LEON288

Cerita Sex Ngentot Ketika PKL Di Hotel

Cerita Sex Ngentot Ketika PKL Di Hotel

Majalah Dewasa – Cerita Sex Ngentot Ketika Kisah ini berawal dari tahun 2016, saat itu gw masih berusia 19 tahun, sedang melakukan praktek kerja lapangan di salah satu hotel di Bandung. Oia …. nama gw indra. PKLnya oleh personalia hotel, gw ditempatkan di bagian front office sebagai receptionist. Salah satu karyawati (receptionist supervisor) namanya Yanti, tapi semua orang memanggilnya Teteh.

Usianya saat itu 28 tahun, sudah menikah tapi belum dikaruniai seorang anakpun. Wajah teteh tidak terlalu cantik, tetapi good looking (seperti kebanyakan typikal seorang wanita priangan).Ukuran dadanya sedang tapi padat, tetapi pinggulnya penuh (body gitar kalee).

Cerita Sex Ngentot Ketika Yang paling gw suka dari teteh adalah tidak seperti kebanyakan cewek pada umumnya yang senang bergosip ria, teteh tidak banyak bicara. Jika berbicara tutur katanya sangat halus, pelan namun sangat tegas, dan sangat dihormati oleh bawahannya. Jika selesai bertugas (lepas uniform) pakaiannya pun sopan dan tertutup, selalu memakai celana panjang. Dan dibalik kemeja atau baju atasannya selalu dilapisi kaos dalam sehingga makin menyembunyikan BHnya.

Selama gw PKL, teteh sangat banyak membantu. Jika dalam satu shift hanya kita berdua, gw terang-terangan bicara sama teteh kalo gw suka sama teteh. Dan teteh hanya tersenyum “Gak boleh … teteh sudah ada yang punya” tegasnya.

“Teh … kalo putus sama si Akang, hubungi aku yah” gw selalu menggoda. Dan teteh hanya tersenyum.

Cerita Sex Ngentot Ketika Dua bulan kemudian teteh di mutasikan ke Sales Markering Dept. bersamaan dengan selesainya PKL gw. Dua minggu seterusnya, setelah meng-collect data-data atau bahan-bahan untuk makalah di kampus, gw pamit sama teteh.

“Teh … aku mau pamit, terima kasih buat bimbingannya selama aku praktek disini yah … dan maafin kalo selama ini aku sering menggoda teteh” kata gw diplomatis.

“Gak papa ndra … teteh senang bisa bantu kamu. Kapan pulang ke Jakarta ?”

“Besok” sahutku.

“Bareng aja sama teteh. Besok teteh dinas ke Jakarta, dapat tugas untuk sales call selama 3 hari di Jakarta … naik mobil kantor”

Besoknya gw pulang ke Jakarta ikut sama teteh, naik mobil espass. Gw di depan sama sopir, teteh sendirian di belakang. Selama di perjalanan kami ngobrol, setiap kali gw nengok ke belakang (saat ngobrol) yang terlihat adalah kaki teteh yang putih mulus dengan betis yg sangat ranum (slurupp). Terkadang jika dia merubah posisi duduknya, terlihat paha mulusnya (duh … kecian neeh adik gw, mencuat/melengkung di sangkarnya).

Singkat kata kami tiba di hotel pukul 16.00 (saat itu perjalanan Bdg-Jkt memakan waktu kl 4 jam).

“Teh … bolehkan aku antar sampai teteh c/i di kamar”

Cerita Sex Ngentot Ketika Teteh hanya tersenyum. Udara Jakarta yang panas, ditambah AC mobil yang tidak maksimal, membuat badan teteh dibanjiri keringat. Gw kasihan melihatnya, dan saat itu dalam lift (walaupun berAC) teteh sibuk melap keringat di wajahnya dan leher memakai tissue …. Ya ampun, itulah pemandangan terindah yang pernah gw lihat … badan gw menggigil, napas gw sesak, napsu gw naik … tapi apa daya. (sementara adik gw masih menggeliat-geliat dalam sangkarnya, minta belaian kalee yak ?).

Setelah semua lagguagenya teteh sudah gw taro di lemari, gw langsung pamit.

“Teh … aku pulang dulu yah (sambil cipika cipiki), minta kenang-kenangan dong” candaku. Titan Gel Murah Meriah

“Nih … satu kecupan di kening” kata teteh sambil kecup kening gw. Sekali lagi badan gw menggigil, bau badan khas wanita, membuat libidoku naik. Dan tanpa basa basi kucium bibirnya. Teteh melonjak kaget, dan meronta-ronta.

“Jangan…jangan…jangan” gumam tak berdaya. Punggungnya menempel ke dinding dekat pintu keluar. Teteh yang berbadan kecil berusaha keras untuk melepaskan diri. Mulutku menyedot dengan panik dari bibirku ke leherku dan sampai ke telingaku. Badan masih bergetar hebat. Lalu bibirku kembali tertutup…perlawanan mulai mereda. Detak jantungnya tampak tidak teratur. Bibirnya perlahan terbuka dan lengannya melingkari leherku. Napasku mulai menjadi lebih cepat. Tanganku mulai berani meremas gundukannya di bawah kemejanya (kemudian aku mengetahui bahwa aku mengenakan kaos yang terlihat di balik kemejanya). Teteh sudah mulai pasrah dan mengikuti hisapan bibirku, lidahnya mulai menari-nari dan melilit lidahku. Dengan punggungnya masih menempel ke dinding, aku mengangkat kedua tanganku ke atas kepalanya. Di bawah ketiaknya terdapat bulu-bulu halus, tidak tebal… dan aroma agak manis khas wanita masuk ke dalam hidungku… saat aku mengendus ketiaknya. Kisah Seks Sialan Saat Teteh menjadi semakin agresif dan rela membiarkan saya melepas semua pakaian atasnya. Sengaja aku tidak melepas bra hitamnya, hasrat seksualku semakin kuat karena aku masih melihat bra hitamnya. Detak jantung kakakku yang cepat menjadi semakin kuat saat sebuah tangan lembut mulai membelainya. Tiba-tiba aku membuka celana dan ujung kemeja yang kupakai. Adikku bertepuk tangan gembira saat tanganku yang lembut mempermainkannya, memijat, menggoyang-goyangkan, bahkan buah zakarku pun tak luput dari permainan tangannya. Teteh mulai menjadi agresif… tidak seperti kehidupannya yang biasanya tenang dan damai. Tubuhku telanjang bulat dan gaunku terbang entah kemana. CD hitam berukuran sedang selalu muncul di tengah. Sengaja aku meminta istriku untuk tidak membuka CD dan bra itu dulu. Putingnya yang berwarna coklat tidak memungkinkan bibirku untuk menghisapnya, begitu pula bukit-bukit yang meremas tanganku, bergantian dengan bibir puting yang menghisap putingku. Seks sialan saat “Ndra…peluk dadanya…oh…ahh” rintih Teteh sambil menggandeng tanganku ke selangkangannya. CDnya mulai basah… Tanganku mulai meluncur ke rambut lembut Teteh, sementara tanganku yang satu lagi memainkan pantat Teteh. Bibirku mulai menelusuri ke belakang telinganya. Bibirnya mulai menjilati leherku, sesekali berhembus ke telingaku.

“Ayo, kita taruh kamu di sofa,” dia tetap membawaku ke sofa. Teteh menyuruhku duduk dan Teteh duduk di mimbar di hadapanku. Saya mulai melepas branya…Saya terus meremas pipinya yang tebal dan matang dan menghisap putingnya yang lain. “ooohh…ndra…. geli…ndra”

“Oh….teh…masukkan…teh” lalu aku berdiri beberapa saat sambil membuka CD-nya. Setelah mengeluarkan CD, aku menciumnya… Baunya yang khas semakin meningkatkan hasrat seksual saya. Bulu-bulu halusnya masih tampak kusut di selangkangannya berkat tanganku yang mengacak-acaknya. Teteh berteriak kegirangan “oh…ohhh…ahhh, masukkan, aku tidak tahan lagi” erangnya.

Aku mencoba menembus adikku berkali-kali, tapi aku selalu gagal… dan aku selalu gagal. Teteh tidak bisa menunggu lebih lama lagi, dan akhirnya membimbing adikku ke dalam tubuhnya. Ya ampun… oh akhirnya. Saya tidak pernah membayangkan dalam hidup saya nikmatnya melihat seekor burung terbang ke dalam vagina saya. Saya hanya berteriak…dan mulai menggerakkan pantatnya…terkadang ke atas dan ke bawah, terkadang berputar-putar. Satu demi satu gesekan, kami terbang sangat jauh. 10 menit telah berlalu…. Bandar togel online terpercaya

Teteh meraih pantatnya dan menarikku ke tempat tidur. Badan tetap dalam posisi terlentang, kaki direntangkan.

“Ayo … ndra … ayo masukin … cepat”

Cerita Sex Ngentot Ketika Gw mulai memasuki tubuhnya …. mulut kami berpagutan dan lidah kami saling membelai. Pinggul gw mulai naik turun dengan cepatnya mengimbangi putaran pantatnya teteh … sehingga terdengar bunyi ciprakan, akibat kocokan batang gw pada kemaluan teteh. Gerakan teteh mulai liar, kedua kakinya dilingkarkan ke pinggang gw.

“ooohh… ndra …. sssshh ….ohhh …. awww” teteh makin meracau sambil menggigit bibir bawahnya.

Cerita Sex Ngentot Ketika Sambil terus meremas dan kadang-kadang menggigit putingnya … gerakan gw pun terbawa liar.

“ndra …. kocok teruzzzz ndra …. teteh mau keluar”

Gw makin mempercepat tempo dan agak kasar. Masih terdengar erang kenikmatan dari mulut teteh.

“ohhh … ooohh …. ndra ….yang keras …ndra”

Kemudian kurasakan sensasi yang luar biasa, sepertinya kami akan mencapai bersama-sama, dan Ooooh…. CRett .. crett ….cret …. seperma gw muncrat didalam kemaluannya teteh. Bersamaan dengan terdengarnya jeritan kenikmatan dari mulut teteh “Ndraaaa …. ooh … ohhhh”.

Cerita Sex Ngentot Ketika Sejak saat itu, gw gak pernah lagi bertemu dengan teteh, bahkan komunikasi via telponpun gak pernah. Jika ditelpon ke kantornya … selalu menghindar. Berbagai maca pesan pun tidak pernah dibalasnya. Akhirnya gw nyerah dan berusaha untuk melupakan teteh.

Tujuh tahun kemudian, tanpa diduga gw bertemu teteh dalam suatu seminar di Jakarta. Rupanya teteh sudah lama tidak bekerja di hotel. Teteh masih seperti yang kukenal 7 tahun yang lalu. Teteh yang kalem dan tidak banyak bicara. Teteh yang tidak pernah meninggalkan senyum khasnya.

“apa khabar ndra ? Berapa tahun yah kita tidak bertemu ?”

“Teteh sendiri bagaiman khabarnya ?” gw malah balik bertanya.

Iiihh… gemes banget deh (dalam hati gw). Adik gw bisa mencium bau yg pernah dikenalnya, karena seketika itu juga langsung bangun.

Disela-sela coffee break dan lunch, kami banyak menghabiskan waktu dg obrolan-obrolan yang ringan, sambil menanyakan kegiatan masing-masing, tanpa menyinggung kejadian di kamar hotel itu.

Cerita Sex Ngentot Ketika Seminar hanya satu hari, tapi karena selesai pukul 19.00, teteh menginap di hotel yg sama dg tempat seminar. Katanya gak mungkin kalo pulang ke Bandung malam itu juga. “Ndra … besok antar teteh ke gambir yah …” Gw mengangguk dan berharap lebih dari sekedar mengantar.

“Teh … selesai seminar, kita jalan-jalan yuk !!” timpalku.

“Nggak ah .. teteh mau istirahat aja di kamar” katanya.

Selesai seminar, gw memaksa untuk mengantar teteh ke kamarnya. Teteh menolak keras. Tapi setelah di desak dan berjanji tidak akan macam-macam, akhirnya teteh mau.

Para peserta seminar turun memakai lift menuju lobby, tetapi kami berdua naik lift ke atas menuju lantai 15. Di dalam lift kami diam membisu. Namun tanpa diduga … teteh menubruk gw dan menempelkan bibirnya dibibirku. Dengan cepat gw bisa menguasai diri dan mengimbangi serangan teteh. Tangan kiri teteh masih mendekap map seminar sementara tangan kanannya memegang kepala gw. Tangan kiri gw melingkar pinggangnya dan tangan kanan gw meremas pantatnya. Alamaak … teteh gak pakai Celana Dalam.

Cerita Sex Ngentot Ketika Aktifitas kami berhenti ketika bel lift berbunyi di lantai 7. Rupanya ada 2 orang tamu lain yg akan menuju lantai 12. Dada gw masih deg-degan gak karuan, jakun gw naik turun. Setelah orang tersebut turun di lantai 14 … gw hendak bergerak lagi, tetapi ditahan teteh.

“Teh… sejak kapan kamu tidak memakai celana dalam?” tanyaku pelan. Teteh hanya tersenyum…menggoda.

“Ini… Ndra, ambil kunci kamar dari saku Teteh,” kata Teteh santai. Aku mulai mencari kunci di sakuku… Bagus… Malah aku menemukan celana dalam teteh berwarna hitam dan berenda. Aku mengeluarkan CD dan menarik napas, aroma khas wanita membuat hasrat seksualku memuncak hingga ke paru-paruku.

Cerita Seks Saat “Hei…mana kuncinya?” Kata Teteh sambil menuju ke pintu kamar. Aku sedang sibuk membuka pintu kamar. Keinginan kami berdua sudah tidak bisa dibendung lagi. Ketika pintu di belakang kami tertutup, kami berdua langsung terlibat pertarungan sengit. Tas, arsip, sepatu, pakaian, dll. tersebar di dekat pintu. Bibir kami bersentuhan, tanganku membelai tubuhku, tanganku meraba kesana kemari. Saya 100% telanjang saat masih mengenakan bra hitam, tetapi cupnya terlepas.

Teteh itu…berbeda dengan teteh sekarang, dulu masih digunakan seperti biasa, namun sekarang…… Aku mengerang bahagia saat penisku berada di tangannya dan bergerak keluar masuk bibir vaginanya. Kadang dia menghisapnya, kadang dia menjilatnya. situs slot deposit dana pulsa

Aku melepas branya seluruhnya… Aku mengangkat branya yang masih jongkok dan asyik bermain ke atas ranjang. Posisi kami adalah 69. Masih di bawah, aku masih menghisap penisku, dan di atas aku mulai menjilati kemaluannya. Aroma teteh (bau harum, sepertinya auratku dirawat banget) mulai memenuhi hidungku.

Cerita Sex Ngentot Ketika 10 menit berlalu … posisi kami berubah. Masih rebahan di tempat tidur …. teteh membelakangi gw …. dan gw penetrasi dari belakang. Tangan gw meremas-remas dan memelintir putingnya teteh. Pantat teteh bergerak memutar kadang-kadang naik turun ” ooohhh ndra…enak banget ndra” erangnya. Ganti posisi lain ndra” Gumam teteh sambil melepaskan adik gw. Kemudian Teteh menungging …. tanpa disuruh gw masukin kemaluannya teteh. Berbagai macam style udah kita cobain.

“Ayo kak… aku tidak tahan lagi… aku ingin keluar,” erangnya

Berbaring telentang dengan kaki terbuka lebar. Batangku mengenai kemaluan Teteh. Gerakan kami berirama, pantatku naik turun, pantatku berputar. Semakin liar… dan semakin tak terkendali.

Cerita Sex Ngentot Ketika Dan akhirnya …. Ahhhhh …. Crett…cret…cret. Semprotan air mani gw begitu kuatnya … hingga membuat teteh menjerit kenikmatan … karena bersama-sama mencapai puncak asmara. Tubuh kami terkulai lemas diatas tempat tidur….. Tak puas-puasnya gw mencium bulu-bulu halus dibawah ketiak teteh. Setelah mandi … kami turun ke coffee shop untuk makan. Selesai makan tanpa membuang waktu kami kembali ke kamar ……. sambil berjalan bergandengan, teteh membisiki gw ….. “Ndra….. teteh gak pake celana dalam …..

cerita hot di sekolah,cerita hot sekolah,cerita hot sma,cerita hot smk,cerita mesum di sekolah,cerita ml sma,cerita sma hot,cerita smp,cersex anak sekolah cersex anak sekolah,cersex sma,ml di sekolah,ngesex di sekolah,sek sma,sma sek

Tanteseks.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *