LEON288

Cerita Sex Perawanin Teman Satu Kost

Cerita Sex Perawanin Teman Satu Kost

MajalahDewasa – Cerita Sex Perawanin Teman Satu Kost, Atas kebijakan orangtuaku, aku harus kos. Maka aku diantar oleh kedua orangtuaku dan keempat adik-adikku menempati kos baru. Rumah kosku sangat besar, dengan model kuno khas ukiran Jepara. Berbentuk letter L dengan halaman luas, terdapat sepasang pohon mangga.

Ruang tamu yang memanjang kebelakang yang bersekat dimana terdapat empat kamar di bagian tengahnya yang berhadapan langsung dengan ruang makan. Total ada sepuluh kamar. Saya sendiri menginap di kamar terakhir di area berbentuk L. Empat kamar termasuk kamar saya memiliki akses langsung melalui pintu samping dengan halaman kecil yang ditanami pohon mangga kecil. Dipisahkan oleh dinding belakang sebuah rumah.

Teman-teman saya di kosan waktu itu adalah Mbak Mamiek, Mbak Mur, Mas Prayitno, Mbak Srini, Indarto, Sularno dan pemilik dana pensiun. Di depan rumah bersebelahan dengan kamarku, ada dua orang anak perempuan, Tika kelas 3 SMP dan Sutarmi kelas 6 SD.

Tinggi badan saya normal 168, berat badan 60, saya mempunyai tahi lalat di dagu sebelah kanan dan rahang sebelah kiri, menurut mbak Srini ini sangat menarik sekaligus membuat saya terlihat sangat manis. , dia berkata. Bu Srini, lagipula saya laki-laki sejati, tapi nanti saya ceritakan.

Ukuran penis saya juga normal, lurus dan mengarah ke atas tanpa lengkungan. Tiap pagi dari SD aku selalu merendamnya di teh basi selama 10 menit – tanpa tambahan gula lho (menempel di bulu semut, bisa jadi berantakan banget, he…he…), lalu kocok perlahan, remas perlahan agar sperma tidak keluar (sering keluar, enak). Begitulah yang dikatakan anak-anak kos sebelah saya, entah benar atau tidak. Penghasilan? Saya juga tidak tahu itu.

Dengan cepat kertasku dikembalikan, jantungku berdebar kencang karena takut bukan Tika yang menariknya. Saat itu juga, lampu padam dan jendela terbuka, Tika menjulurkan kepalanya ke luar. Ketika dia melihatku, dia tersenyum dan memberi isyarat agar aku mendekat. Lalu aku mendekat. Saat aku tiba-tiba mendekat daftar poker

Cerita Sex Perawanin Teman Satu Kost – Tika Mencium Bibirku, Aku Kaget Dengan Perlakuan Ini. Sebelum keterkejutanku memudar, Tika mengulangi perbuatannya. Kali ini aku segera meraih bahunya dan mencium bibirnya. Giliran Tika yang terkejut, dia hanya ingin membalas suratku dengan ciuman singkat, tapi aku juga sama cepatnya. Lidahku meringkuk ke dalam mulutnya yang terbuka karena terkejut, sepertinya dia belum pernah menciumnya sebelumnya.

“Mmmmppphh…”
Lalu tubuhnya mengejang, wajahnya memerah, nafas panas kami mulai bertambah cepat. Saat dia perlahan menutup matanya, dia mulai mengikuti lidahku untuk menjelajahi mulutnya dan dia mengerang pelan saat lidahku dengan lembut terhubung dengannya. Secara refleks, tangan kirinya meraih bagian belakang leherku, menarik lembut kepalaku dan meletakkan tangan kirinya di tepian jendela.
Dalam kegelapan, aku perlahan menurunkan telapak tangan kananku dan meraih pipi kirinya.

“Ah..!”
Tika mengerang pelan dan terkejut sambil menepis lembut tanganku.
“Besok sudah terlambat, oke?” Dia berbisik pelan, menciumku dan menutup jendela. Ini sudah jam 10 malam.

Cerita Sex Perawanin Teman Satu Kost – Aku kembali ke kamarku, tak kuasa menahan desakan nafsu, aku menanggalkan semua pakaianku. Ketika saya tidur telentang, jari telunjuk dan ibu jari saya menekan batang penis saya dan saya meluruskannya sehingga menyebabkan kepala dan otot penis saya memerah. Telapak tangan kiriku mengusap lembut, sementara cairan bening mengalir dari ujung P3nis yang berwarna merah.
Menutup mataku, aku merentangkan kakiku lebar-lebar dan membayangkan Tika, payudara kecilnya yang lembut yang pernah aku sentuh sebelumnya. “Ah…!”
“Ap…”
Kepalaku terasa sakit dan badanku serasa melayang tanpa aku sadari gemetaranku semakin cepat dan nafasku pun mulai memburu.
“Ahhh…hhh…!”
“Croot… croot… croott…!”
Air maniku muncrat dengan derasnya, kali ini mengingatkanku pada pertama kali aku mencium dan meremas barang milik seorang wanita.

Pagi harinya seperti biasa saya bersiap berangkat, biasanya saya naik angkutan umum, saya juga punya sepeda motor, tapi tidak asyik. Kebetulan sarana transportasi wisma saya merupakan sarana transportasi kedua sehingga penumpangnya tidak banyak dan saya bisa memilih tempat duduk. Nah, serunya ketika base ketiga mulai dipenuhi siswa, apalagi jalurnya melewati tiga SMA dan 1 SMP, bayangkan kalau sudah cukup penuh untuk minum susu, eh eh . ..

Cerita Sex Perawanin Teman Satu Kost – Tika menunggu di samping rumahnya, di bawah naungan pohon Mahkotadewa. Aku pulang cukup sore, karena sekolahku dimulai pukul 07.15, karena maklum banyak sekali atlet-atlet Pelatnas yang datang ke sekolahku dan biasanya Tika sudah berangkat, pokoknya dia pasti sudah menungguku dari sore hari. hari itu. resmi menjadi pacarnya.

Aku menoleh ke kanan dan ke kiri, orang tuaku guru dan adiknya sudah pulang, Tika sering naik sepeda.

“Maaf tadi malam, marah?”
Senyuman dan garis giginya tampak semakin putih jika dipadukan dengan wajahnya yang berwarna coklat tua.
“Tidak,” saat aku mendekatinya di tempat teduh. Entah kenapa dia pun berpindah lebih dalam ke lorong samping rumahnya dan tentu saja kami menjadi kurang terlihat dari luar. “Setelah suratmu, semuanya sudah terlambat.”
Aku meraih tangannya dan perlahan mendekatkan tubuhku padanya dan mencium bibirnya yang lembut dan dingin. Lidah kami bertautan, matanya terpejam. Jam sudah menunjukkan pukul 06.35, jadi masih ada waktu untuk bercinta! slot online terpercaya

Perlahan aku melingkarkan tanganku di pinggangnya, dia diam-diam menutup matanya, lengannya terkulai ke bawah. Apakah saya akan ditolak? Itulah yang kupikirkan sambil perlahan mendekatkan telapak tangan kananku ke dadanya.
“Jangan di sini,” lalu aku menarik tanganku ke arah belakang gudang.

Ada ranjang bambu (ranjang kecil) dan kami duduk bersebelahan lalu saya pegang bahunya tanpa memberi perintah apa pun. Bibir kami bertemu dan terjalin, kali ini seperti seekor kuda liar yang dilepaskan dari kandangnya. Tika memeluk erat pinggangku. . Matanya terpejam rapat saat bibirku bergerak turun ke lehernya. Kali ini dia membiarkan tangan kananku menjelajahi payudaranya yang tertutup seragam SMA-nya.

“Ehh…”
Tika mengerang pelan sambil aku meremas lembut payudaranya yang kecil dan kenyal. Dan saat bibirku terus melingkari lehernya dan, dengan naluri maskulin, bibirku bermain-main dengan telinganya, membuat bulu kuduknya tergelitik. Tika menutup kakinya dan tubuhnya menempel erat ke tubuhku.

Tika membusungkan dada, memberikan ruang bagi tanganku untuk leluasa memainkan payudaranya dan sementara itu kepalanya sedikit bergoyang mengikuti gerakan wajah dan leherku serta bulu kuduknya sesekali berdiri. Bagian depan seragam Tika acak-acakan padahal hari senin.
“Hh…”
“Hhhh…hhh…”
Hanya suara nafas kami yang terdengar. Dan lambat laun, Tika semakin membungkuk dan berbaring telentang di atas sofa bambu. Perlahan aku mendekatkan bibirku ke bibirnya, Tika membalas dengan penuh semangat. Jariku membuka kancing setiap kancing kemejanya satu per satu seiring berjalannya waktu.

Kisah seks perawan teman sekamar asrama – Aku menekan dengan lembut sambil membuka ritsleting celana seragam SMA abu-abuku. Aku mencium lembut bibirnya, secara reflek Tika membuka mulutnya memberi ruang bagi lidahku untuk menjelajah mulutnya. Sementara tanganku menarik celana seragam dan celana dalamku hingga ke pantatku, kini penisku sudah bebas. Aku meraih tangan Tika yang sedikit terulur dan mengarahkannya ke arahku.

“Eh…”

Tubuhnya gemetar, payudaranya yang diremas di tangannya berubah warna menjadi coklat mengkilat, di bawah bimbinganku, Tika meremas penisku.
Karena dia belum terbiasa dan juga baru pertama kali memegangnya, tangannya agak kencang dan dia tidak bereaksi lain selain memegangnya. Lagi pula, saya tidak pernah mengetahuinya karena ini pertama kalinya saya memperlakukan lawan jenis sedemikian rupa.

“Ummpp…”
“Hhhh… Hhhh…”
Ciumanku berpindah ke dadanya dan tanganku mulai meraba-raba gundukan di atas selangkangannya. “Hhhmmmpp…”

Aku merasa seperti melayang ketika tangan lembut yang memegang penisku terangkat sedikit hingga mencapai ujung penisku. Sangat menegangkan dan sulit.
“Sayang…” bisiknya pelan di telingaku saat tanganku perlahan mengangkat rok seragam birunya. Tika sedikit mengangkat pantatnya agar roknya terbang bebas. Saat aku menunduk, Tika merebahkan kepalanya di dadaku, malu namun rela dan bahagia. Kisah cinta perawan teman sekamar – Celana dalam berwarna merah muda menutupi tulang pipi kecilnya dan bagian bawahnya jelas basah kuyup. Saat aku memasukkan tanganku ke dalam celana dalamnya, aku merasa tulang pipinya belum tumbuh banyak, masih satu atau dua dan sangat halus.

Dalam pikiranku, aku sedang “basah” saat telapak tanganku meluncur di permukaan pahanya, Tika semakin berani memberiku kesempatan dengan membuka perlahan tekanan di pahanya.
Naluri, begitulah istilahnya. Jari telunjuk dan jari manisku perlahan memijat sisi kanan dan kiri vaginanya, sementara jari tengahku menemukan sebuah manik di klitorisnya. Semakin basah aku menggosok kedua tanganku dengan kaku secara perlahan, aku masih belum terbiasa.

Telapak tanganku dipenuhi cairan kental dan basah. Saya terus menggosok tangan saya, terasa panas, basah dan licin. Sedangkan Tika masih belum melepaskan tangannya di penisku, yang tadinya di kepala kini di pangkal rambut.

Bersambung………
Aku menurunkan celana dalamnya……

Bagian kedua :

Aku menarik celana dalamnya sampai ke lutut dan melepasnya dengan kakiku. Aku berbaring di atasnya, di mana tangan yang memegang penis Tika terentang, mendorong payudaranya yang sedikit tertutup kausnya. Jika dia merasa oke dengan apa yang akan aku lakukan, berarti dia memang menyukaiku.

Cerita Sex Perawanin Teman Satu Kost – Pengakuan cinta yang tak sengaja kuucapkan ternyata mendapat sambutan begitu hangat. Faktanya, dia sudah pasrah berada di bawahku. Sementara itu, hanya hasrat yang berputar-putar di kepalaku. Ujian fisika jam pertama bersama Pak Anton, sang profesor pembunuh, yang tidak kenal ampun bagi yang tidak datang ke kelas tanpa ijazah, apalagi pada waktu ujian, saya tidak memikirkan hal itu lagi. judi togel online terpercaya

Aku melebarkan lutut Tika lebih lebar agar pinggulku leluasa sedikit menekan tubuhnya. Tika hanya menurut saja. Aku meraih batang penisku, membidik lubang vaginanya. Naluri maskulin saya sepertinya muncul secara otomatis.
Saat kepalaku menempel pada area yang lembut dan basah, aku menghembuskan napas untuk meredakan ketegangan. “Jalan…”
Aku merasakan ujung penisku menyentuh sesuatu saat aku mendorong pinggulku sedikit. Tika sedikit mengernyitkan keningnya, tandanya ada yang tidak beres.
“Sreet…”

Kembali seperti merobek sesuatu. Saat ini Tika sedang menggigit bibir bawahnya, wajahnya agak tegang begitu pula wajahku, tanganku sedikit gemetar saat aku menekan pantatnya.

“Jalan… sreeettt…”
“Mpphhh…”

Erangan lembut keluar dari mulut Tika saat separuh penisku tenggelam ke dalam dirinya. Tetesan darah perawan mengalir deras, bagaikan Sungai Mahakam yang mengalir di antara kursi bambu yang kami rebut. Menetes, jatuh setetes demi setetes ke tanah berdebu.
Aku menarik pantatku ke atas lalu perlahan mendorongnya ke bawah, kali ini tanganku tidak lagi terkepal melainkan aku menopang tubuhku menekan tubuh Tika.

“Astaga…”
“Aaahhh…!”

Tika meremas pantatku dengan pahanya sedikit terangkat menahan rasa sakit saat seluruh penisku masuk ke dalam vaginanya untuk pertama kalinya. Dan sekarang semua batang kontuol saya telah mengalir ke lubang surgawinya. Cerita Sex Perawanin Teman Satu Kost – Lengannya memelukku erat, pahanya menempel erat di pantatku, dan wajahnya semakin tertutup. Saya memberinya ciuman manis di bibir dan kemudian dia mulai menangis. Dan memeluk erat tubuhku tanpa melepaskan pahanya dari pantatku melainkan meletakkan kakinya yang terangkat di betisku.
Perlahan aku menggerakkan pantatku ke atas dan ke bawah, untuk menenangkannya, aku membisikkan sesuatu di telinganya,

“Sakit…?”
“Aku bisa mengatasinya, aku mencintaimu…”

Derit ranjang bambu menyatukan tubuh kami saat aku bergerak maju mundur, Tika tak melepaskannya namun kakinya tetap berada di betisku dan kali ini cengkeraman pahanya pada pantatku sedikit mengendur. kecil. .

“Plak…cakram…cakram…”
Alat kelamin kami mengeluarkan suara khusus saat bergesekan dan ini pertama kalinya kami mendengar suara tersebut. Dua puluh menit berlalu setelah memperkosa Tika, aku terus memainkan kontrolku, karena tahu aku masih muda jadi aku terus maju mundur, maju mundur tanpa ada perubahan. Namun, lambat laun, rasa sakit yang dialami Tika mulai hilang, begitu pula rasa sakitku.
Tika mulai mencari bibirku dan aku menyapanya dengan menghisap lidahku dan memutarnya dengan lembut.

“Hhmpppp…”
“Hhhhh…”
“Sayang…”
Sepuluh menit kemudian, Tika mempererat cengkeramannya dan perlahan mengencangkannya.
“Plak…plak…plakk…”

Aku terus menyerangnya dengan mengayunkan penisku, sesekali melambat untuk mengatur napas. Hal ini ternyata cukup menyakitkan, apalagi bulu-bulu di penisku yang mulai tumbuh lebat menembus vaginanya yang tidak berbulu, mengubah sensasi kesemutan menjadi rasa nikmat sehingga menimbulkan hasrat yang sedikit berkurang karena sensasi kesemutan itu.

Kisah Seks Perawan Teman Sekamarku – Hari demi hari berlalu, aku mulai terbiasa dengan lingkungan baruku, aku sering jalan-jalan bersama teman-teman baruku. Apalagi Mas Prayit sering mengajak saya ikut menemui pacarnya, dia benci karena digunakan sebagai obat nyamuk. Kalau pulang ke rumah, kita sering ketemu Tika. Kami berhenti dan Pak Prayit sering menggoda gadis itu, dia tipikal gadis K, banyak hal yang bisa disebut cantik atau tidak, manis atau tidak. Jadi, ya, seperti itu.
Seiring berjalannya waktu, saya juga mulai menggodanya untuk bersenang-senang. Dia pulang jam 12.45 dan aku pulang jam 01.30 dan hanya aku yang masih sekolah, teman-teman kost semua berangkat kerja, paling cepat jam 5 sore. Mereka hanya pulang ketika saya satu-satunya yang pulang lebih awal.

“Duh, santai saja, TRE,” panggilku. “Apakah aku baru saja sampai di rumah, kawan?”
Saya berjalan mendekat dan dia hanya mengenakan celana pendek olahraga dan kaos tanpa lengan, sedang membaca novel. Lumayan, tidak terlalu hitam, pikirku sambil menelusuri kakinya.

Begitu saja, aku sering menggodanya dan sepertinya dia menyukainya. Naluri laki-lakiku memberitahuku bahwa dia benar-benar memiliki perasaan terhadapku. Untuk iseng, saya membuat surat di atas kertas tulis berwarna pink dan beraroma dengan tulisan yang cukup besar. Singkat sekali “Tika, I love you” lalu sore harinya kutaruh di jendela kamarnya, dari luar kudengar dia menyenandungkan sedikit lagu menyanyikan lagu dangdut kesukaannya.

“Hhggghh…”
“Aahhh…”

Tika gemetar, mukanya memerah, nafasnya tercekat seiring keinginan yang membuncah untuk menghantam ubun-ubunnya dan seperti ombak yang datang, menghantam apa saja lalu mati. Lemah. Banyak energi yang digunakan.
Aku terus mendorong hingga Tika terjatuh terlentang, kakinya terbentang lebar. Aku menopang tubuhku dengan kedua tanganku, kini pantatku bisa leluasa bergerak ke atas dan ke bawah. Penusukan penisku ke dalam vaginanya seperti torpedo yang diluncurkan dari kapal selam. Seolah-olah ada sesuatu yang akan keluar, aku mempercepat gerakan naik turun pantatku. Dan…

“Ahhhhh…”
“Crott…croot…croot…”
Pada saat yang sama aku menyemprotkan air maniku sekaligus,
“Gubraak…”
Tempat tidur yang kami gunakan roboh karena beban guncangan saya. “Ah!”
“Oi…”

Kami terjatuh dan berguling, aku masih memegangi Tika sehingga dia berada di atasku. Penisku terlepas dari penisnya, air maniku berceceran dimana-mana. Tiba-tiba penisku yang masih “ereksi” diremukkan oleh pantat Tika.

“Tempat tidur bayi sialan,” aku mengutuk.
“Ini bau.”

Kami lalu berdiri, Tika menatapku sambil meringis kesakitan karena penisku dipukul pantatnya. “Sakit?”
“Oke oke”

Saat aku masih telanjang bulat, Tika mengulurkan tangan dan menangkup penisku yang terkulai dan memijatnya dengan lembut. Aku meletakkan tanganku di bahunya.
“Apakah kita bolos sekolah hari ini?”
Aku hanya tersenyum, meninggalkan tubuh telanjangku di hadapannya. Tika menggunakan tangan kirinya untuk mengusap tubuhku yang sedikit berdebu sambil menatapku penuh kasih sayang, oh, mata jernih itu menusuk jauh ke dalam hatiku.

“Padahal saya mengikuti tes fisika pada satu jam pertama.”
“Oh ya?”
“Biarkan saja,” sambil aku membelai rambutnya yang tergerai. “Selalu sakit?”
“Sedikit.”
“Apa kamu baik-baik saja sekarang?”
“Oke oke”

Saat saya menggoyangnya perlahan dan penis saya terasa seperti sedang dipijat lembut dengan tangan, perlahan penis saya mulai lurus. Aku membelai payudaranya yang tertutup kausnya dan seragamnya berantakan. Aku kembali mencium bibirnya sementara Tika terus memijat penisku.

“Mmmppphhh…”
“Bagaimana kalau kita ke kamar tidur? Tika meraih seragamku dan menuntun tanganku melewati pintu belakang tempat dia menyimpan kuncinya. Kapan pun aku pulang duluan, aku selalu lewat pintu belakang, dan kakakku pulang bersama orangtuanya.” . Tika segera melepas seragam biru putihnya yang berantakan, noda darah perawan masih tertinggal di selangkangannya, Tika segera merebahkan tubuhnya di atas kasur. Dan perlahan aku memposisikan diriku di atasnya, pantatku di antara selangkangannya.
“Memberkati…” ahh daftar slot wedebet

Cerita Sex Perawanin Teman Satu Kost – Kontuolku langsung menembus vaginanya. Aku mencium wajahnya dan mencium bibirnya. Tiba-tiba Tika mencengkram leherku dan aku meremas dadanya. Dua anak telanjang saling menggigit, bercinta dan menyalakan api hasrat.
Pikiranku bebas, tidak ada batasan di antara kami, padahal tadi malam aku bilang aku menyukainya, dan itu hanya untuk bersenang-senang. Ah, apakah aku benar-benar sekejam dan sekejam itu? Oh entahlah, itu hanya masalah sampingan, penisku dimasukkan ke dalam vaginanya.

“Ah-hh…”

Tika menggeliat saat aku mulai menggerakkan penisku ke atas dan ke bawah lagi. Sakit dan penderitaan berubah menjadi kenikmatan, ibarat tongkat berkepala besar yang menimbulkan sensasi nikmat jika saling bergesekan.

Kali ini aku tidak perlu khawatir lagi kasurnya akan roboh, kasurnya akan berderit saat aku menggerakkan pinggulku. Seperti terakhir kali, Tika memelukku erat dan mengaitkan kakinya, kali ini bukan sampai ke betisku tapi sampai ke pantatku. Nafasnya menjadi lebih cepat saat dia mendekat ke telingaku dan kali ini tidak lama kemudian Tika mulai mengejang dan meskipun dia berusaha menahannya, dorongan biologisnya semakin kuat. “Aahhh…”
Tanpa kusadari, Tika mengerang keras saat mencapai puncak hasratnya dan dalam hitungan detik, aku pun ikut.
“Aakhhh…”
“Croottt… crooottt… crooottt…” Aku menyemprotkan air maniku ke dalam rahimnya, entah apa yang akan terjadi, aku juga belum memikirkannya. Aku membiarkan penisku masih menempel di vaginanya dan “pluppp…” terjatuh dan lemas.

Pada jam 10 pagi, saya kembali ke kamar motel di belakang rumahnya setelah tidur dengannya untuk ketiga kalinya. Um, seluruh tubuhku sakit sekali. Selain itu, tim saya segera mulai bekerja keras. Aku segera mandi dan membersihkan diri, kostku masih sepi karena semua orang masih bekerja sampai jam 5 sore, kecuali Bu Srini guru yang pulang jam 1 siang, ayah kosku juga sering datang kesana untuk bermain. catur, Anda tahu, dia sudah pensiun. Dan saya akhirnya tidur sampai sore.

Hampir sejak aku dan Tika tidak punya batas lagi, orang tua dan adiknya selalu berangkat pukul 06.30, yang memberiku keleluasaan untuk bercinta dengannya.

“Halo ayah,” begitulah Tika memanggilku ayah. Kedengarannya lucu, tapi lucu, tapi masalahnya, aku tetap tidak menyukainya. Oh sayang, kamu nakal sekali. Meskipun dia benar-benar mencintaiku.

“Halo,” sapaku padanya saat aku melewati kamarnya. Dia hanya mengenakan T-shirt yang memperlihatkan bra kuning yang dikenakannya. Sementara itu, dia hanya mengenakan celana dalam berwarna merah muda, sedikit tersipu, memegang rok seragam biru yang tergeletak di tempat tidur untuk menutupi bagian depannya. Sebelumnya saya mendengar suara motor orang tuanya berangkat ke sekolah. Lalu, seperti biasa, dia memberi saya password melalui pintu belakang. Setelah beberapa saat saya berbalik dan tidak ada seorang pun di sana. Teman-teman kosku masih tertidur, kecuali Bu Srini, guru SD kosku, yang juga sudah berangkat.
Bersambung………
Aku segera mengunci pintu dan memeluknya sambil meremukkannya……

Bagian ketiga:

Aku segera mengunci pintu lalu memeluknya dan mencium bibirnya.
“Dua puluh menit,” dia bertanya dengan tegas.
“Baiklah”
20 menit sudah cukup bagi saya, mengetahui bahwa dia tiba pada pukul 6.55 pagi sedangkan saya tiba pada pukul 7.15 pagi. Tanpa disuruh kami langsung naik ke tempat tidur sementara Tika terlihat pasrah dengan dada naik turun di balik kaus dan celana dalam berwarna pink.

Cerita Sex Perawanin Teman Satu Kost – Tanganku meraih kaos yang dikenakannya dan menariknya ke bra-nya, aku pun melepas seragamku hingga telanjang bulat. Jadi penis saya ingin segera ereksi. Oh…!
Dinginnya lembut saat Tika meremas penisku saat aku ingin meremas tubuhnya sedikit sambil meremas payudaranya.

“Hmmmppp…”
nya bergetar saat aku menyentuhnya dengan lembut, menegang saat aku meremasnya, menggeliat saat aku memutar nya dengan jariku dan,

“Paaahh…” erangku sambil meletakkan wajahku di antara puncak kembarnya dan menggigitnya dengan lembut meninggalkan bekas merah dan biru di kulit coklatnya.

Aku memindahkan ciumanku ke perutnya, di sekitar pusarnya,

“Aahhh…”
Tika mengerang nikmat, refleks dia melepaskan diri dari kendaliku dan mengusap kepalaku mesra dengan tangan kirinya sementara tangan kanannya melayang ke atas.

Tentu saja sebagai gadis berusia 14 tahun, alat kelaminnya belum memiliki bulu yang lebat, ada pula yang masih baik-baik saja dan baru mulai tumbuh, terlihat saat aku merangkak dari perut hingga ke selangkangan. Aku merubah posisiku dengan menggerakkan pinggulku ke atas, pada posisi ini Tika mulai memberanikan diri menggosok penisku sambil memperhatikan penisku dengan seksama.

Tika mengerang, berkontraksi, bergetar dan penjepit vaginanya menempel erat pada penisku saat aku menggedor-gedor pangkal vaginanya, tempat bulu kemaluanku bergesekan dengan klitorisnya hingga saling beradu. Selama beberapa detik, aku gemetar, menggigit belakang telinganya dan meremas payudaranya sambil menyodorkan penisku dengan kuat.

“Ak-akkk-akkhhh…!”
“Croot… serr… croot, croot… croot…”

Kami terdiam, Tika sudah lemas dan berkeringat dan aku membiarkan penisku terjepit oleh vaginanya yang berdenyut ringan. Aku memeluknya dan napas kami, yang awalnya bergemuruh, perlahan-lahan menjadi stabil.

“Ayah, ini sudah sore, aku tidak mau bolos sekolah lagi,” Tika mengingatkan sambil tersenyum. Lalu aku mencium bibirnya dan melihat bekas di lehernya di belakang telinganya. Saat kami berpakaian, sepertinya hampir seluruh tubuhnya dipenuhi bekas gigitan dan bekas luka. Payudara kirinya membekas di jari kananku saat aku hendak orgasme. Tika tersenyum saat aku melihat tubuhnya,

“Itu tugas Ayah,” sambil mengenakan kembali bra-nya.
“Kerja abstrak mah”, lalu aku mendekat padanya dan membelai kemaluannya yang masih melelehkan air maninya. “Aku tidak akan mencucinya dulu, oke?”
“Tidak, biarkan aku merasakannya lagi, Ayah.”

Saat itu pukul 07.50, Tika mengayuh sepedanya dan aku berjalan menuju jalan utama menunggu angkutan umum. Biasanya, Anda harus mencari dorongan, terutama ketika waktu untuk memasuki perdagangan semakin dekat.

Suatu ketika saya mewakili sekolah saya dalam lomba menggambar, saya mempunyai bakat yang nyata dalam menggambar. Sebelum jam 1 siang, aku kembali menonton Tika mengerjakan pekerjaan rumahnya. Ketika dia melihatku, dia keluar melalui pintu belakang. Darah mudaku tiba-tiba mengalir keluar, aku mendekat dan melumat bibirnya.

“Ini hampir jam 1 siang, Ayah,” dia mengingatkanku, yang berarti orang tuanya akan pulang 30 menit lagi. Jadi aku menyuruhnya berbaring dengan kedua tangan di sofa bambu (yang sudah diganti) lalu aku angkat gaun yang dikenakannya ke samping, kutarik ke bawah celana dalamnya dan kuberikan lidahku dengan cepat, dia menjilat pantatnya.

Oh, dia… dia… agak pusing, sungguh bodoh. Saya kemudian mengarahkan p3nis saya ke v4ginanya dan,

“Sleeebbb… ya Tuhan…”
“Ahhh…”

Tika kaget dan sedikit meringis untuk melawan rasa sakitnya, namun itu hanya sesaat dan nafasnya mulai tidak menentu. Lima menit kemudian, sambil memegangi tepian ranjang bambu untuk “naik”, Tika menggeliat dan mengerang keras.

“Aahhh…”

Aku meraih pantatnya dengan kedua tangan, mendorong pantatnya maju mundur agar penisku bisa keluar masuk dengan leluasa. Lalu aku meremasnya sambil mencengkeram pantatnya saat penisku menyemburkan air mani.

“Ahhh…hh…ahhh…”
“Ketat… ketat… ketat…”

Cairan putih kental mengalir ke dalam vaginanya menimbulkan bunyi “ceplak-ceplak-ceplak”, tak puas aku terus mengejan hingga Tika hampir terjatuh jika pinggulnya tak kutangkap dengan kedua tanganku.

Antusiasme masa muda saya meningkat, saya terus menstimulasi dan menggairahkan. Penis saya yang awalnya pegal karena ejakulasi, lama kelamaan kembali kuat. Saya sangat ingin penis saya tidak kendur setelah ejakulasi. Aku memaksakan pikiranku untuk segera menemukan hasrat lagi.

Tika menggigit bibirnya, lemah sekali. Sendi-sendinya seperti patah, napasnya sulit. Rasa pusing menerpa kepalanya namun penisnya seakan tak mau berkompromi, cairan nafsu perlahan merembes ke dalam gesekan penis dan penisnya.
Tika tak kuasa menahan gelombang nafsu yang perlahan naik ke puncak kepalanya. Menyebar ke setiap ujung saraf dalam dirinya, jantungnya berdetak kencang, matanya melebar dan setiap otot di wajahnya menonjol, membuat wajahnya memerah.
“Akkk… hhhhhh…!”
“Crooot… crooot… crooot…”
“Ah…”

Pada saat yang sama kita diserang oleh keinginan tertinggi, pada saat yang sama kita tersesat di surga, pada saat yang sama kita tersungkur di atas kursi bambu dan seolah-olah dunia melayang. Tika terjatuh tak berdaya ke atas ranjang, membiarkan air mani mengalir ke selangkangannya di bawah pantatnya yang menggembung, ternyata dia tak sadarkan diri!

Di sekolah aku termasuk siswa yang biasa-biasa saja, sedangkan Tika masuk dalam kategori siswa “bodoh” alias “bodoh” dan masuk kategori cewek “tidak direkomendasikan”, tak heran aku agak “GR” dan hanya bermain-main saja. pedangku. Yang mengejutkan adalah saya belum puas sekali, setidaknya dua kali. Inikah manfaat seduhan teh tua? Mungkin lain kali ha..ha..

Cerita Sex Perawanin Teman Satu Kost – Sudah tiga bulan saya tidur dengan Tika, selama itu dia tidak hamil. Sulit dipercaya, membuatku ketagihan. Saya tidak punya waktu luang bersamanya ketika saya tidak berhubungan seks. Jujur saja aku menganggap Tika sebagai objek dan bukan subjek, ya, aku sadar kalau aku memang jahat.

Tidak jarang Tika menyelinap ke kamar saya sekitar jam 2 siang untuk meminta makanan saat orang tuanya sedang tidur siang. Ternyata apa yang kami lakukan siang ini tak lepas dari Bu Srini, teman kos saya yang merupakan seorang guru SD. Saya akan menceritakannya pada bagian tersendiri agar cerita ini tidak terlalu panjang. Kisah cinta perawan seorang teman pensiunan

Tanteseks.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *