LEON288

Cerita Sex Masa SMA ku yang Nikmat

Cerita Sex Masa SMA ku yang Nikmat

MajalahDewasa – Cerita Sex Masa SMA ku yang Nikmat, Siang itu suasana di salah satu SMU negeri di Denpasar sangat hiruk-pikuk oleh ramainya pengumuman bagi siswa kelas 3 yang akan mengakhiri hari terakhir mereka di sekolah tercinta. Salah seorang gadis yang berbaju abu-abu dengan rambut panjang ikut berjubel diantara kerumunan murid-murid lainnya. Dia bernama Udiyani siswa kelas 3 jurusan pariwisata, dengan tinggi yang 169 cm memudahkan bagi dirinya untuk melihat papan pengumuman, tanpa harus berada di kerumunan terdepan.

Udiyani adalah pacar saya ketika saya bekerja di sebuah biro perjalanan di Bali, sebelum pindah ke Lombok untuk menjadi musisi di sebuah kafe. Sambil tersenyum penuh kemenangan, dia menghampiriku yang berada tak jauh dari tempat parkir motor.

“Mas Adiet… aku berhasil…” teriaknya sambil memelukku.

Saya menyambutnya dengan mengulurkan tangan dan memeluknya erat.

“Alhamdulillah… sayang, kamu bisa,” kataku gembira. Seperti yang diharapkan dari pengumuman tersebut, Udiyani mengundang saya ke Kintamani setelah dia lulus. Untuk mengungkapkan kegembiraan saya karena berhasil menyelesaikan studi sekolah menengah saya.

Tanpa menunggu lama lagi saya dan Udiyani berangkat ke Kintamani yang sore itu udaranya cukup sejuk dan sebagai tempat wisata dengan pemandangan alam pegunungan, Kintamani selalu sejuk apalagi saat matahari terbenam, saat cuaca sangat dingin. .

Cerita Sex Masa SMA ku yang Nikmat – Saat aku sedang mengendarai sepeda motor, aku mengendarainya tanpa terburu-buru, karena tak ingin melewatkan momen terindah bersama. Lengan Udiyani memeluk erat pinggangku, terkadang ia mencium telingaku dengan mesra. Tanpa kusadari penisku yang tertutup celana jeans biru kesayanganku itu bergerak pelan, menandakan nafsu kejantananku mulai tergiur dengan belaian kelembutan Udiyani.

Perjalanan menuju Kintamani melalui jalan yang berkelok-kelok, di kanan jalan terdapat pemandangan telaga bedugul yang indah dengan air yang jernih, namun sayang sore itu agak berkabut sehingga pandangan kami terhalang.

Saya dan Udiyani memutuskan untuk berhenti sejenak menikmati suasana sore hari di sebuah kafe kecil pinggir jalan dengan pemandangan langsung Danau Bedugul. Sambil memesan minuman panas, aku mengeluarkan rokok kesukaanku dan menyalakannya sejenak sebelum menarik napas dalam-dalam.

Saya dan Udiyani Akun memilih duduk di pojok karena tempat itu juga cukup bagus untuk melihat pemandangan danau. Setelah menunggu sebentar, pesanan minuman kami pun tiba. Tanpa menunggu sedetik pun, sebelum pelayan itu pergi, Udiyani meminumnya terlebih dahulu seiring udara pegunungan yang berkabut mulai dingin menusuk tulang.

Aku memeluk lembut Udiyani yang terlihat kedinginan.

“Apakah kamu kedinginan, sayang?” aku bertanya

“Ya, Tuan…” katanya perlahan.

Sambil memeluk Udiyani, aku membisikkan kata-kata mesra padanya. “Adiet, pemanasan sayang..!” Aku berbisik di telinganya.

Udiyani hanya tersenyum lembut, tanpa berkomentar, berkedip tanda setuju. Suasana terasa sangat kondusif sehingga saya dan Udiyani berpelukan semakin erat. Saat hening sejenak di tengah perbincangan kami, tak henti-hentinya aku mencium bibir indah Udiyani tanpa memulas lipstik.

“OH.. Mas…” desahnya saat ciuman manisku membuatnya terbang.

Cerita Sex Masa SMA ku yang Nikmat – Kisah cinta kedai kopi kami tak bertahan lama ketika senja mulai turun. Setelah membayar minuman, dengan mesra aku menggandeng tangan Udiyani lalu meninggalkan kafe dan mencari akomodasi di sekitar Kintamani dekat kafe.

Belum lama ini, saya menemukan hotel yang cocok untuk kami berdua.
Hotel ini memiliki restoran yang menyajikan musik akustik live di malam hari.
Sengaja saya memilih hotel dengan fasilitas seperti itu, karena saya juga seorang musisi di kafe tempat saya tergabung dalam grup ritme dan vokal.

Usai berdiskusi dengan resepsionis, saya mempersilakan Udiyani ke kamar. Kamar kami sangat romantis, di depannya terdapat taman dan air mancur kecil dari aliran sungai di sekitar Kintamani serta terdapat kursi-kursi yang dihias dengan lampu-lampu lembut. Masuk ke dalam kamar, aku langsung merebahkan diri di kasur, karena perjalanan dari Denpasar agak melelahkan dan membuat persendianku pegal.

“Pak…saya mau mandi dulu,” katanya.

“Udara mulai dingin, tapi sekarang aku mulai mencium bau udaranya,” ujarnya lagi.

“Kalau begitu kita bisa mandi bersama,” godaku. “Ya… Siapa yang takut…” dia kemudian menantang.

Aku segera berlari mengejar Udiyani yang hendak menuju pintu kamar mandi. Saat aku masuk kamar mandi, aku langsung melepas kaosku dan hanya memakai celana pendek.

“Sayang.. “Ini hari bahagiamu setelah lulus,” kataku saat itu.

“Iya aku tahu… Jadi kenapa sayang?”, tanya Udiyani mesra.

“Aku ingin memanjakanmu dengan memandikanmu, dimulai dengan lulur seluruh tubuh, sabun, dan mandi,” ulangku. Agen judi bola online

“Muachh…” Tiba-tiba Udiyani mencium lembut bibirku. “Terima kasih sayang… Kamu memanjakanku,” ucapnya lagi.

Pelan-pelan aku mulai melepas seragam SMA Udiyani yang masih kupakai saat itu. Mulai dari ujungnya, perlahan aku membuka kancing atas sambil memandangi wajah manis dan senyum menawannya. Setelah membuka kancing kedua, saya melihat keindahan payudaranya yang berukuran 36b kontras dengan bra hitamnya. Aku selesai mengancingkan kancing terakhir sambil mencium dada lembutnya.

Itu hanya gaun abu-abu yang belum aku sentuh. Sesaat, aku kembali mencium bibirnya yang provokatif dengan tatapan pasrah di mataku. Sekali lagi aku membuka perlahan gaun Udiyani, aku mulai dengan menurunkan resleting punggungnya.

“Srett…” Ritsleting gaunnya berbunyi klik saat aku menariknya ke bawah.

Tiba-tiba baju Udiyani terjatuh ke tanah. Saat itu, Udiyani juga mengenakan CD berwarna hitam yang dipadukan dengan renda di bagian tepi dan tengah sehingga rerumputan hitam pekat terlihat jelas melalui renda CD tersebut.

Dengan kedua tanganku, aku terus menurunkan CD hitam itu dan muncullah pemandangan yang membuatku menelan ludah sejenak dan menggoda kejantananku. Celana pendek yang saya kenakan keluar sebelum saya menanggalkan pakaiannya, dan sekarang dia telanjang bulat di depan saya.

Cerita Sex Masa SMA ku yang Nikmat – Saya perlahan menuangkan air dari pancuran ke seluruh tubuhnya. Aku terus mengusap punggungnya, pinggulnya yang seksi dan betisnya yang indah. Hal ini membuat Udiyani berangsur-angsur gemetar.

“Oh…Mas…” erangnya pelan. Setelah saya selesai mengaplikasikan bagian belakangnya, hanya bagian depan yang tersisa sehingga menyebabkan penis saya mengeluarkan busa yang lebih banyak lagi. Saya mulai mengusap lehernya karena saya tahu bagian itu cukup sensitif selain bagian sensitif tubuh Udiyani lainnya.

Lambat laun tanganku mulai menyentuh leher mulus panjangnya sedikit demi sedikit, telapak tanganku penuh gelembung sabun. Sesekali kudengar Udiyani mengerang pelan, menikmati setiap gerakan tanganku menelusuri permukaan kulit mulusnya.

“Oh…Mas,” desahnya pelan.

Tanganku kemudian turun ke payudaranya yang bengkak dan licin, sambil menuangkan sabun cair ke sekitar payudaranya dan ke putingnya yang mulai mengeras. Aku sengaja memperlambat gerakan tanganku pada payudaranya, aku melakukannya sambil menggosok sabun dan menstimulasi payudaranya dengan lembut.

Aku mendengar desahan ringan lagi.

“Oh…Mas…Lanjutkan,” dia memejamkan mata dan menghela napas. Setelah cukup memainkan payudaranya, tanganku berpindah ke perutnya yang rata dalam hitungan detik. Dan diakhiri dengan area rambut hitam tebal namun ditata rapi menyerupai bentuk CD. Saya menuangkan sampo ke tangan saya dan terus memijat lembut vaginanya. Dari waktu ke waktu, tanganku menyentuh lembut klitorisnya, yang memberikan perasaan istimewa pada Udiyani.

“Ssshshshshsh…” desisnya pelan. Segera setelah itu, saya terus menggosok-gosok lagi terutama area selangkangannya yang halus dan menyelesaikan pekerjaan terakhir yaitu memandikannya pada betisnya yang terlihat seperti butiran beras. Setelah seluruh bagian tubuh Udiyani terisi gelembung sabun, saya gunakan gagang shower untuk menuangkannya ke seluruh permukaan tubuhnya sebagai langkah terakhir, sebelum mengelus tubuhnya.

“Terima kasih kakak… aku sudah dimanjakan,” ucapnya lirih. “Aku senang sekali, sayang…aku akan melakukannya untukmu,” jawabku penuh kasih sayang.

Aku kemudian memeluk lembut tubuh Udiyani, sambil membimbingnya duduk di tepian bathtub.
Lalu aku menyalakan keran. Sambil menunggu air terisi, aku berjongkok di hadapannya yang sedang duduk dengan salah satu kaki terangkat ke tepi bak mandi. Lidahku membelai seluruh permukaan kakinya lalu terus menghisap lembut jari kakinya yang keriting dan harum.

Udiyani memejamkan mata menerima perlakuan lembutku, yang menyebabkan hasratnya yang sudah terangsang sejak awal meroket. Lidahku naik ke betisnya yang panjang dan berhenti di paha mulusnya. Gerakan lidahku menjadi lebih liar namun lembut setelah menyentuh selangkangannya. Aku mendekatkan lidahku kembali ke lekukan selangkangannya dan ini memberikan efek yang sangat besar pada tubuh Udiyani yang menerima rangsangan dariku.

Dengan kedua tanganku, aku mulai menjelajahi vaginanya yang memiliki aroma yang sangat istimewa, lalu aku memasukkan lidahku yang basah ke permukaan klitorisnya yang menonjol perlahan. Tubuh Udiyani kembali bergerak perlahan, dipenuhi kegembiraan saat mendapat perawatan.

“Hekk…Ssst…Mas,” rintihnya tak wajar. judi slot online terpercaya

Cerita Sex Masa SMA ku yang Nikmat – Saya tahu Udiyani sangat menyukai film ini dan suaranya serak tetapi terkesan cukup seksi. Kemudian, dengan satu gerakan mantap, saya mendorong lidah saya melalui saluran vaginanya, yang mulai basah oleh lendir menyenangkan yang mengalir dari vaginanya. Tiba-tiba tangan Udiyani bergerak sangat cepat meraih bagian belakang kepalaku dan mendorongnya lebih dalam ke permukaan vaginanya.

“Oh… Guru… Aku ingin keluar,” teriaknya kecil.

Tanpa henti, gerakan lidahku terus menembus semakin dalam, membuatnya terasa semakin intens dan diakhiri dengan jeritan panjang.

“Oh… Misa Kudus…” Udiyani mendesah pelan.

Setelah dia orgasme yang kesekian kalinya, aku memberinya kesempatan untuk beristirahat sejenak, sementara aku berdiri dan mematikan keran air yang sudah penuh. Saya lalu berjalan ke tepi bak mandi dan duduk di samping Udiyani untuk membelainya lagi. Perlahan tubuh Udiyani meluncur menuju selangkanganku dan dengan gerakan lembut mulutnya menelan kepala penisku yang sudah sangat ereksi sejak awal permainan. Lidahnya bermain, menghisap dan memutar ujung lidahnya di mulut kecilnya. Aku menghela nafas pelan saat menerima perlakuan ini.

“Oh… sayang… Enak sekali,” desahku sambil menahan napas. Lalu aku dengan lembut mengangkatnya dan memeluk pinggangnya sehingga punggungnya menghadapku. Tanganku dengan lembut meremas payudaranya dari belakang dan menarik tubuhnya ke posisi duduk. Udiyani merentangkan kakinya lebar-lebar sementara jemarinya yang ramping memegang penisku dan mengarahkannya tepat ke lubang vaginanya yang sudah basah oleh lendir. Perlahan Udiyani menurunkan pinggulnya lalu seluruh batang penisku meledak dan mencapai ereksi maksimal.

“OH.. Ssst,” kami mengerang serempak.

Setelah ku menembus ke dalam v4ginanya. Tanganku kembali menekan payudaranya dari belakang dan lidahku menjilat punggungnya yang basah. Jari-jari tangan kiriku memutar ujung putingnya yang keras dan menyebabkan erangan lembut keluar dari bibirnya.

“Ssshh…” erangnya erotis. Cerita Sex Masa SMA ku yang Nikmat – Sementara itu, tangan kananku mendekatkan wajahnya ke wajahku. Aku mencium bibirnya yang masih terbuka untuk menahan kenikmatan dengan lembut. Udiyani tak tinggal diam sambil menggerakkan pinggulnya dengan gerakan memutar seiring dengan gerakan pinggulku semakin dalam ke dalam vaginanya.

Terkadang rintihan dan tangisan lirih terdengar di tengah-tengah hubungan intim kami. Dan ini menimbulkan kesan erotis pada diri kita. Beberapa saat kemudian, adegan ini berlanjut. Tiba-tiba tubuh Udiyani bergetar dan pinggulnya bergerak semakin cepat.

“Mas… aku mau keluar,” teriaknya.

“Kita akan mencari tahu bersama-sama, sayang…” kataku

“Aku juga ingin keluar,” ulangku. Tanganku kembali ke wajahnya dan dengan lembut mencium bibirnya. Dan dengan tanganku yang lain aku memutar ujung putingnya. Aku memeluk tubuhnya erat-erat saat merasakan cairan panas mengalir di batang tubuhku. Dan tidak butuh waktu lama bagi penis saya untuk menembakkan sperma ke dalam rongga vaginanya.

“oh… Mass… aku keluar,” teriaknya gemetar. Agen bola Spbo

“Aku juga… sayang…” dengan nafas yang tidak teratur. Masih dalam posisi memegangi tubuhnya dari belakang, aku kembali menyedot bibirnya hingga tetes terakhir spermaku menyusutkan penisku ke dalam vagina Udiayani. Kisah cintaku dengan Udiyani dimulai kembali setelah makan malam di kafe yang malam itu ramai sekali.

Saat makan malam, saya memilih meja yang menghadap ke panggung dan berada di tengah, paling belakang. Di atas meja, aku menyalakan lilin untuk menyalakan makan malam kami. Malam itu semakin berkesan bagi Udiyani, karena saya menyumbangkan lagu yang saya tulis untuk acara live music di kafe khusus untuknya. Cerita Sex Masa SMA ku yang Nikmat

Itulah kisah cintaku yang masih kusimpan dalam hati hingga saat ini sebagai kenangan manis dalam hidupku.

Tanteseks.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *