LEON288

Cerita Sex Ngentot Dengan Supir Pribadiku Begitu Nikmat

Cerita Sex Ngentot Dengan Supir Pribadiku Begitu Nikmat

MajalahDewasa – Cerita Sex Ngentot Dengan Supir Pribadiku Begitu Nikmat, kisah nyataku masih terjadi antara aku dan Pak Warso. Pakwarso adalah supir pribadiku yang sudah lama bekerja di rumahku. Sore itu Pak Warso mengajak saya ke kantor notaris, karena ada yang harus saya urus ya?

Aku sedang duduk di kursi belakang dan tiba-tiba aku melihat ke arah Pak Warso, sopir keluargaku. “Hhmmmm…ternyata dia juga bisa, badannya kuat dan berotot, apa lagi…dia pasti seorang dewi”, pikiran-pikiran kotor mulai bermain di benakku.

“Pak Warso…sudah berapa lama menikah, kenapa belum juga dikaruniai anak?” kataku

“Umurmu 16 tahun,” jawabnya singkat

“Kenapa kamu tidak punya anak…Pak Warso tentu motivasinya kurang,” kataku dan mulai menunjuk.

“Siapa bilang bu… kasurku paling bagus… istriku kadang malah minta sesuatu untuk ditangisi” jawabnya

Pak Warso dan saya selalu suka ngobrol terus terang, tapi baru kali ini berujung ngobrol di ranjang.

“Aahh…aku tidak percaya pak,” jawabku

“Apakah kamu ingin aku membantumu…agar kamu percaya,” jawabnya sambil tetap mengemudi. Pikiranku semakin tidak tenang membayangkan tangan Pak Warso membelai setiap jengkal kulitku.

“Tidak pak, laki-laki itu mulutnya berisik…dia tamu tak diundang…dia bahkan tidak diundang masuk, dia sudah keluar,” jawabku agak menantang.

“Bu…kalau saja ibu bukan pemilikku, pasti ibuku sudah memperkosaku sejak lama,” jawabannya mengagetkanku.

Nikmatnya Seks dengan Sopir Pribadi – Sekembalinya dari kantor notaris, pikiran saya masih memikirkan perkataan Pak Warso.
Saya ingin menikmati tonjolan di bawah ritsleting saya.

“Pak, tolong beli ini… pakai uang bapak dulu, nanti saya tukarkan,” kataku sambil menyodorkan selembar kertas yang sebenarnya bukan kertas pembelian melainkan tulisanku menantangnya. “Pak..AKU TUNGGU KAMU BERANI BERSAMA SAYA..KALAU KAMU LAKI-LAKI BUKTIKAN”
Saya menulis di atas kertas. situs togel online wedebet

Aku berjalan menuju meja makan setelah memberikan catatan singkat pada Pak Warso. Aku duduk di meja makan menghadap ruang tamu. Rumah saya selalu sibuk, mengetahui bahwa cucu-cucu saya dan orang tua saya juga tinggal bersama saya. Tiba-tiba, aku merasakan tangan yang kuat mencengkeram dadaku, meremasnya dengan keras, dan aku bisa dengan jelas mendengar suara terengah-engah di telingaku.

“aaahhhh…kau ingin aku menidurimu di mana…bilang…hhhhmmmm…” ucapnya sambil terus mencium telingaku dan meremas payudara montokku.

“ssshhhh…aaahhhh pak…lanjutkan…enak” jawabku sambil mulai menyentuh bibirnya, aku semakin horny seiring dengan turunnya tangan Pak Warso ke laki-lakiku. Saya menjadi gila ketika mendapat rangsangan ini.

“ooohhhh….hhhhmmmm….teruskan pak….ayolah pak, lanjutkan” lalu tiba-tiba aku merasakan tekanannya mereda saat dia menghilang di belakangku. Saya sangat kecewa, saya masuk ke kamar dan menutup pintu.

Cerita Sex Ngentot Dengan Supir Pribadiku Begitu Nikmat – Keesok hari nya aku sengaja nggak ngomong apa apa ke pak warso, aku masih marah soal semalam. Dalam perjalanan ke kantor, saya tetap diam.

“Maaf Bu, berakhir seperti ini” tiba-tiba membuka pembicaraan.

“Tidak apa-apa pak, kalau tidak bisa menyenangkan semua orang tidak perlu banyak bicara,” jawabku datar.

Namun tiba-tiba mobil itu meninggalkan kantor saya menuju pinggiran kota.

“Pak, mau kemana? Nanti aku terlambat,” protesku.

Mobil terus melaju ke utara hingga mendekati pantai. Sepuluh menit kemudian, Pak Warso membelokkan mobilnya menuju sebuah hotel. Dalam hati aku tertawa sendiri. Setelah memesan kamar, Pak Warso mengembalikan mobilnya dan memarkirnya di depan salah satu kamar. Hotel ini bagus banget karena mempunyai kamar yang indah dan empuk dengan harga yang tidak terlalu mahal. Pak Warso membukakan pintu mobil, aku pura-pura diam tak menghiraukannya. Lalu Pak Warso menarik tanganku ke dalam kamar hotel. Saat aku masuk kamar, sebelum aku sempat berkata apa-apa, Pak Warso memelukku erat dan menciumku dengan mesra.

“aaahhh…pak…ooohhhh…” desahku sambil membalas ciumannya, lidah Pakwarso bermain-main di mulutku.

“Sekarang kamu boleh minta apa saja, aaaaahhh… Aku sudah lama ingin bercinta denganmu,” kata Pak Warso di sela-sela ciumannya. Tangan Pak Warso meremas klitorisku dengan kasar, tekanan brutal itu semakin membuatku gila, tubuhku meliuk bak penari anggun.
Tangan Pak Warso mulai bergerak turun ke perutku…menyentuh pantatku yang kokoh.

“Nyonya… aaahhh… aku sudah lama menunggu momen seperti ini… ssshhh… aaahhh… aku akan menyenangkanmu ya?” Kata Warso, terus cium aku. Ciuman itu berpindah ke dadaku saat tangan kanan Pak Warso mulai meluncur ke bawah gaunku. situs gacor terpercaya

“Ooohhh…pak…ssshhhh…lanjutkan pak…puas hari ini” gumamku

“Aku milikmu hari ini…aaahhh…teruskan pak…teruskan…” kata-kata tak terkendali itu terucap begitu saja. Cerita Sex Ngentot Dengan Supir Pribadiku Begitu Nikmat Pak Warso melepas baju kerjaku, melepas rokku, lalu membuangnya. Saya didorong ke dinding.
Pak Warso masih berciuman dengan intens, mencium payudaraku yang masih terbungkus bra, kulihat mereka bergerak-gerak tanpa henti.

“Bu…kamu cantik sekali, badanmu cantik sekali…aku ingin menikmati indahnya tubuhmu”, gumam Pakwarso sambil tangannya melepas kaitan bra-ku, tiba-tiba payudaraku yang montok menjadi sasaran incaran Pak Warso. Bahasa.

“Lanjutkan pak…hisap pak…hisap terus…gigit…puting pak,” kataku.

“OOohhh…cantik sekali…aaahhh…susumu enak sekali bu”

“Ayo pak… cepat pak, nikmati tubuh saya… isap payudara montok saya.”

“aahhhkk….oooohhhh….” Aku menjerit saat Pak Warso tiba-tiba menyentuh bagian paling sensitifku.
Tangan Pak Warso membelai vaginaku yang basah.

“Pak…lanjutkan…aaahhh…masukkan jari anda pak…ayolah pak…” aku memohon padanya.

Pak Warso berjongkok di hadapanku, menarik paha kananku dan meletakkannya di bahunya, lalu Pak Warso dengan rakus menjilat vaginaku.

“ooohhh…pak…oh iya…ahhhh…silakan pak…jadi julurkan lidah anda pak”

“Hhmmm… vaginamu enak sekali bu… ahhh… itu intinya bu… aku akan mengisimu sayang,” kata Pak Warso.

“Iya pak..sederhana pak..iya pak..lanjut pak”

“ooohhhhhh……….aaaaaahhhhhh….aaaaahhh….ahhhh…pak saya…saya…oohh…paaaak..saya…” dengan pinggulku yang menghentak kuat, tanganku menekan keras kepala Pak Warso, badanku mengejang, kakiku bergoyang. , sambil aku melemparkan bongkahan batu yang sangat berat dari perutku. Aku orgasme pertama kali, kakiku masih gemetar, Pak Warso tahu aku tidak kuat berdiri, dia membawakanku keranjang. Dia kemudian menelepon layanan kamar untuk memesan jus jeruk favoritku.

Pak Warso kembali menciumku, mencium bibirku, sekali lagi aku dipermainkan nafsuku, kali ini aku lebih agresif, aku membalas ciuman Pak Warso dan tanganku membelai bahu Pak Warso.
Ciumanku meluas ke telinga Pak Warso, lidahku kuusap ke telinga Pak Warso, lalu ciumanku turun ke leher Pak Warso. Pak Warso menghela nafas. “Aaahh…cium terus aku sayang sampai kamu puas,” ucapnya tergagap

Tangan Pak Warso membelai payudaraku, meremas dan memelintir putingku yang sudah mulai mengeras.

Cerita Sex Ngentot Dengan Supir Pribadiku Begitu Nikmat – Tanganku mulai bergerak ke arah pinggang Pak Warso, aku segera melepas ikat pinggangnya dan menurunkan celana Pak Warso. Tonjolan itu terlihat jelas di balik celana dalamnya. Aku berjongkok di hadapan Pak Warso, perlahan menurunkan celana dalamku dan…oh, besar sekali, gumamku. Aku mengunyah dada Pak Warso yang keras seperti batangan besi. situs depo dana pulsa

“ooohhhh…hisap terus sayang…ya…ya…ohhh…aaahhhh” rintih Pak Warso

“aaahhh…..teruskan sayang, aku hampir kehabisan tenaga…aaahhhh”

Aku menghisap dan terus membelai lidahku di kepala merah mengkilat itu lalu menjulurkan lidahku ke dalam lubang indah itu. “Eeemmmm…pak…aaahhh penismu jelek sekali”, rintihku sambil terus menyentak batang tubuh Pak Warso dengan bibirku, kuhisap dan mainkan buah zakar yang menggantung itu.

“aaahhhh…..aaahhhh…” desah Pak Warso sambil aku menghisap buah zakarnya.

Pak Warso meraih bahuku dan mendorongku ke tempat tidur. Aku berbaring telungkup di tempat tidur, separuh tubuhku tergeletak di tempat tidur, kakiku menjuntai di lantai.
Pak Warso merentangkan kedua kakiku lebar-lebar, lalu dia membungkuk sedikit sambil memukulkan tongkat pada pantatku yang bengkak.

“Aaahhh…pak…ayolah pak…saya sudah tidak tahan lagi, jangan main-main dengan saya pak,” ucapku dengan suara memohon.

Pak Warso membalikkan tubuh saya, lalu Pak Warso memasukkan tongkat merah itu ke dalam lubang vagina saya.

“aaahhhkkkk…sakit pak…sakit…” teriakku saat ayam beruang itu mencoba menembus, aku menggunakan kakiku untuk mendorong kaki Pak Warso agar menjauhkannya.

Pak Warso kemudian berjongkok di depan vaginaku dan menjulurkan lidahnya ke bibir vaginaku.

“aaahhh… tuan… oooohhh… lanjutkan tuan… lanjutkan tuan…”
“Aku akan mengembalikannya sayang,” kata Pak Warso
Aku tidak merespon, hanya menunggu batang itu menembus vaginaku yang haus kenikmatan. “aaaahhhhkkkk…pelan-pelan pak…oh…sakit pak…sakit…” rintihku

Pakwarso perlahan dan pasti mendorong penis besarnya ke dalam vaginaku.

“Ooohhh sayang…kencang sekali…seperti perawan…aaahhh”

Pak Warso sudah melangkah jauh-jauh. Dia terdiam beberapa saat, menunggu vaginaku yang basah menerima ayam besar ini.

“Iya pak… ya… ya… lanjutkan pak… lanjutkan… ambil dalam-dalam pak… ooohhh”

“Sayang, vaginamu enak sekali… vaginamu enak sekali… Aku akan menidurimu sayang… Aku akan memuaskanmu,” kata Pak Warso.

“Ooohhh pak, lanjutkan pak… kemaluan anda besar sekali dan enak… oh ya… ya… ya…” Aku tergagap di sela-sela dorongan ayam Pak Warso.

Pak Warso mengeluarkan penisnya dan memintaku untuk berbaring di lantai, ditutupi selimut, dia memintaku untuk berbaring. Pak Warso melipat penutup mata dan mencium pantatku, lalu melebarkan pipi pantatku. Lidah Pak Warso meluncur melintasi anusku.

“ahhkkk… pak… ooohhh… lanjutkan pak… ya… jilat pak… ayo jilat terus anus saya pak.”

“Emmm…enak sekali sayang…aku sangat suka anusmu yang cantik”, kata Pak Warso

Pak Warso lalu berdiri dan mulai menyodorkan kemaluannya, kenikmatan yang tiada tara membuatku menggeliat dan menendang dengan dorongan demi tusukan ayam Pak Warso.

“Ayo pak…ayolah pak…lebih keras…ooohhh…aaahhh”

“Pak saya mau cum pak…aahhh…ayolah cepat pak…berisik pak, lalu colek vagina saya pak…persetan dengan saya keras pak…ayolah , pak, saya mengoceh

“Iya sayang, aku juga mau keluar…aaahhh…”

“Pak…oooohhhh…aaahhhh saya di luar…c…saya…saya di luar paaak” dengan langkah mundur yang besar dan Pak Warso dengan langkah maju yang besar, saya merasa seperti ayam itu menembus anusku.

“aaahhhhhh……..sayang….ooooohhhhh….oooohhhhh” rintih Pak Warso diiringi rasa panas di vaginaku. Kami berdua ambruk ke tanah…menikmati sisa kenikmatan surga di bumi. Seks dengan sopir pribadi saya sungguh nikmat

Tanteseks.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *