LEON288

Cerita Sex Perawanku Pecah Di Dokter

Cerita Sex Perawanku Pecah Di Dokter

Majalah Dewasa – Cerita Sex Perawanku Pecah Namaku Rini, usiaku sekarang 23 tahun, aku bekerja sebagai salah satu karyawati di BUMN besar di Jakarta, Oh ya, kata temen-temen sih aku memiliki wajah yang cantik, dengan rambut sebahu, kulitku kuning langsat, tinggi 163 cm, dengan tubuh yang langsing dan seksi. Aku ingin menceritakan pengalaman seksku yang pertama justru dari teman baik ayahku sendiri. Peristiwa yang tak kuduga ini terjadi ketika aku baru saja akan masuk kelas 2 SMP, ketika aku masih tinggal di Yogya.

Cerita Sex Perawanku Pecah Teman ayah itu bernama Om Bayu dan aku sendiri memanggilnya Om. Karena hubungan yang sudah sangat dekat dengan Om Bayu, ia sudah dianggap seperti saudara sendiri di rumahku. Om Bayu wajahnya sangat tampan, wajahnya tampak jauh lebih muda dari ayahku, karena memang usianya berbeda agak jauh. Usia Om Bayu ketika itu sekitar 28 tahun. Selain tampan, Om Bayu memiliki tubuh yang tinggi tegap dengan dada yang bidang. Wedebet

Cerita Sex Perawanku Pecah Kejadian ini bermula ketika liburan semester. Waktu itu kedua orang tuaku harus pergi ke Madiun karena ada perayaan pernikahan saudara. Karena kami dan Om Bayu cukup dekat, maka aku minta kepada orang tuaku untuk menginap saja di rumah Om Bayu yang tidak jauh dari rumahku selama 5 hari itu. Om Bayu sudah menikah, tetapi belum punya anak. Istrinya adalah seorang karyawan perusahaan swasta, sedangkan Om Bayu tidak mempunyai pekerjaan tetap. Dia adalah seorang makelar mobil. Hari-hari pertama kulewati dengan ngobrol-ngobrol sambil bercanda-ria, setelah istri Om Bayu pergi ke kantor. Om Bayu sendiri karena katanya tidak ada order untuk mencari mobil, jadi tetap di rumah sambil menunggu telepon kalau-kalau ada langganannya yang mau mencari mobil. Untuk melewatkan waktu, sering juga kami bermain bermacam permainan seperti halma atau monopoli, karena memang Om Bayu orangnya sangat pintar bergaul dengan siapa saja.

Ketika suatu hari, setelah makan siang, tiba-tiba Om Bayu berkata kepadaku, “Rin… kita main dokter-dokteran yuk.., sekalian Rini, Om periksa beneran, mumpung gratis”.

Memang kata ayah dahulu Om Bayu pernah kuliah di fakultas kedokteran, namun putus di tengah jalan karena menikah dan kesulitan biaya kuliah.

Baca Juga: Ngintip Sepupu Yang Horny

“Ayoo…”, sambutku dengan polos tanpa curiga.

Kemudian Om Bayu mengajakku ke kamarnya, lalu mengambil sesuatu dari lemarinya, rupanya ia mengambil stetoskop, mungkin bekas yang dipakainya ketika kuliah dulu.

“Nah Rin, kamu buka deh bajumu, terus tiduran di ranjang”.

Mula-mula aku agak ragu-ragu. Tapi setelah melihat mukanya yang bersungguh-sungguh akhirnya aku menurutinya.

“Baik Om”, kataku, lalu aku membuka kaosku, dan mulai hendak berbaring.

Namun Om Bayu bilang, “Lho… BH-nya sekalian dibuka dong.. biar Om gampang meriksanya”.

Aku yang waktu itu masih polos, dengan lugunya aku membuka BH-ku, sehingga kini terlihatlah buah dadaku yang masih mengkal.

“Wah… kamu memang benar-benar cantik Rin…”, kata Om Bayu.

Kulihat matanya tak berkedip memandang buah dadaku dan aku hanya tertunduk malu.

Setelah telentang di atas ranjang, dengan hanya memakai rok mini saja, Om Bayu mulai memeriksaku. Mula-mula ditempelkannya stetoskop itu di dadaku, rasanya dingin, lalu Om Bayu menyuruhku bernafas sampai beberapa kali, setelah itu Om Bayu mencopot stetoskopnya. Kemudian sambil tersenyum kepadaku, tangannya menyentuh lenganku, lalu mengusap-usapnya dengan lembut.

“Waah… kulit kamu halus ya, Rin… kamu pasti rajin merawatnya”, katanya. Titan Gel Murah Meriah

Cerita Sex Perawanku Pecah Aku diam saja, aku hanya merasakan sentuhan dan usapan lembut Om Bayu. Kemudian usapan itu bergerak naik ke pundakku. Setelah itu tangan Om Bayu merayap mengusap perutku. Aku hanya diam saja merasakan perutku diusap-usapnya, sentuhan Om Bayu benar-benar terasa lembut. Dan lama-kelamaan terus terang aku mulai jadi agak terangsang oleh sentuhannya, sampai-sampai bulu tanganku merinding dibuatnya.

Lalu Om Bayu menaikkan usapannya ke pangkal bawah buah dadaku yang masih mengkal itu, mengusap mengitarinya, lalu mengusap buah dadaku. Ih… baru kali ini aku merasakan yang seperti itu, rasanya halus, lembut, dan geli, bercampur menjadi satu. Namun tidak lama kemudian, Om Bayu menghentikan usapannya. Dan aku kira… yah hanya sebatas ini perbuatannya. Tapi kemudian Tom Bayu bergerak ke arah kakiku.

“Nah.. sekarang Om periksa bagian bawah yah…”, katanya.

Setelah diusap-usap seperti tadi yang terus terang membuatku agak terangsang, aku hanya bisa mengangguk pelan saja. Saat itu aku masih mengenakan rok miniku, namun tiba-tiba Om Bayu menarik dan meloloskan celana dalamku. Tentu saja aku keget setengah mati.

“Ih… Om kok celana dalam Rini dibuka…?”, kataku dengan gugup.

“Lho… kan mau diperiksa.. pokoknya Rini tenang aja…”, katanya dengan suara lembut sambil tersenyum, namun tampaknya mata dan senyum Om Bayu penuh dengan maksud tersembunyi. Tetapi saat itu aku sudah tidak bisa berbuat apa-apa.

Setelah celana dalamku diloloskan oleh Om Bayu, dia duduk bersimpuh di hadapan kakiku. Matanya tak berkedip menatap vaginaku yang masih mungil, dengan bulu-bulunya yang masih sangat halus dan tipis. Lalu kedua kakiku dinaikkan ke pahanya, sehingga pahaku menumpang di atas pahanya. Lalu Om Bayu mulai mengelus-elus betisku, halus dan lembut sekali rasanya, lalu diteruskan dengan perlahan-lahan meraba-raba pahaku bagian atas, lalu ke paha bagian dalam. Hiii… aku jadi merinding rasanya.

“Ooomm…”, suaraku lembut.

“Jangan khawatir, sayang… kamu akan merasa baik kok…” ucapnya sambil tersenyum.

Paman Bayu lalu membelai selangkanganku, emosiku semakin kacau. Lalu dengan menggunakan jari telunjuknya yang besar, Paman Bayu mengusap bibir vaginaku dari bawah ke atas. “Aahh… Ooooomm…”, seruku pelan.

“Sssstt… hmm… enak… enak ya…?”, ucapnya.

Aku tak tahu harus menjawab apa, malah Paman Bayu yang mulai mengelus jarinya berulang kali. Tentu saja hal ini membuatku semakin kacau, menggeliat dan menggeliat kesana kemari. “Shh…aahh…Ooomm…aahh…”, eranganku lirih, dunia serasa berputar, kesadaranku serasa terbang ke angkasa. Vagina saya sangat basah karena saya sangat bersemangat.

Keperawananku Rusak. Setelah Paman Bayu puas dengan permainan jarinya, ia berhenti bermain beberapa saat, namun kemudian wajahnya mendekat ke wajahku. Saya, orang yang belum berpengalaman, dengan pikiran setengah sadar dan tidak sadar, hanya bisa pasrah mengamatinya tanpa memahami apa yang sebenarnya terjadi. Wajahnya mendekat, lalu bibirnya mendekat ke bibirku, lalu dia menciumku dengan lembut, menggelitik, lembut dan basah.

Tapi paman Bayu tidak hanya menciumku, tapi juga melumat bibirku dengan lidahnya. Hiii…makin geli…apalagi saat lidah Paman Bayu menggoda lidahku. Entah kenapa, secara naluriah aku jadi bersemangat, sampai-sampai lidahku dan lidah Paman Bayu saling terjerat. saling bertautan, tentu saja aku terasa lebih geli.

Kemudian Paman Bayu mengangkat wajahnya dan membalikkan badan. Saya tidak tahu permainan apa lagi yang akan dia mainkan, pikir saya, saya tetap menyerah. Dan ya… gila… tiba-tiba tubuh Bayu terdorong ke bawah dan Bayu tengkurap di antara kedua kakiku, otomatis melebarkan kedua kakinya. Kepalanya berada tepat di atas kemaluanku dan dengan cepat Paman Bayu menempelkan kepalanya ke selangkanganku. Dia meraih kedua pahaku dan meletakkannya di bahunya, membuat paha bagian dalamku terasa seperti sedang memeluk kepala Paman Bayu. Aku sangat terkejut, berusaha meronta namun tangannya memegang erat pahaku, lalu tanpa ragu, Paman Bayu mulai menjilati bibir vaginaku.

“Aaa…Ooomm…!”, teriakku, padahal lidah Om Bayu lembut sekali, jilatannya menusuk vaginaku dan menjalar ke seluruh tubuhku. Namun Paman Bayu berpengalaman menjilati bibir vaginaku, lalu lidahnya masuk ke dalam vaginaku dan menari-nari di dalam vaginaku. Lidah Paman Bayu terpancing kesana kemari, menjilati seluruh dinding vaginaku. Tentu saja aku menjadi semakin beringas, tubuhku menggeliat dan menyentak, sementara tanganku berusaha mendorong kepalanya dari penisku. Namun semua usahaku sia-sia, Paman Bayu terus melancarkan aksinya dengan ganas. Aku hanya bisa berteriak tak jelas.

“Aahh… Ooomm… jangan… jangan… jangan khawatir… itu saja… aa… aaku… nndaak… maauu.. Geellii… membungkuk… tunggu… aahh!

Aku menggeliat seperti kesurupan, menggeliat maju mundur entah aku mau atau tidak. Meski aku merasa ditolak, sensasi kesemutan bercampur kenikmatan ekstrem menguasai seluruh tubuhku. Paman Bayu memegang erat pahaku di antara kedua pipiku, sehingga sekeras apa pun aku menggeliat kesana kemari, Paman Bayu akan selalu mendapatkan apa yang diinginkannya. Jilatan Paman Bayu benar-benar membuatku seperti ada yang melupakan tanah itu. vaginaku benar-benar dibanjiri olehnya.

Hal ini membuat Paman Bayu semakin menggila, dia tidak hanya menjilat tapi juga menghisap dan menghisap vaginaku. Om Bayu bahkan menyedot semua lendir vaginaku. Hisapan Paman Bayu pada vaginaku begitu kuat hingga membuatku semakin bengkak.

Lalu Paman Bayu berhenti menjilatinya beberapa saat. Dia menggunakan jari-jarinya untuk membuka bibir vaginaku dan dengan lembut mendorongnya ke atas. Saat itu aku tidak mengerti maksud Paman Bayu, sepertinya Paman Bayu sedang mengincar klitorisku. Dia menjulurkan lidahnya dan menjilat klitorisku.

“Aahh…”, tentu saja aku berteriak keras-keras. Saya merasa seperti tersengat listrik karena itu bagian paling sensitif bagi saya. Saya sangat terkejut sehingga saya mengangkat pantat saya ketika saya merasakannya. Paman Bayu sebaliknya menekan pahaku hingga membuat pantatku kembali menempel di kasur, dan terus menjilati klitorisku sambil menghisap.

“Aa…Ooomm…aauuhh…aahh…!”, teriakanku semakin kalut.

Tiba-tiba aku merasakan ada sesuatu yang sangat ingin keluar dari vaginaku, seperti hendak buang air kecil, dan aku tidak bisa menahannya, namun Paman Bayu yang sepertinya mengetahui hal itu, malah menghisap klitorisku dengan keras. situs slot deposit dana pulsa

“Ooomm…aa…!”, sekujur tubuhku gemetar karena tegang, seluruh tubuhku tegang, tak sadar aku sedang mencubit erat pipi Paman Bayu dengan paha di selangkangan. Lalu, tubuhku bergetar karena cairan vagina yang mengalir keluar dalam jumlah besar, dan sepertinya Paman Bayu tidak menyia-nyiakannya sama sekali. Dia menghisap vaginaku, menyedot semua cairan vaginaku. Tulangku serasa patah, lalu badanku terasa lemas sekali. aku masih lembut.

Cerita Sex Perawanku Pecah Om Bayu kemudian bangun dan mulai melepaskan pakaiannya. Aku, yang baru pertama kali mengalami orgasme, merasakan badanku lemas tak bertenaga, sehingga hanya bisa memandang saja apa yang sedang dilakukan oleh Om Bayu. Mula-mula Om Bayu membuka kemejanya yang dilemparkan ke sudut kamar, kemudian secara cepat dia melepaskan celana panjangnya, sehingga sekarang dia hanya memakai CD saja.

Aku agak ngeri juga melihat badannya yang tinggi besar itu tidak berpakaian. Akan tetapi ketika tatapan mataku secara tak sengaja melihat ke bawah, aku sangat terkejut melihat tonjolan besar yang masih tertutup oleh CD-nya, mencuat ke depan. Kedua tangan Om Bayu mulai menarik CD-nya ke bawah secara perlahan-lahan, sambil matanya terus menatapku.

Pada waktu badannya membungkuk untuk mengeluarkan CD-nya dari kedua kakinya, aku belum melihat apa-apa, akan tetapi begitu Om Bayu berdiri tegak, darahku mendadak serasa berhenti mengalir dan mukaku menjadi pucat karena terkejut melihat benda yang berada diantara kedua paha atas Om Bayu. Benda tersebut bulat, panjang dan besar dengan bagian ujungnya yang membesar bulat berbentuk topi baja tentara. Benda bulat panjang tersebut berdiri tegak menantang ke arahku, panjangnya kurang lebih 20 cm dengan lingkaran sebesar 6 cm bagian batangnya dilingkarin urat yang menonjol berwarna biru, bagian ujung kepalanya membulat besar dengan warna merah kehitam-hitaman mengkilat dan pada bagian tengahnya berlubang dimana terlihat ada cairan pada ujungnya. Rupanya begitu yang disebut kemaluan laki-laki, tampaknya menyeramkan. Aku menjadi ngeri, sambil menduga-duga, apa yang akan dilakukan Om Bayu terhadapku dengan kemaluannya itu.

Melihat ekspresi mukaku itu, Om Bayu hanya tersenyum-senyum saja dan tangan kirinya memegang batang kemaluannya, sedangkan tangan kanannya mengelus-elus bagian kepala kemaluannya yang kelihatan makin mengkilap saja. Om Bayu kemudian berjalan mendekat ke arahku yang masih telentang lemas di atas tempat tidur. Kemudian Om Bayu menarik kedua kakiku, sehingga menjulur ke lantai sedangkan pantatku berada tepat di tepi tempat tidur. Kedua kakiku dipentangkannya, sehingga kedua pahaku sekarang terbuka lebar. Aku tidak bisa berbuat apa-apa, karena badanku masih terasa lemas. Mataku hanya bisa mengikuti apa yang sedang dilakukan oleh Om Bayu.

Kemudian dia mendekat dan berdiri tepat diantara kedua pahaku yang sudah terbuka lebar itu. Dengan berlutut di lantai di antara kedua pahaku, kemaluannya tepat berhadapan dengan kemaluanku yang telah terpentang itu. Tangan kirinya memegang pinggulku dan tangan kanannya memegang batang kemaluannya. Kemudian Om Bayu menempatkan kepala kemaluannya pada bibir kemaluanku yang belahannya kecil dan masih tertutup rapat. Kepala kemaluannya yang besar itu mulai digosok-gosokannya sepanjang bibir kemaluanku, sambil ditekannya perlahan-lahan. Suatu perasaan aneh mulai menjalar ke keseluruhan tubuhku, badanku terasa panas dan kemaluanku terasa mulai mengembung. Aku agak menggeliat-geliat kegelian atas perbuatan Om Bayu itu dan rupanya reaksiku itu makin membuat Om Bayu makin terangsang. Dengan mesra Om Bayu memelukku, lalu mengecup bibirku.

“Gimana Rin… nikmat kan…?”, bisik Om Bayu mesra di telingaku, namun aku sudah tak mampu menjawabnya. Nafasku tinggal satu-satu, aku hanya bisa mengangguk sambil tersipu malu. Aku sudah tidak berdaya diperlakukan begini oleh Om Bayu dan tidak pernah kusangka, karena sehari-hari Om Bayu sangat sopan dan ramah.

Selanjutnya tangan Om Bayu yang satu merangkul pundakku dan yang satu di bawah memegang penisnya sambil digosok-gosokkan ke bibir kemaluanku. Hal ini makin membuatku menjadi lemas ketika merasakan kemaluan yang besar menyentuh bibir kemaluanku. Aku merasa takut tapi kalah dengan nikmatnya permainan Om Bayu, di samping pula ada perasaan bingung yang melanda pikiranku. Kemaluan Om Bayu yang besar itu sudah amat keras dan kakiku makin direnggangkan oleh Om Bayu sambil salah satu dari pahaku diangkat sedikit ke atas. Aku benar-benar setengah sadar dan pasrah tanpa bisa berbuat apa-apa. Kepala kemaluannya mulai ditekan masuk ke dalam lubang kemaluanku dan dengan sisa tenaga yang ada, aku mencoba mendorong badan Om Bayu untuk menahan masuknya kemaluannya itu, tapi Om Bayu bilang tidak akan dimasukkan semua cuma ditempelkan saja. Saya membiarkan kemaluannya itu ditempelkan di bibir kemaluanku.

Cerita Sex Perawanku Pecah Tapi selang tak lama kemudian perlahan-lahan kemaluannya itu ditekan-tekan ke dalam lubang vaginaku, sampai kepala penisnya sedikit masuk ke bibir dan lubang vaginaku. Kemaluanku menjadi sangat basah, dengan sekali dorong kepala penis Om Bayu ini masuk ke dalam lubang vaginaku. Gerakan ini membuatku terkejut karena tidak menyangka Om Bayu akan memasukan penisnya ke dalam kemaluanku seperti apa yang dikatakan olehnya. Sodokan penis Om Bayu ini membuat kemaluanku terasa mengembang dan sedikit sakit. Seluruh kepala penis Om Bayu sudah berada di dalam lubang kemaluanku dan selanjutnya Om Bayu mulai menggerakkan kepala penisnya masuk dan keluar dan selang sesaat aku mulai menjadi biasa lagi. Perasaan nikmat mulai menjalar ke seluruh tubuhku, terasa ada yang mengganjal dan membuat kemaluanku serasa penuh dan besar.

Tanpa sadar, keluarlah suara dari mulutku, “Ssshh… ssshh… aahh… ooohh… Ooomm… Ooomm… eennaak… eennaak…!”

Aku mulai tertidur karena kenikmatan yang begitu besar dan saat itu pula Paman Bayu tiba-tiba mendorong penisnya dengan cepat dan keras hingga penisnya menembus semakin dalam dan merobek selaput daraku dan aku menjerit karena merasakan nyeri pada vagina yang disebabkan oleh penis Om Bayu itu membuat saya merasa tidak nyaman. Aku merasa penisku retak.

“Aadduuhh… saakkiiitt… Ooomm… sttooopp… stooopp… jaangaan… lanjutkan”, seruku dan kedua tanganku berusaha mendorong tubuh paman Bayu namun sia-sia.

Paman Bayu mencium bibirku, tangannya yang lain membelai dadaku untuk menutupi jeritanku dan membantuku menenangkan diri. Tangannya yang lain memegang bahuku sehingga aku tidak bisa bergerak. Tubuhku hanya bisa menggeliat dan aku berusaha mengangkat pantatku ke atas tempat tidur untuk menghindari tekanan penis Paman Bayu di vaginaku. Namun saat tangan Paman Bayu memegang pundakku, mau tak mau aku memasukkan penis Paman Bayu semakin dalam ke dalam vaginaku. Aku masih merasakan sakit dan paman Bayu membiarkan penisnya diam tanpa bergerak sama sekali agar penisku terbiasa dengan penisnya yang besar.

“Paman… kenapa kamu menaruh semuanya di sana… apakah kamu… berjanji untuk menggosoknya saja?”, kataku dengan memelas, namun Paman Bayu tidak berkata apa-apa, hanya tertawa.

Rasanya penis Paman Bayu besar dan memenuhi setiap sudut vaginaku. Rasanya ingin sampai ke perutku karena panjang penis Paman Bayu. Saat aku mulai tenang, Paman Bayu mulai menggerakkan pinggulnya maju mundur hingga penisnya memompa buah zakarku. Tubuhku meronta dan meronta, sementara yang terdengar dari mulutku hanyalah, “Ssst… ssshh… ooohh… ooohh…”

Cerita Sex Perawanku Pecah Dan tiba-tiba perasaan dahsyat melanda keseluruhan tubuhku. Bayangan hitam menutupi seluruh pandanganku. Sesaat kemudian kilatan cahaya serasa berpendar di mataku. Sensasi itu sudah tidak bisa dikendalikan lagi oleh pikiran normalku. Seluruh tubuhku diliputi sensasi yang siap meledak. Payudaraku mengeras dan putingku mengeras seiring sensasi yang semakin kuat, membuat tubuhku melompat-lompat di atas tempat tidur. Seluruh tubuhku meledak karena sensasi, jemariku mencengkeram kaki tempat tidur. Tubuhku bergetar, mengejang, dan meronta di bawah tekanan tubuh Paman Bayu hingga aku mencapai orgasme yang dahsyat. Saya merasakan kenikmatan keluar dari vagina saya, mengirimkan kenikmatan ke seluruh tubuh saya dalam hitungan detik. Saya merasakan tubuh saya melayang dan segera saya merasa tidak berdaya, terbaring lemah di tempat tidur, lengan saya terentang dan kaki saya terentang di lantai.

Melihat keadaanku, Paman Bayu semakin bersemangat. Dia mendorong pantatku dengan kasar dan menekan pinggulku dengan kuat sehingga seluruh batang penisnya terkubur jauh di dalam kemaluanku. Aku hanya bisa menggeliat lemah karena dengan setiap tekanan yang dia berikan, aku merasakan klitorisku menekan dan bergesekan dengan batang penisnya yang besar dan berurat-urat. Hal ini menimbulkan kegembiraan yang tak terlukiskan. Hampir satu jam Paman Bayu bermain-main denganku sesuka hatinya. Dan saat itu juga saya beberapa kali mengalami orgasme. Dan setiap kali hal itu terjadi, selama 1 menit aku merasakan vaginaku berdenyut-denyut dan menghisap kuat penis Paman Bayu, hingga suatu hari akhirnya Paman Bayu bergumam pelan. Agen wedebet terbesar

“Ooohh… Riiinn… Riiinnn… aakkuu… maau… keluar!.. Ooohh… aahh… hhmm… ooouuhh!”.

Cerita Sex Perawanku Pecah Tiba-tiba Om Bayu bangkit dan mengeluarkan penisnya dari vaginaku. Sedetik kemudian… cret… crett… crett… air mani muncrat dan menyebar ke seluruh perutku. Tangannya dengan gerakan yang sangat cepat mengguncang batang penisnya seolah ingin mengeluarkan seluruh spermanya tanpa ada sisa. “Aahh…” Paman Bayu bersiul panjang dan menghela napas lega.

Dia menyeka air mani yang tumpah ke perutku. Setelah itu kami masih tertatih-tatih sambil mengatur nafas, masih sedikit terengah-engah saat mendaki menuju puncak kenikmatan. Dia melihat wajahku yang masih berkeringat dan menyekanya. Dia dengan lembut mencium bibirku dan tersenyum. “Terima kasih sayang…” bisik Paman Bayu mesra. Dan akhirnya aku yang dalam keadaan sangat lemah pun tertidur di pelukan Paman Bayu.

Cerita Sex Perawanku Pecah Setelah kejadian itu, pada mulanya aku benar-benar merasa gamang. Perasaan-perasaan aneh berkecamuk dalam diriku, walaupun ketika waktu itu, saat aku bangun dari tidurku Om Bayu telah berupaya menenangkanku dengan lembut. Namun entah kenapa, setelah beberapa hari kemudian, kok rasanya aku jadi kepengin lagi. Memang kalau diingat-ingat sebenarnya nikmat juga sih. Jadi sepulang sekolah aku mampir ke rumah Om Bayu, tentu saja aku malu mengatakannya. Aku hanya pura-pura ngobrol kesana kemari, sampai akhirnya Om Bayu menawarkan lagi untuk main-main seperti kemarin dulu, barulah aku menjawabnya dengan mengangguk malu-malu. Begitulah kisah pengalamanku, ketika pertama kalinya aku merasakan kenikmatan hubungan seks.nikmatnya seks.

Tanteseks.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *