LEON288

Cerita Sex Memek Ku Di Emut Sampe Abis

Cerita Sex Memek Ku Di Emut Sampe Abis

Majalah Dewasa – Cerita Sex Memek Ku Pada suatu liburan sekolah yang panjang, kami dari sebuah SLTA mengadakan pendakian gunung di Jawa Timur. Rombongan terdiri dari 5 laki-laki dan 5 wanita. Diantara rombongan itu satu guru wanita ( guru biologi) dan satu guru pria ( guru olah raga ). Acara liburan ini sebenarnya amat tidak didukung oleh cuaca. Soalnya, acara kami itu diadakan pada awal musim hujan. Tapi kami tidak sedikitpun gentar menghadapi ancaman cuaca itu.

Cerita Sex Memek Ku Ada yang sedikit mengganjal hati saya, yakni Ibu Guru Anisa ( saya memanggilnya Anisa ) orangnya terkenal galak dan judes itu dan anti cowok ! denger-denger dia itu lesbi. Ada yang bilang dia patah hati dari pacarnya dan kini sok anti cowok. Bu Anis umurnya belum 30 tahun, sarjana, cantik, tinggi, kulit kuning langsat, full press body. Sedangkan teman – teman cewek lainnya terdiri dari cewek-cewek bawel tapi cantik-cantik dan periang, cowoknya, terus terang saja, semuanya bandit asmara ! termasuk pak Martin guru olah raga kami itu. 

Kami menempuh perjalanan jauh menuju puncak gunung, mulai dari berkumpul di sekolah hingga mencapai kaki gunung di Pos Penjaga Perbatasan I, dengan gembira dan lancar. Seperti biasa, rombongan menuju tujuan mereka di sepanjang jalan. Hingga siang hari, kami mulai memasuki kawasan hutan yang dipenuhi satwa liar terutama monyet liar dan ganas. Sore harinya, setelah rombongan istirahat dan makan sebentar, kami berangkat lagi.

Tuan Martin berkata dia akan segera mencapai tujuannya. Karena sangat lelah, rombongan mulai dibagi menjadi berpasangan. Kebetulan aku mau berangkat terakhir bareng Anisa yang nakal dan disuruh bawa barang bawaannya lagi, berat banget, aku jadi marah! Kadang-kadang dia minta istirahat, kadang bahkan setelah 10 atau 15 menit, dia sangat lelah dan betis putihnya mulai membengkak.

Cerita Sex Memek Ku Kami berangkat lagi, tapi celaka, rombongan di depan tidak nampak lagi, nah lo ?! Kami kebingungan sekali, bahkan berteriak memanggil-manggil mereka yang berjalan duluan. Tak ada sahutan sedikitpun, yang terdengar hanya raungan monyet-monyet liar, suara burung, bahkan sesekali auman harimau. Anisa sangat ketakutan dengan auman harimau itu. Akhirnya kami terus berjalan menuruti naluri saja. Rasa-rasanya jalan yang kami lalui itu benar, soalnya hanya ada satu jalan setapak yang biasa dilalui orang.
Malangnya bagi kami, kabut tiba-tiba turun, udara dingin dan lembap, hari mulai gelap, dan hujan turun rintik-rintik. Anisa meminta istirahat dan berteduh di sebuah pohon yang sangat besar. Hingga hari gelap, kami tersesat dan tidak dapat menemui rombongan di depan. Kami akhirnya memutuskan untuk bermalam di punggung bukit berbatu yang terlihat seperti gua.

Hujan semakin deras, kabut tebal, dan udara dingin menusuk tulang. Bajuku basah kuyup, begitu pula baju Anisa. Dia menggigil karena kedinginan. Dalam sekejap, hari menjadi gelap, dan angin dingin bertiup kencang. Kami tersesat di tengah hutan lebat.

Tanpa sadar Anisa kedinginan hingga memelukku. “Maaf,” katanya. Aku tak berkata apa-apa, dia malah menyuruhku memeluknya erat untuk menghangatkan tubuhnya. Lengan kami menegang seiring dinginnya hujan yang semakin turun. Kalau tidak salah, hujan turun hampir tiga jam, dan kami berpelukan dalam cuaca dingin selama hampir tiga jam.

Saat hujan reda, kami membuka ransel kami. Tujuan utamanya mencari baju yang tebal karena jaket kami basah kuyup. Baju Anisa basah kuyup semua, yang ada di ranselku hanya jaket payung. Anisa memintaku untuk meminjamkan mantelnya. Saya setuju. Tapi apa yang terjadi? Wah… Anisa di udara dingin melepas seluruh bajunya dan memakai baju yang agak kering. Mulai dari jaket, kaos, hingga bra, oh, aku melihat seluruh tubuh Anisa. Dia hanya acuh tak acuh, payudaranya nyaris tak terlihat dalam kegelapan. Tiba-tiba dia memelukku lagi. situs judi online terbesar

“Saat itu sangat dingin,” katanya. “Dingin sekali setelah kamu telanjang seperti itu,” jawabku.
“Apa hasil akhirnya?” Semuanya basah, bisakah kamu memakaikan mantelku? » Anisa bertanya.

Aku memakaikan jaket parasut itu ketubuh Anisa. Tanganku bersentuhan dengan payudaranya, dan aku berguman

” Maaf Nisa ?”
“Enggak apa-apa ?!”: sahutnya.

Cerita Sex Memek Ku Hatiku jadi enggak karuan, udara yang aku rasakan dingin mendadak jadi hangat, entah apa penyebabnya. Anisa merangkulku, “Dingin” katanya, aku peluk saja dia erat-erat. ” Hangat bu ?” tanyaku ” iya, hangat sekali, yang kenceng dong meluknya ” pintanya. Otomatis aku peluk erat-erat dan semakin erat.
Aneh bin ajaib, Anisa tampak sudah berkurang merasakan kedinginan malam itu, seperti aku juga. Dia meraba bibirku, aku reflex mencium bibir Anisa. Lalu aku menghindar. “Kenapa?” tanya Anisa

” Maaf Nisa ? ” Jawabku.
” Tidak apa-apa Rangga, kita dalam suasana seperti ini saling membutuhkan, dengan begini kita saling bernafsu, dengan nafsu itu membangkitkan panas dalam darah kita, dan bisa mengurangi rasa dingin yang menyengat.

Kembali kami berpelukan, berciuman, hingga tanpa sadar aku memegang payudaranya Anisa yang montok itu, dia diam saja, bahkan seperti meningkat nafsu birahinya. Tangannya secara reflek merogoh celanaku kedalam hingga masuk dan memegang penisku. Kami masih berciuman, tangan Anisa melakukan gerakan seperti mengocok-ngocok ‘Mr. Penny’ku. Tanganku mulai merogoh ‘Ms. Veggy’nya Anisa, astaga ! dia rupanya sudah melepas celana dalamnya sedari … Titan Gel Murah Meriah
tadi.

Cerita Sex Memek Ku Karena remang-remang aku sampai tak melihatnya. ‘Ms. Veggy’nya hangat sekali bagian dalamnya, bulunya lebat.
Anisa sepontan melepas seluruh pakaiannya, dan meminta aku melepas pula . Aku tanpa basa basi lagi langsung bugil. Kami bergumul diatas semak-semak, kami melakukan hubungan badan ditengah gelap gulita itu. Kami saling ganti posisi, Anisa meminta aku dibawah, dia diatas. Astaga, goyangnya!! Pengalaman banget dia ? kan belum kawin ?

” Kamu kuat ya?” bisiknya mesra.
” Lumayan sayang ?!” sahutku setengah berbisik.
” Biasa main dimana ?” tanyanya
“Ada apa sayang?” tanyaku kembali.
” Akh enggak” jawabnya sambil melepas ‘Ms. Veggy’nya dari ‘Mr. Penny’ku, dan dengan cekatan dia mengisap dan menjilati ‘Mr. Penny’ku tanpa rasa jijik sedikitpun.

Anisa meminta agar aku mengisap payudaranya, lalu menekan kepalaku dan menuntunnya ke arah ‘Ms. Veggy’nya. Aku jilati ‘Ms. Veggy’ itu tanpa rasa jijik pula. Tiba-tiba saja dia minta senggama lagi, lagi dan lagi, hingga aku ejakulasi.

Aku sempat bertanya, “Bagaimana jika kamu hamil ?”

” Don’t worry !” katanya.

Cerita Sex Memek Ku Dan setelah dia memebersihkan ‘Ms. Veggy’nya dari spermaku, dia merangkul aku lagi. Malam semakin larut, hujan sudah reda, bintang-bintang di langit mulai bersinar. Pada jam 12 tengah malam, bulan nampak bersinar terang benderang. Paras Anisa tampak anggun dan cantik sekali. Kami ngobrol ngalor-ngidul, soal kondom, soal sekolah, soal nasib guru, dsb. Setelah ngobrol sekian jam, tepat pukul 3 malam, Anisa minta bersetubuh denganku lagi, katanya nikmat sekali ‘Mr. Penny’ku. Aku semakin bingung, dari mana dia tahu macam-macam rasa ‘Mr. Penny’, dia kan belum nikah ? tidak punya pacar ? kata orang dia lesbi.

Aku melakukan apa yang diminta Anisa. Dia menggodaku lalu memintaku melakukan foreplay. Mainan Anisa luar biasa, dia melakukan banyak hal. Kita tidak perlu lagi khawatir dengan malam yang dingin dan semak-semak yang gatal. Kami bertarung dan bertarung lagi. Anisa meraih tanganku dan menempelkannya ke dadanya. Dia memintaku untuk meremas payudaranya, lalu memainkan Miss Veggy dengan jariku, menjilati seluruh dagunya. Namun, hal itu mengguncang ‘Tuan. Dia menjilat koinku yang sudah sangat ketat dan memasukkannya ke dalam lubang vaginanya.Kami berguncang hingga mencapai puncak kenikmatan masing-masing lalu jatuh berlutut.

Cerita Sex Memek Ku Anisa minta agar aku tak usah lagi menyusul kelompok yang terpisah. Esoknya kami memutuskan untuk berkemah sendiri dan mencari lokasi yang tak akan mungkin dijangkau mereka. Kami mendapatkan tempat ditepi jurang terjal dan ada goa kecilnya, serta ada sungai yang bening, tapi rimbun dan nyaman. Romantis sekali tempat kami itu. Aku dan Anisa layaknya seperti Tarzan dan pacarnya di tengah hutan. Sebab seluruh baju yang kami bawa basah kuyup oleh hujan.

Anisa hanya memakai selembar selayer yang dililitkan diseputar perut untuk menutupi kemaluannya. Aku telanjang bulat, karena baju kami sedang kami jemur ditepi sungai. Anisa dengan busana yang sangat minim itu membuat aku terangsang terus, demikian pula dia. Dalam hari-hari yang kami lalui kami hanya makan mi instant dan makanan kaleng. Agen bokep terbesar

Tepat sudah tiga hari kami ada ditempat terpencil itu. Hari terakhir, sepanjang hari kami hanya ngobrol dan bermesraan saja. Kami memutuskan esok pagi kami harus pulang. Di hari terakhir itu, kesmpatan kami pakai semaksimal mungkin. Di hari yang cerah itu, Anisa minta aku mandi bersama di sungai yang rimbun tertutup pohon-pohon besar. Kami mandi berendam, berpelukan, lalu bersenggama lagi. Anisa menuntun ‘Mr. Penny’ku masuk ke ‘Ms. Veggy’nya. Dan di menggoyangkan pinggulnya agar aku merasa nikmat. Aku demikian pula, semakin menekan ‘Mr. Penny’ku masuk kedalam ‘Ms. Veggy’nya.

Cerita Sex Memek Ku Di atas batu yang ceper nan besar, Anisa membaringkan diri dengan posisi menantang, dia menguakkan selangkangngannya, ‘Ms. Veggy’nya terbuka lebar, disuruhnya aku menjilati bibir ‘Ms. Veggy’nya hingga klitoris bagian dalam yang ngjendol itu. Dia merasakan nikmat yang luar biasa, lalu disuruhnya aku memasukkan jari tengahku ke dalam lubang ‘Ms. Veggy’nya, dan menekannya dalam-dalam. Mata Anisa merem melek kenikmatan. Tak lama kemudian dia minta aku yang berbaring, ‘Mr. Penny’ku di elus-elus, diciumi, dijilati, lalu diisapnya dengan memainkan lidahnya, Anisa minta agar aku jangan ejakulasi dulu,

“Tahan ya ?” pintanya. ” Jangan dikeluarin lho ?!” pintanya lagi.

Lalu dia menghisap ‘Mr. Penny’ku dalam-dalam. Setelah dia enggak tahan, lalu dia naik diatasku dan memasukkan ‘Mr. Penny’ku di ‘Ms. Veggy’nya, wah, goyangnya hebat sekali, akhirnya dia yang kalah duluan. Anisa mencubiti aku, menjambak rambutku, rupanya dia ” keluar”, dan menjerit kenikmatan, lalu aku menyusul yang “keluar” dan oh,,,,oh…oh….muncratlah air maniku dilubang ‘Ms. Veggy’ Anisa.

“Jahat kamu ?!” kata Anisa seraya menatapku manja dan memukuli aku pelan dan mesra. Aku tersenyum saja. ” Jahat kamu Rangga, aku kalah terus sama kamu ” Ujarnya lagi. Kami sama-sama terkulai lemas diatas batu itu.

Esoknya kami sudah berangkat dari tempat yang tak akan terlupakan itu. Kami memadu janji, bahwa suatu saat nanti kami akan kembali ke tempat itu. Kami pulang dengan mengambil jalan ke desa terdekat dan pergi ke kota terdekat agar tidak bertemu dengan rombongan yang terpisah itu. Dari kota kecil itu kami pulang ke kota kami dengan menyewa Taxi, sepanjang jalan kami berpelukan terus di dalam Taxi. Tak sedikitpun waktu yang kami sia-siakan. Anisa …
menciumi pipiku, bibirku, lalu membisikkan kata

Cerita Sex Memek Ku ” Aku suka kamu ” Aku juga membalasnya dengan kalimat mesra yang tak kalah indahnya. Dalam dua jam perjalanan itu, tangan dan jari-jari Anisa tak henti-hentinya merogoh celana dalamku, dan memegangi ‘Mr. Penny’ku. Dia tahu aku ejakulasi di dalam celana, bahkan Anisa tetap mengocok-ngocoknya. Aku terus memeluk dia, pak Supir tak ku ijinkan menoleh kami kebelakang, dia setuju saja. Sudah tiga kali aku ” keluar” karena tangan Anisa selalu memainkan ‘Mr. Penny’ku sepanjang perjalanan di Taxi itu.

” Aku lemas sayang ?!” bisikku mesra
” Biarin !” Bisiknya mesra sekali. ” Aku suka kok !” Bisiknya lagi.

Tak mau ketinggalan, aku mengobrak-abrik celana olah raga yang dikenakan Anisa. Ya Tuhan, dia tidak memakai celana dalam apa pun. Saat jariku menekan ‘Ms. Veggy, dia tersenyum, aku mencabut bulunya, dia mengerutkan kening, dan apa yang terjadi? Ya Tuhan, Anisa sering keluar, sayurannya basah oleh semacam lendir, sepertinya nafsu makannya besar, becek banget. Tangan kami berdua basah oleh cairan vagina. Cerita Sex Memek Ku Ketika sampai di rumah Anisa, aku disuruhnya langsung pulang, enggak enak sama tetangga katanya. Dia menyodorkan uang dua lembar lima puluh ribuan, aku menolaknya, agar saya bisa membayar taksi. Lalu aku kembali ke rumah. Beberapa hari berikutnya di sekolah, hubunganku dengan Anisa, guru biologiku, tampak normal dari luar. Namun menurut guru, ada teman saya yang ragu. Hari-hari berikutnya kami selalu bertemu di tempat-tempat khusus seperti hotel luar kota, di tepi pantai, bahkan satu kali saja selama liburan 12 hari di Bali. Saat aku tamat SMA, Anisa berpesan agar aku tidak melupakan kenangan yang kami punya. Dia mengundang saya ke sebuah hotel di kota, yang rasanya seperti selamat tinggal. Karena saya harus melanjutkan studi ke Australia, menurut kakak saya. Saat Anisa sedih malam itu, dia cantik, lembut dan penuh kasih sayang. Aku tidak ingin kehilangan Anisa. Aku jelaskan semuanya, walaupun umur kami terpaut jauh, aku tetap ingin menikah dengannya.

Anisa memberiku cincin berlian yang dikenakannya. Aku memberi Anisa kalung emas bermata zamrud. Cincin Anisa hanya bisa melingkari jari kelingkingku, dia langsung memakaikan kalungku setelah menciumnya. Anisa sedang mempertimbangkan untuk berhenti dari pekerjaannya sebagai guru, “itu akan merugikannya,” katanya, jika terus menjadi guru, karena dia akan kehilangan saya. Anisa akan melanjutkan studi S2 di Amerika karena keluarganya ada di sana. Setelah itu kami putus selama bertahun-tahun dan tidak berhubungan lagi.

Suatu saat ada undangan pernikahan yang dikirimkan ke apartemenku, dari Dra. Anisa Maharani, MSC. Fakta yang jelas adalah ia menyelesaikan gelar masternya. Saya terbang ke Jakarta karena resepsinya dilangsungkan di Jakarta di hotel bintang lima. Aku datang bersama adikku Rina dan ayah. Di pesta itu, saat aku tiba, Anisa tidak bisa mengontrol emosinya, dia mendatangiku di tengah keramaian dan memelukku erat serta menangis sejadi-jadinya. situs judi bola terpercaya

Cerita Sex Memek Ku “Aku rindu kamu Rangga kekasihku, aku sayang kamu, sekian tahun aku kehilangan kamu, andai saja laki-laki disampingku dipelaminan itu adalah kamu, alangkah bahagianya aku ” Kata Anisa lirih dan pelan sambil memelukku.

Kamu jadi perhatian para hadirin, Rina dan Papa saling tatap kebingungan. Ku usap airmata tulus Anisa. Kujelaskan aku sudah selesai S1 dan akan melanjutkan S2 di USA, dan aku berjanji akan membangun laboratorium yang kuberi nama Laboratorium “Anisa”. Dia setuju dan masih menenteskan air mata.

Cerita Sex Memek Ku Setelah aku diperkenalkan dengan suaminya, aku minta pamit untuk pulang, akupun tak tahan dengan suasana yang mengharukan ini. Setelah lima tahun tak ada khabar lagi dari dia, aku sudah menikah dan punya anak wanita yang kuberi nama Anisa Maharani, persis nama Anisa. Ku kabari Anisa dan dia datang kerumahku di Bandung, dia juga membawa putranya yang diberi nama Rangga, cuma Rangga berbeda usia tiga tahun dengan Anisa putriku. Aku masih merasakan getaran-getaran aneh di hatiku, tatapan Anisa masih menantang dan panas, senyumnya masih menggoda. Kami sepakat untuk menjodohkan anak kami kelak, jika Tuhan mengijinkannya.

jilat kemaluan,jilat ketiak,jilat meki,jilat menek,kena jilat, jilat miss v,jilat miss v wanita,xxx jilat,jilat itil

Tanteseks.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *