LEON288

Cerita Sex Ngewe Ibu Sekretaris Desa Dan Anaknya

Cerita Sex Ngewe Ibu Sekretaris Desa Dan Anaknya

Majalah Dewasa – Cerita Sex Ngewe Ibu Pada waktu KKN di suatu daerah terpencil di JaTeng (Di suatu desa kecil yang belum terjangkau angkutan dari arah kota, bahkan untuk mencapai jalan raya yang dilalui mobil angkutan, harus berjalan kaki selama 2 jam), kukira warganya masih terbelakang dan kurang pergaulan. Maklum di salah satu dusun, yang dihuni sekitar 100 keluarga, hanya satu yang mempunyai TV dengan menggunakan aki. Tetapi kenyataannya lain.

Cerita Sex Ngewe Ibu Inilah pengalamanku hidup ditengah-tengah penduduk tersebut, tentu saja pengalamanku di bidang seks.Aku kebetulan menginap di rumah Sekdes, yang ternyata seorang ibu muda berumur aku taksir kurang dari 40 tahun. Kulit terasa halus, cantik dan halus. Benar-benar berbeda dengan kebanyakan orang di sekitarnya. Dan yang membuat saya tertarik adalah statusnya sebagai seorang janda beranak satu. Suatu siang, hampir malam, ketika aku baru pulang sekolah untuk berkonsultasi skripsi, aku mendapati rumah Mbak Yati (begitu kata sekretaris desa tempatku tinggal) tampak sepi. Badanku basah kuyup karena hujan dari jalan utama. Saya mendorong pintu dan tidak terkunci. Aku segera masuk ke dalam kamar, membuka seluruh pakaianku dan mengeringkan tubuhku dengan handuk. Tiba-tiba terdengar langkah kaki mendekati kamarku, aku mengintip ke balik tirai, Mbak Yati menghampiri kamarku. “Ini adalah sebuah kesempatan,” pikir saya.

Cerita Sex Ngewe Ibu Aku terus mengeringkan kepalaku dengan handuk sehingga mataku tertutup dan pura-pura tidak tahu kalau Mbak Yati mendatangi kamarku. Tanpa sengaja, penisku membesar. Menggantung di sana-sini saat tubuhku gemetar akibat gesekan keras di kepalaku. Memang Mbak Yati membuka tirai, tapi aku pura-pura tidak melihatnya, padahal dari pori-pori selendang aku melihat Mbak Yati dengan ekspresi sedikit terkejut. menatap wajahnya, tapi dia tetap diam. Sepertinya aku menaruh perhatian khusus pada organ vitalku yang semakin membesar di bawah tatapan Mbak Yati. Aku berpura-pura terkejut dengan melepaskan jilbab dari kepalaku.

“Aduh Mbak Yati, menurutmu itu siapa,” aku sengaja memperlihatkan auratku, aku merasa bangga memamerkan auratku di saat yang paling aku banggakan. “Kak Windu, kenapa kamu tidak datang dan bicara padaku,” katanya dengan cukup tenang, seolah dia tidak menganggapku aneh. . “Iya kak, aku baru sampai dan kehujanan.” “Oh, aku akan masuk angin. Aku akan mengambilkanmu minyak angin.” “Tidak perlu, aku takut panas.” “Iya, panas seperti itu lho.”

“Maksudku, aku takut kalau aku mengambil itu, panas sekali lho.” “Ah dik Windu yang melakukannya, apa yang kamu pikirkan, kenapa kamu menunjuk seperti itu”, kali ini Mbak Yati ingin melihat torpedoku, aku senang sekali. “Oh, besar sekali, Kak.” “Suatu kali aku mengukur 7 inci, kak,” aku menghampirinya. “Windu bisa, ukur saja semuanya,” aku meraih bahunya dan dia tidak berkata apa-apa. “Kenapa kamu diam saja, di mana anak-anak yang lain?” “Anu…Khan, aku akan menemui Bupati,” dia terdengar agak gugup dan terlihat seperti hendak mundur. Namun aku memeluknya, bahkan saat aku mencium pipinya, dia tetap diam. Aku melanjutkan dengan bibirnya, dia juga tetap diam.

Bahkan memberikan sambutan yang hangat.Kini Mbak Yati yang aktif menciumi tubuhku dengan gemasnya, aku diam saja, dan kulucuti pakaiannya. Ketika kubuka BH-nya, aku tertegun, payudaranya masih kencang dan mulus, ukurannya sedang. Perutnya ramping, cembung di bawah, sedikit di atas jembutnya. Mbak Yati terus menyerangku dengan kecupan-kecupan yang membuatku kelabakan dan jatuh ke tempat tidur karena terdorong oleh kuatnya desakan Mbak Yati yang sudah telanjang bulat itu. Aku hanya bisa memegang payudaranya sambil memijat, mengelus dan memelintir putingnya.Mbak Yati terus mengecup setiap inci dari tubuhku, dadaku, lenganku, perutku dan pahaku. Kejantananku yang sudah sangat keras dipegangnya terus seakan sudah menjadi hak miliknya saja. Titan Gel Murah Meriah

Cerita Sex Ngewe Ibu  Dikecupnya ujung kemaluanku, aku mengelinjang kegelian. Namun Mbak Yati tidak meneruskan. Sambil tersenyum manis ia berkata, setengah berbisik, “Nanti saja..” Sambil memeluk dan menciumku dengan hangat dan membalikkan posisinya sehingga aku berada di atasnya. Kini posisiku lebih leluasa, aku bisa pandangi kemolekan tubuh Mbak Yati, setiap senti dari permukaan tubuh itu kuciumi dengan penuh nafsu.

Nafas Mbak Yati makin memburu, lama kutempelkan pipiku pada perutnya. Perasaan senang luar biasa menyelimutiku. Sambil tanganku terus meremas-remas payudaranya. Kuturunkan kepalaku ke bawah, kuciumi paha sebelah dalam Mbak Yati, hingga sampailah ke jaringan lunak yang berada di tengah selangkangannya. Kujilati benda itu, hingga Mbak Yati menjerit kecil sambil mengangkat pantatnya tinggi-tinggi, seakan-akan menginginkan aku menjilatinya.

Liang kewanitaan Mbak Yati sudah sangat basah, aku terus menjilati daging kecil yang ada di bagian atas kemaluannya, yang menurutnya bernama “itil” ya mungkin bahasa kerennya ya “klitoris” itu.Setelah jenuh aku menjilati liang kewanitaannya, aku bersiap-siap mengarahkan batang kejantananku ke liang senggamanya, Dengan cekatan ia bimbing batang kejantananku hingga di depan gerbang kewanitaannya. Dengan sekali sentak masuklah kepala burungku. Tampak masih lumayan seret, sehingga tidak semuanya langsung bisa menghujam ke dalam liang kewanitaannya.

Cerita Sex Ngewe Ibu Setelah beberapa kali maju mundur barulah semuanya tenggelam hingga kurasakan ujung kemaluanku menyentuh dinding kewanitaannya yang paling dalam. Mbak Yati melenguh, menjerit dan makin memelukku dengan kuat. “Terus Dik.. terus Dik.. Tahan Dik, aku.. mau.. keluar, Ohh..” Dia memelukku dengan kuat sambil meluruskan kakinya, hingga batang kejantananku terasa terjepit. Dengan nikmatnya. Hingga akupun tidak tahan lagi membendung air maniku bertahan. Aku segera mencabut kejantananku dan kukocok-kocok hingga muncratlah air maniku di atas perutnya.Beberapa detik kemudian heninglah suasana di kamar itu.

Tampaknya hari sudah mulai malam, hujan terus turun dengan derasnya. Namun nafas Mbak Yati yang memburu dan tubuhnya terbaring dengan lunglai. Aku terlentang di sampingnya. Dia segera tertidur dengan kepala di atas perutku, menghadap ke kemaluanku. Akupun tampaknya terlena juga. Pada waktu Mbak Yati membangunkanku, untuk makan malam. Aku memakai piyamaku dan menuju ke ruang makan, Mbak Yati mengenakan daster yang tipis. Ketika kurogoh dari bawah dasternya, ternyata ia tidak memakai celana dalam. Mbak Yati mengelak dengan genit meskipun sempat tersentuh juga. daftar wedebet situs judi terbesar

Cerita Sex Ngewe Ibu Dalam percakapan selama makan malam, baru kutahu bahwa dia mempunyai anak perempuan yang sedang sekolah di Sekolah Pekerja Sosial di Semarang. Setiap minggu ia pulang ke rumah. Nani, anak Mbak Yati, memang manis dan supel. Pada suatu hari minggu ia memang datang dan aku sempat ngobrol dengan Nani. Waktu itu ibunya sedang ada tugas mendampingi Pak Kades menerima kunjungan anggota DPRD. Saking akrabnya aku ngobrol dengan Nani, hingga tidak canggung-canggung lagi ia masuk keluar kamarku maupun sebaliknya.

Bahkan ketika Nani memintaku untuk menulis skripsi, aku tetap tak segan-segan memasuki kamarnya. Saya tidak sengaja menemukan sebuah amplop kecil di mejanya. Saat saya buka, ternyata gambar tersebut adalah gambar pornografi berjenis XX. Nani hanya cuek saat melihat foto-foto itu. Saya tidak merasa bagian bawah saya mulai kesulitan. Tiba-tiba Nani bersandar di hadapanku sambil memandangi gambar-gambar porno. “Nani, kamu tidak memakai bra…” Aku sangat terkejut saat mendengar suara nakal itu dan melihat wajahnya begitu dekat dengan wajahku.

Dan yang lebih mengejutkan lagi, dalam posisi duduk ini, payudaranya yang tidak ditutupi bra pun terkulai indah. Aku segera meraihnya dan mencium bibirnya. Itu hanyalah tindakan yang mengikuti naluri dan refleks maskulinku. Nani menjawab tidak ingin kehilangan nafsu makannya. Aku melepas kausnya dan mencium putingnya yang kecil tapi panjang, seperti puting ibunya. Dan aku melepas semua bajunya, akhirnya celana dalamnya. Aku menjambak alat kelaminnya, rambutnya masih tipis sehingga kita bisa melihat dengan jelas bagian vagina wanita yang berwarna merah muda.

Dia memasukkan tangannya ke celana pendekku. Begitu dia menemukan penisku yang sudah sangat keras, dia melepaskan dirinya dan menarikku ke tempat tidur. Saya menanggalkan pakaian sampai saya benar-benar telanjang. Aku berbaring telentang di tempat tidur, memberi kesempatan pada Nani untuk menikmati bagian tubuhku yang sangat aku banggakan itu. Benar saja, dia dengan cepat meraih penisku dan menghisapnya.Meski masih belum terlalu profesional, aku tetap menghargai keberaniannya.3

Barangkali ia hanya ingin mempraktekkan apa yang pernah ia lihat pada foto porno. “Jangan kena kena gigi,” seruku ketika giginya menggesek ujung kemaluanku, yang membuatku nyengir. “Eh sorry, Mas..” Lalu ia jilati seluruh permukaan batang kejantananku, hingga kedua pelerku tidak luput dari serangan ini. Aku hanya meringis menikmatinya.Setelah tidak ada lagi variasi darinya memperlakukan kemaluanku, kubimbing dia untuk terlentang. Ia menurut ketika kubuka pelan-pelan pahanya, kini dengan jelas liang kewanitaan yang manis bentuknya itu. Ketika kusibakkan, kulihat warna merah menantang, sedangkan lendirnya sudah banyak mengalir ke sprei batiknya.

Cerita Sex Ngewe Ibu Posisiku sudah siap untuk menyetubuhinya. Batang kemaluanku sudah tepat di depan mulut liang kewanitaannya.“Nan, masih perawan nggak, aku masukin ya?” pintaku. Nani tidak menjawab namun dengan kuat ia menarik bokongku, hingga amblaslah batang kejantananku memasuki wilayah terlarangnya. Memang baru separuh, sempit sekali, aku hampir tidak tega ketika Nani meringis sambil memejamkan matanya. “Kenapa Nan, Mas cabut ya..” “Jangan,” bisik Nani sambil menjepit punggungku dengan kedua kakinya.

Kugerakkan maju mundur pelan-pelan, karena sempitnya liang kewanitaannya. Membuat Nani mengeleng-gelengkan kepalanya kekiri dan kekanan hingga sebuah jeritan panjang. Namun segera kuciumi mulutnya agar jeritan itu tidak terdengar tetangga.Orgasme Nani lama sekali, seperti orang kesurupan, kepalanya kupegangi kuat-kuat agar mulutnya tidak lepas dari ciumanku. Sehingga suara jeritan itu tertelan sendiri. deposit pulsa tanpa potongan

Cerita Sex Ngewe Ibu Badannya kejang, pelukannya kencang sekali. Akhirnya tumpahlah kenikmatan Nani. Aku sangat gembira bisa memuaskannya. Biarpun maniku belum keluar, aku puas sekali. Nani tertidur, aku segera berpakaian, dan dengan berjingkat ke arah kamarku dekat kamar Mbak Yati. Di depan kamar Mbak Yati kudengar suara, saat kusingkap dan aku terkejut ternyatan ada Mbak Yati.

Aku ketakutan dan hampir tidak bisa bicara. Dengan suara seadanya aku mendesis, “Oh, Mbak kok sudah pulang.” Tidak kusangka Mbak Yati tersenyum manis, mendekatiku dan mencium bibirku. “Jangan buat anakku hamil, ya.” “Jadi, Mbak tahu kalau akau habis begituan sama Nani?” “He eh, anak sekarang memang lain dengan jaman saya dulu, baru kenal sudah tidur bareng.” Aku hampir tidak percaya ini, kemaluanku masih belum lemas, karena memang belum keluar.

Cerita Sex Ngewe Ibu Mbak Yati tahu itu. Ia lepaskan celanaku dan segera dihisap-hisapnya kejantananku dengan lihainya hingga keluarlah maniku ke dalam mulutnya. Mbak Yati tersedak, dan segera menuju dapur meminum air kendi. Aku hanya bengong saja. Lama tidak bergerak dari tempatku berdiri. Kemaluanku tergantung dengan santainya.

cerita hot ibu,cerita hot mama,cerita ibu selingkuh,cerita mama,cerita mama hot,cerita mama selingkuh,cerita mesum ibu,cerita mesum mama,cerita sedarah mama,cersek ibu,cersex mama,mama sange,ml sama mama,ngetot mama

Tanteseks.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *