LEON288

Cerita Sex Memperawani Gadis Tomboy

Cerita Sex Memperawani Gadis Tomboy

MajalahDewasa – Cerita Sex Memperawani Gadis Tomboy Namaku Yanto umurku sekarang 33 th. Kisah ini adalah kisah nyataku yang aku alami bersama dengan anak tetanggaku sekitar 10 tahun yang lalu. Saat itu saya masih kuliah dan Ayu, sebut saja begitu, berusia sekitar 18 tahun dan baru saja lulus SMA.

Ayu adalah sosok yang mudah bergaul dan mudah bergaul dengan siapa pun. Jadi semua orang di lingkungan tempat saya tinggal mengenalnya. Selain itu, Ayu juga aktif dalam berbagai kegiatan di lingkungan kita, seperti karang taruna, dan beliau selalu terpilih sebagai ketua panitia pada setiap kegiatan di lingkungan kita.

Sifat aktif memihak manusia. Sifat lain yang sulit dipisahkan darinya adalah ia adalah seorang yang tomboi, meski sering marah-marah jika dipanggil seperti itu.

Sikap Ayu kepadaku sama seperti sikap kakakku. Dia sering datang ke rumah saya hanya untuk ngobrol dengan keluarga kami. Dan dia melakukan hal yang sama dengan tetangga lainnya. Karena dia sangat mengenalku sehingga dia sering keluar masuk kamarku hanya untuk membangunkanku dan mengajakku bercanda atau terkadang dia tak sungkan untuk curhat padaku.

Ini adalah kebiasaan yang dia pertahankan hingga suatu hari saya lupa mematikan komputer di kamar saya setelah mengerjakan pekerjaan rumah sepanjang malam untuk kelas inti IPS. Karena lelah, saya tertidur di depan komputer dan membiarkan komputer menyala.

Ketika saya masih muda, menyimpan gambar-gambar porno dari satu floppy disk ke floppy disk yang lain atau bertukar VCD porno adalah hal yang normal antara saya dan teman-teman. Saya khawatir dan segera berdiri.

“…Pak, kenapa komputernya tidak mati…?” » Ayu bertanya sambil menggerakkan mouse. Untungnya, dia hanya bermain solitaire. Sekali lagi aku membanting tubuhku yang setengah mati ke kasur busa di lantai.
“..iya..tadi malam..setelah mengerjakan PR..aku ketiduran Yu..” ucapku sambil berbaring di kasur.
“..iya..mandi..! Baunya mana…ada disana…!” teriak Ayu sambil bercanda menirukan cara ibuku membangunkanku dengan kata-kata itu.

“..hoahhh..!!!” Aku menguap sambil menggeliat untuk hidupku.
“..idh..baunya kemana-mana..mau mandi..kamu mau mandi…hah?!” Kata Ayu sambil mendekat ke arahku dan memukul wajahku dengan bantal.
“..ow..ow..aduh..he..he..he..ow..!!” Aku berpura-pura sakit sambil tertawa.
“..sudah..pergi..mandi..sini!!” Teriak Ayu sambil terus memukul wajahku dengan bantal

Tak kuasa menahan serangan terus-menerus, saya akhirnya menyerah dan bergegas ke kamar mandi untuk mengambil handuk dan pakaian. Hari ini hari Sabtu jadi saya tidak perlu terburu-buru karena ini hari libur. Ada yang aneh karena ayah dan ibu yang biasanya ada di rumah, sudah tidak ada lagi. Setelah itu, aku kembali ke kamarku.

“..Yu..Di mana ayah dan ibuku..?” tanyaku pada Ayu
“..kamu tahu..Mas..bagaimana..aku tidak tahu..?” Jawab Ayu.
“..tidak..ada apa..?” aku bertanya lagi…
“..Orang tua Mas..tadi pagi kita berangkat ke Bekasi..mereka bilang mau ketemu anaknya Mas Robi…” kata Ayu. Agen slot online terpercaya

Mas Robi adalah saudaraku. Anaknya juga keponakan saya, baru berumur 2 tahun, dan sedang sakit. Orang tua saya datang mengunjungi keponakan saya yang juga keponakan mereka.

“..Oh..” Aku baru mengerti
“..iya..baiklah, ayah dan ibu Mas Yanto berangkat dari rumah bersamaku…” kata Ayu
“..Oh…” kataku
“..ah..oh..ah..oh..apa-apaan ini..?!” teriak Ayu bercanda.
“..ah..tidak..” kataku sambil menatap Ayu

Wajah Ayu terlihat biasa saja. Hanya kulit putih mulus yang membuatnya cantik. Rambut berpotongan pendek memberikan kesan tomboy. Tubuhnya yang montok dan kencang membuktikan kalau dirinya sangat seksi. Dalam hatiku, aku sangat ingin menikmati tubuhnya, yang menurutku bahkan lebih nikmat daripada tubuh seorang pelacur hebat. Saya mengembangkan strategi untuk memanfaatkan tubuhnya.

“..kenapa Mas..?!” Tanya Ayu yang sontak membuyarkan lamunanku.
“..ah..tidak..eh..Ayu, kamu sudah sarapan belum..?” tanyaku, mengalihkan perhatiannya
“..kenapa kamu mau Ayu ke sana?” Ayu katanya
“…oh, kamu benar-benar hebat…” Aku memujinya
“..iya dong..siapa duluan dong..Ayu..” ucapnya bangga sambil keluar dari kamarku

Saya membuka foto porno di folder saya. Saya memajangnya besar-besaran untuk mendorong Ayu melihatnya. Saya ingin tahu reaksinya. Beberapa saat kemudian, dia menelepon saya.

“…saudaraku, itu saja…” katanya. Saya meninggalkan komputer saya dengan gambar yang ditampilkan besar di layar. Dugaanku benar. Kembalilah ke kamarku. Saya sengaja menunjukkan gambar-gambar porno kepadanya karena saya ingin tahu reaksinya. Sementara itu aku sedang sarapan di ruang makan. Lalu aku kembali ke kamarku. Aku tidak menyangka dan aku juga tidak menyangka Ayu akan membolak-balik gambar yang ada di portofolioku sambil melihat gambar yang lain. Saya hanya memandangnya ke pintu dan dia tidak tahu. Aku tidak bisa melihat wajahnya karena entah kenapa dia menghadapku. Perlahan aku mendekatinya untuk berbicara.

“..ehm..apa yang kamu lakukan, Yu..?” aku bertanya
“..ehm..tidak..eh..eh..oh..maaf..iya, Mas..eh..Ayu tidak bermaksud..maaf membuka berkasnya, Mas…” Ayu berbicara. Aku melihat wajahnya merah dan berkeringat.
“..ah..tidak apa-apa..koq..hanya untuk menghilangkan stres.” kataku lembut
“..oh..bagaimana…ini. Maafkan aku..mas..” kata Ayu memohon maaf padaku. Padahal aku tahu Ayu meninggal karena malu.
“..tidak..tidak apa-apa..koq..” ulangku

Kali ini saya bimbing anak agar lebih proaktif membuka gambar lain. Aku merasakan keringat dingin membasahi tangan Ayu.

“..santai saja..” kataku sambil menarik nafas ke leher Ayu. Teknik ini melibatkan membangkitkan hasrat wanita.
“..uh..Mas..” kata Ayu
“..kau lihat..dia berdiri seperti itu lalu kita dorong pantatnya..” ucapku dan mengomentari foto doggy style tersebut.
“..ugh..memasak..Mas..hiiy..menjijikkan..ugh..!” kata Ayu heran

Tanganku memandu tangannya memegang mouse untuk melihat gambar selanjutnya. Kali ini foto seorang gadis sedang menghisap penis seorang pria yang besar dan panjang. “..ini…menakutkan…ah..” bisikku sambil terus bernapas di belakang lehernya.
“..ugh..menjijikkan..ugh..cukup bro..lihat yang lain…” bisik Ayu

Tanganku terus membimbing tangannya yang memegang mouse ke gambar selanjutnya. Kali ini foto vagina yang dijilat seorang pria. Ayu memandangnya.

“..ini..jilat..ini…enak sekali ya…?!” bisikku di telinganya
“..ugh…apa kamu tidak merasa jijik, Mas…?!” Ayu bertanya dengan heran
“..tidak..enak sekali..kenapa…lihat pria tampan itu..” kataku
“..ugh…” Ayu masih terlihat jijik. “..jika kamu mau…aku ingin menjilatnya…” bisikku tawaran itu
“..” Ayu terdiam
“..kalau saja Yu..mau nggak..enak..” bujukku
“..engh..tidak..ah..” kata Ayu
“..eh..enak sekali..enak banget..koq, Yu..” bujukku lagi
“..Mas..Apa kamu tidak merasa jijik..?” tanya Ayu
“..tidak sayang..sebenarnya..Tapi enak sekali…” bujukku lagi
“..ugh…eng..” Ayu masih merasa jijik.
“..oke…bagaimana kalau kita mulai dari yang itu dulu…” ucapku sambil menghisap bibirnya dalam-dalam.
“..emh..” hanya itu suara yang kudengar dari mulut Ayu.

Aku yang berdiri di belakang Ayu, kali ini mencium bibir Ayu dalam-dalam. Aku mengarahkan ciumanku ke tengkuknya sambil menjilati tengkuknya yang putih mulus. “.uh..Mas..ohh….” Hanya itu suara yang keluar dari mulut Ayu sebagai jawaban atas seranganku.

Aku mengarahkan ciuman dan jilatan ke dagu dan leher Ayu lalu berlanjut ke bawah. Tapi kaus itu masih menghalangi tindakanku.

“..Ayu..bajunya gan..boleh dibuka..?” bisikanku yang menggoda
“..emh..” hanya itu suara yang keluar dari mulut Ayu. Saya tidak tahu apakah itu berarti ya atau tidak. Perlahan aku melepas pakaiannya. Ayu tidak melawan sama sekali. Aku terus menarik baju itu sampai terlepas. Kesempatan ini tidak aku sia-siakan dengan terus membuka bra miliknya. Saya membuka kancing bra 36B-nya. Saya melihat ini di label bra-nya. Kini tubuh Ayu sudah telanjang dan siap aku serang bagian atas tubuhnya. Situs casino online terpercaya

Pelan-pelan aku menggendong Ayu menuju kasur yang ada di lantai kamarku. Saya menurunkannya dan melanjutkan tindakan saya.

“..Ayu..kamu mau melanjutkan atau tidak…” tanyaku. Saya khawatir dia nanti akan memberi tahu orang tuanya tentang pemerkosaan itu.
“..engh..mmhh..cuma main..Mas..sshtt..” tanyanya penuh semangat.

Sepertinya Ayu beberapa kali bermain photoshoot bersama teman-temannya saat di sekolah. Jadi dia tidak lagi terkejut dengan hal seperti itu.

Kali ini bibirku menghisap dan lidahku menjilati payudaranya yang bulat dengan puting coklat kemerahan mengarah ke atas. Aku menghisapnya sambil lidahku memainkan putingnya. Tanganku membelai pantatnya yang tebal. Aku terus membuka celana pendek yang dikenakannya. Kali ini Ayu sedikit lebih defensif. Dia tidak ingin mengangkat pinggulnya agar celananya bisa lebih mudah turun. Sementara itu, aku melepas celana pendek dan kaos serutku hingga yang tersisa hanya celana dalam.

“..uh…jangan…mas..sshh..” tanya Ayu sambil menghela nafas. “..bagaimana..Mas..bisakah kamu menjilatnya Ayu..?” aku bertanya
“..engh..jangan..pijat..sshh..mainkan kepala saja..” tanya Ayu
“..tidak juga..Yu..Mas, kamu hanya melihatnya dan menjilatnya..Mas, aku tidak akan berbuat apa-apa…” bujukku.

Setelah itu, Ayu sepertinya memberi izin kepada saya. Rupanya kali ini dia sedikit menaikkan pinggulnya agar bisa menurunkan celananya. Dua pasang celana dalam dan celana luar kuambil sehingga Ayu telanjang bulat. OH! Kini tubuh yang selalu kuimpikan terlihat jelas di depan mataku

“..ugh…aku…tapi aku…jangan lakukan itu…” pintanya agar aku juga tidak telanjang.
“..kamu tahu…kenapa sayang..?” aku bertanya
“..engh..ne..ne..ne..” tanyanya lagi sambil tangannya berusaha menutupi bagian paling pribadinya.
“..Kenapa kamu takut..?” aku bertanya
“…engh…sudah cukup…begitu saja…Ayu takut Mas..” ucapnya dibalik nafasnya yang menggeram.

Aku tahu Ayu masih perawan dan aku tidak ingin merusaknya. Saya hanya ingin memainkannya. Aku memperhatikan bentuk tubuh Ayu yang indah. Payudaranya yang bulat dengan puting kencang berwarna merah kecokelatan menantangku. Perut berwarna putih, halus dan kencang. Yang lebih penting lagi, perutnya ditumbuhi rambut-rambut halus. Di balik bulunya yang lembut terdapat sepotong daging merah dengan celah sempit yang menonjolkan sepotong kecil daging menyerupai kacang merah yang dibelah. “..Ayu..vaginamu cantik sekali..sungguh..sayang..” ucapku sambil mendekatkan diriku ke vaginanya dan segera menghisapnya..
“..oufh..sshhtt..engh..emh..sshtt..ough..” Ayu mengerang dan mendesah nikmat saat bibirku mencium bibir vaginanya.
‘..enak sekali..bukankah sayang..?’ bisikku.
“..emh..sshhtt.ough..sshhtt..ough..sshhtt..ough..” Erangan ini keluar dari mulut Ayu.

Aku meremas klitorisnya sambil sesekali lidahku memasuki ruang sempit di bawah klitorisnya. Aku mendorong lidahku dalam-dalam hingga lidahku terasa seperti ada sesuatu yang menghalanginya. Aku semakin yakin kalau Ayu masih perawan. Sementara itu, cairan putih bening mengalir dari klitorisnya dan membasahi lidah dan bibir saya. Aku menjilat, menghisap, dan menelan air kenikmatan itu seperti aku haus.

Saya menjilat v4ginanya cukup lama. Saat mulutku bermain-main di vaginanya, tanganku melepas celana dalamku. Satu-satunya kain yang menutupi tubuhku menutupi batang penisku. Tanpa dia sadari, aku sudah melepas celana dalamku. Kini tubuhku dan Ayu sama-sama telanjang dan telanjang bulat. Kali ini Ayu yang memutuskan apakah penisku yang sudah panjang dan keras itu boleh masuk ke vaginanya atau tidak. Tak lama kemudian, nafas Ayu menjadi lebih cepat dan mulutnya mengerucut seperti ingin berteriak.

“..auwfh..sshtt..engh..emh..augh..enaxxx..mmassh..sshtt..ough..” erangnya dan kali ini aku tahu Ayu sudah sedikit mendekati orgasme.

Di sini saya mendefinisikan strateginya. Aku berhenti menjilat dan menghisap vagina Ayu hingga Ayu hampir terbangun. Wajahnya yang sudah mekar kini berangsur-angsur kembali normal. Ada sedikit kekecewaan di wajah Ayu.

“..Ayu..sayang..kamu mau..kan..?” aku bertanya
“..Mas..engh.. ayolah..” tanya Ayu dari sela-selanya sambil terengah-engah.
“..ya… sayang..tapi kamu ingin… bukan…?” aku bertanya lagi
“..Iya, Kak..Ayu ingin semua yang Mas suruh..tapi..” Aku menatap Ayu seolah dia kasihan padaku.
“..ok…ah…iya…Mas…bisakah saya memasukkannya…?” aku bertanya
“..iya..he..eh..egh..ayo berangkat..dong..” ajak Ayu padaku
“..ayolah..apa..ayolah..apa..sayang..” Aku pura-pura bertanya
“..Ayu mau ini…” tanya Ayu
“…yang mana…yang mana…?” Aku berpura-pura bertanya
“..engh..” tanya Ayu nakal sambil menjambak rambutku dan menunjuk ke arah vaginanya.
“..ini, sayang..emgh.” Saya akan terus menjilat…
“..ya…ough..emh..yesshh..ough.emh..sshhtt..oufh…sshhtt..oughh..” lalu Ayu mengerang menanggapi jilatanku hingga Ayu hampir orgasme lagi Dan. ..

“..Ayu..mas..boleh yah..masukin..” tanyaku sambil batang tongkolku sudah menunggu dibibir vaginanya.
“..emggh..” Ayu mendesah sambil matanya terpejam dan siap menerima batang tongkolku
“..boleh..nggak sayang..emh..?” tanyaku sambil memainkan batang tongkolku dibibir vaginanya
“…” Ayu terdiam namun ia sediki mengangkat pinggulnya dan aku langsung siap mencobloskan batang penisku yang sudah keras dan panjang ini ke liang vaginanya. Namun baru didorong sedikit batang penisku seperti terpeleset begitu terus menerus hingga…
“..augh..sshhtt..” Ayu merintih
“..dikit..lagi.yah..sayang..enaxx..koq..” rayuku
“..augh..pelan-pelan..mas..aduh..sshhakit..” rintih Ayu aku lihat sedikit airmata dimatanya

Aku dorong perlahan-lahan batang penisku hingga

“..SLEB..SLEB.. BLESSS!!!” batang penisku berhasil amblas ke liang vagina Ayu

Aku diamkan sesaat batang penisku didalam liang vagina Ayu. Aku biarkan otot-otot vagina Ayu supaya terbiasa dulu dengan batang penisku yang baru saja menerobos liang vaginanya. Batang penis yang selama ini belum pernah menerobos liang vagina Ayu kini merintih. Agen judi bola online

“..sshhtt..auh..sshhtt..sakit..Mas.” aku lihat sedikit airmata dimata Ayu.
“..iya..sayang..aku tahu..sebentar lagi enak koq..yah..” kataku sambil mengulum bibirnya

Setelah itu aku liukkan perlahan-lahan pinggulku untuk memainkan batang penisku didalam liang vagina Ayu. Ayu yang tadi merintih kesakitan kini kembali mendesah penuh kenikmatan.

“..oufh..sshhtt..engh..emh..sshtt..ough..” begitu suara desahan Ayu mengiringi liukan dan terjangan batang penisku
“..ouh..Yu..kamu enaxx..banget..Yu..egh..” kataku memuji-mujinya.

Saya menyesuaikan posisi tubuh kami. Aku melingkarkan kaki Ayu di pinggulku dan menekuk kakiku agar batang penisku benar-benar berada pada posisi yang nyaman di dalam vagina Ayu.

Permainan ini berlanjut hingga dua puluh menit kemudian.

“..ough..eghh..ough..ough..egh..emh..sshhtt..ough…shhtt..ouggh..sshtt..ough..” Mulut Ayu mengerang kenikmatan sambil mengoceh.
“..massshhtt..augh..enaxxx..sungguh..mmhh…sshhtt..oughh…sshhtt..ough..shhtt..ough
..” Lengan Ayu memeluk punggungku erat-erat sementara kakinya memeluk pinggangku erat-erat. Ayu akan segera mencapai orgasme. “..tenang..sayang..aku juga sebentar lagi..koq..” kataku sambil mempercepat pinggulku dan akhirnya..

“..augh..augh..aarghh..emh..emh..ouh..” Ayu mengeluarkan erangan panjang yang diakhiri dengan erangan pelan. Saya merasakan otot-otot vaginanya bergetar seolah-olah sedang menghisap penis saya. Jika diperlakukan seperti ini, penis saya akan terasa seperti berdenyut-denyut dan setelahnya ada sesuatu yang keluar.
“..Oooh..Ayuu..enaxx..” ucapku disusul aliran cairan kenikmatanku yang mengalir ke dalam rahimnya. “CROT..CROT..CROTT..!” Penisku muncrat karena nikmat. Saya merasakan sakit yang sangat tajam di batang penis saya.

Lalu bibir kami bertemu sambil menikmati sisa kenikmatan orgasme yang kami rasakan. Ayu perlahan melonggarkan cengkeramannya dan kembali rileks.

“..terima kasih banyak Yu..aku ingin seperti itu bersamamu..” ucapku sambil membelai rambutnya.
“..he-eh..makasih juga Mas..Ayu gak sia-sia kehilangan keperawanannya kalau seenak ini..” ucap Ayu mengagetkanku.
“..jadi kamu tidak menyesalinya..?” aku bertanya
“..tidak..eh..sebenarnya..Ayu ingin dan ingin terus seperti ini..Mas..” ucapnya blak-blakan
“..er..bagus sekali..” kataku sambil menariknya ke dalam pelukanku dan kami berciuman lagi. Setelah cukup heboh, saya dan Ayu kembali bercinta dengan berbagai posisi berbeda. Hari itu kami bercinta tak kurang dari empat kali di kamar hingga sore harinya kami sama-sama lelah dan tertidur. Sore harinya, setelah bangun tidur, kami berdua mandi dan selalu melakukannya di kamar mandi.

Setelah kejadian itu, saya dan Ayu terus melakukannya setiap ada kesempatan, hingga setahun kemudian. Ayu pindah ke daerah itu untuk belajar. Bahkan sekarang aku tidak tahu seperti apa dia.

Tanteseks.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *