku tanpa aku sadari, aku dalam keadaan telanjang. Um… tadi malam aku bertengkar dengan istriku dan aku capek sekali sampai lupa memakai celana hehehe…

Anehnya, Rosa hanya tersenyum, bukan senyuman malu-malu melainkan senyuman bercanda, “Abis tempur ya, Bang. Mau dong… Ucapnya tanpa ragu “Haaa…” Aku sangat terkejut mendengar pernyataan itu. Malah kini aku merasa malu, berkeringat dingin, dan bergegas ke kamar mandi di kamarku.

Dua hari setelah mengingat perkataan Rosa kemarin pagi, aku tidak mengerti kenapa dia mengatakan itu. Setahu saya, anak yang paling santun adalah yang pendiam dan jarang berkomunikasi. Ah…sudahlah, jika kesempatan seperti ini muncul lagi, aku tidak akan menyia-nyiakannya. Bagaimana tidak sayang, tuh anak mempunyai badan yang sangat seksi, kulit sawo matang, rambut lurus panjang. Alih-alih tampil angkuh, ia malah terlihat mirip bintang film dan artis serial Titi Kamal. Saat yang kutunggu-tunggu datang lagi, saat rumah kami kembali sunyi. Istri, anak-anak, dan mertua saya menghadiri pertemuan di keluarga mendiang saudara ipar saya sementara saudara ipar saya yang lain kuliah. Hanya ada aku dan Rosa di rumah. Saya sedang pergi ke kamar mandi belakang untuk “melakukan pekerjaan air” ketika saya bertemu Rosa yang baru saja selesai mandi. Wah, dia hanya menggunakan handuk untuk menutupi dada dan separuh pahanya. Dia tersenyum dan aku tersenyum, seolah menyiratkan sesuatu.

Saat saya sedang buang air besar, tiba-tiba pintu kamar mandi dibanting hingga tertutup.
“SIAPA?” aku bertanya
“Duhhhh… di rumah ini hanya kita berdua saja, bang,” jawabnya.
“Oh iya, ada apa Sa…?” aku bertanya lagi
“Bang, lampu di kamarku mati.”
“Cepat, Dong!!”
“Oh…iya, tunggu sebentar,” jawabku sambil mengancingkan celanaku dan bergegas menuju kamar Rosa.

Cerita Sex Selingkuh Adik Aku membawa kursi plastik sebagai tangga pijakan agar aku bisa meraih lampu yang dimaksud. “Sa, bisakah kamu mempertahankan kursi ini?” Saya perintahkan, “Baiklah, kawan,” jawabnya.
“Kenapa kamu belum berpakaian?” Saya bertanya dengan heran.
“Lagi pula, ini agak gelap, bukan?”
“OH…!?”
Aku mencoba meraih lampu di atasku. Tiba-tiba, entah kenapa, kursi plastik yang saya duduki bergeser ke arah Rosa. Dan… braaak aku terjatuh di kasur, aku memeluk Rosa…“Ou…ou…” apa yang terjadi. Syal menutupi bagian atas tubuhnya.
“Maaf SA.”
“Tidak apa-apa, bang”
Anehnya Rosa tidak langsung menutupi tubuhnya, aku masih menindihnya tapi dia tersenyum padaku. Melihat hal seperti itu, saya yakin dia akan bereaksi. Pastikan saja aku tegang.

Kami saling berpandangan, entah energi apa yang beredar di tubuh kami,
Dengan berani aku mencium bibirnya, Rosa hanya diam saja dan tidak merespon.

“Kenapa kamu diam saja?”
“Ehmm… aku malu sekali”
Aku tahu dia belum pernah melakukan ini sebelumnya. Lalu aku mencium bibir tipisnya yang terbuka. Lama kelamaan dia membalasnya, hingga bibir kami bersentuhan. Saya melancarkan serangan demi serangan, dan di bawah bimbingan saya, Rosa mulai terlihat mampu menahan serangan saya. Payudaranya kini menjadi jajalanku, aku jilat, aku hisap, bahkan aku memelintirnya sedikit. “Ughh… Bang. Tapi itu enak.”
“Ini…tubuhmu indah sekali sayang…ohmmm” Lalu aku melanjutkan ke arah perutku, pusar dan sekarang hampir ke kemaluanya. Rosa tidak melarangku melakukan ini, bahkan dia semakin bersemangat sambil menjambak rambutku, itu sangat menyakitkan tapi aku tidak mengatakan apa-apa.

Cerita Sex Selingkuh Adik Memek Rosa sungguh harum dan harum, karena dia baru saja selesai mandi. Bulu disimpan dalam potongan tipis. Sekarang aku menjulurkan lidahku ke dalam vaginanya, menghisap sekuat tenaga dan menjadi sangat marah.
“Adauuu….sangat menyakitkan,” tentu saja, dia melompat kesakitan.
“Oh, maaf Sa.”
“Jangan seperti itu, Saudaraku,” erangnya
“Mari kita lanjutkan,” katanya.
“Tetapi sekarang giliran saya yang menyerang,” aturnya kemudian

Tubuhku kini terbaring telentang, tanda ditinggalkan. Rosa langsung menyerang area sensitifku, menjilat, menghisap dan menarik-narik dengan mulutnya.
“Ohhh… Apa rasanya enak sekali sayang…?” apakah dia akan mempelajarinya atau tidak
Dari mana asalnya, buruk sekali…!!
“Duh, barangmu besar sekali, bang.”
“OHhhhh…”
“Bang, Rosa tidak tahan lagi…tolong masukin milikmu.”
“Terserah kamu sayang, abang juga tidak tahan.” Rosa sekarang duduk tepat di bawah perutku. Dia mulai memegang penisku dan mengarahkannya ke lubang vaginanya. Awalnya agak sulit, tetapi setelah diremas dan dibasahi kembali, menjadi sedikit lebih mudah untuk masuk. “Ouu… ahhhh….” …seluruh alat kelaminku runtuh ke dalam gua kenikmatan Rosa.
“Awwwh, Baaaang….. akhhhhh” Rosa mulai memompa dadaku .

Tak hanya memompa, ia kini memulainya dengan gerakan maju mundur sambil meremas payudaranya.

Cerita Sex Selingkuh Adikk ini membuatku khawatir, aku tak ingin dia menikmatinya sendirian. Sambil bergoyang, aku mengambil posisi duduk menghadap dadanya. Rosa semakin histeris setelah aku kembali menjilat pipi cantiknya.
“Ahhh…aku tidak tahan lagi, Kak. Aku ingin keluar.
Ahhh??
“Jangan dulu Sa, tunggu sebentar.” Aku hanya berbalik sekali dan kini aku berada di atas Rosa, memberikan dorongan demi dorongan ke dalam vaginanya. Rosa menjerit kesakitan sambil menekan tumitnya ke pantatku, seolah aku belum menekannya cukup dalam.

“Ampuuuun… ahhhh…trus, Bang”
“Baaang… goyangnya cepatin lagi, ahhhh… dah mau keluar nih”
Rosa tidak hanya mengerang tapi juga menjambak rambutku dan meremas tubuhku.
“Oughhhhh… aku juga ingin keluar, Zzhaa.” Aku gemetar semakin cepat dan semakin cepat hingga jeritanku dan teriakan Rosa menggema ke seluruh ruangan.
Keluhan panjang kami mulai mengungkap hasil pertandingan ini.
“fihhhh…. ahhhh”
“Enak sekali, Baaaangg…”
“Iya sayang….ehmmmmmm” Aku menuangkan semua air maniku ke dalam vagina Rosa lalu aku memasukkan penisku ke dalam mulutnya, memintanya untuk membersihkannya.
“mmmmmmuaachhhhh…” dia menciumku setelah membersihkannya dan itu tandanya permainan telah usai, kami pun tertidur.

Selingkuh di Kisah Seks Adikku Kesempatan demi kesempatan kami lakukan, baik di rumah, di kamar mandi, di hotel, bahkan saat sedang menggendong buah hati, saat ia berada di ruang tamu.

Dimanapun Rosa siap dan dimanapun saya siap.

Tanteseks.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *