LEON288

CERITA SEX HOT TANTE DI TOKO BUKU

MajalahDewasa – CERITA SEX HOT TANTE – Suatu hari sekitar tengah hari, saya sedang berada di toko buku. Tempat membeli majalah edisi khusus. Yang mereka bilang adalah edisi terbatas. Hari itu saya mengenakan kaos putih dan celana katun abu-abu. Sebenarnya tinggi badan saya normal, tinggi 170 cm, berat badan 63 kg, badan cukup lurus, rambut pendek. Wajahku biasa saja, aku bahkan ingin terlihat menakutkan.

CERITA SEX HOT TANTE DI TOKO BUKU
Hidungnya cukup persegi, normal, tidak lancip atau tidak beraturan. Mataku cukup kecil dan melotot, alisku tebal dan dahiku cukup indah. Jadi aku tidak istimewa. Saat itu, toko buku sedang tidak terlalu ramai. Padahal saat itu jam makan siang, namun yang ada di sana hanya 7-8 orang. Saya segera mengunjungi rak majalah. Jadi ketika saya ingin mengambil majalah tersebut, ada tangan yang juga ingin mengambil majalah tersebut. Kita bisa mengabadikan sebuah momen (sepersekian detik). Dan kemudian mereka meraih pegangan majalah tersebut hingga majalah tersebut jatuh ke tanah. Agen Maxbet Online

“Um, maaf…” kataku dan mengambil majalah yang jatuh dan memberikannya kepada orang itu. Ternyata dia adalah seorang wanita berusia sekitar 27 tahun (dan ternyata saya salah). (Beneran 30 tahun), muka bulat, mata tajam (meski agak bulat). Tingginya hampir sama dengan saya (dia memakai sepatu hak tinggi) dan payudaranya cukup bengkak. “Sial! Kamu cantik juga,” pikirku. “Tidak apa-apa, kita cari majalah X juga ya?” Saya mencari ke mana-mana tetapi tidak menemukannya,” katanya sambil tersenyum lembut. Link Gacor

CERITA SEX HOT TANTE “Oh, katanya edisi terbatas…” “Kamu juga suka memotret, kan?” “Enggak, aku cuma mengoleksi…” Kami lalu ngobrol banyak tentang fotografi hingga akhirnya, “Oh, Bu… Linda punya beberapa komik, aku bisa beli dua nggak?” “Seorang gadis kecil yang masih mengenakan seragam SD menyela seragam sekolahnya. “Iya bu… oh maaf kakak, aku pamit dulu padamu,” ucapnya sambil memeluk putranya, entahlah. cara membaca majalah tidak apa-apa, saya akan melihat buku-buku yang baru terbit. Sekitar setengah jam kemudian, seseorang memarahi saya. “Halo, halo, asyik sekali membaca,” terdengar suara lembut seorang perempuan, ternyata yang memarahiku adalah perempuan yang menggendong anaknya lalu pergi. CERITA SEX HOT TANTE
. Sepertinya dia kembali tanpa anak. “Apakah kamu melupakan sesuatu, adik perempuan?” “Oh tidak.” “Di mana gadis itu, kakak?” “Pelajaran piano di wilayah Tebet” “Tidak ditawarkan? “Oh, ada sopir yang akan mengantar anakku.” Lalu kami mulai ngobrol tentang fotografi, lama-lama sampai kaki kami lelah dan mulut kami haus. Akhirnya, seorang gadis bernama Julia mengajak saya makan fast food di lantai bawah. Saya duduk di dekat jendela dan Nona Julia duduk di sebelah saya. Aroma parfum dan tubuhnya membuatku jatuh cinta. Agenslot

Dan aku merasakan semakin dekat dia mendekatkan tubuhnya ke tubuhku, semakin hangat perasaanku. Aku sibuk sekali, tangan kananku sering bergesekan dengan tangan kirinya, tidak keras dan kasar tapi selembut mungkin. Selanjutnya aku menyandarkan paha kananku ke paha kirinya, lalu terus mengangkat tumitku ke atas dan ke bawah hingga pahaku bergesekan dengan lembut di paha kirinya. Ia terlihat beberapa kali menelan ludah dan menggaruk rambutnya. Oh, dia mengerti, pikirku. Akhirnya, dia meminta saya untuk meninggalkan restoran. “Ke mana?” tanyaku. “Terserah kamu,” jawabnya mesra.

CERITA SEX HOT TANTE “Apakah kamu tahu tempat pribadi di mana kita bisa ngobrol dengan nyaman?” Saya dengan berani berkata, jaga agar tetap ringan, maksud saya motelnya. “Saya tahu tempat yang pribadi dan sempurna untuk mengobrol,” katanya sambil tersenyum. Kami naik taksi, kami diam di dalam mobil, lalu saya berani meremas jarinya dan dia merespons dengan sangat hangat. Sambil memutar jari-jarinya, aku meletakkan tanganku di pahanya dan memijatnya. Suhu tubuh kami meningkat tajam, entah itu karena AC di dalam taksi yang buruk atau karena nafsu makan kami yang sedang tinggi-tingginya.

Kami mendarat di sebuah motel di kota dan segera memesan kamar standar. Kami masuk ke dalam lift bersama petugas kamar, di dalam lift saya memilih berdiri di belakang Mbak Julia yang berdiri sejajar dengan petugas kamar. Pelan-pelan aku mengusapkan penisku ke pantat Mbak Julia, Mbak Julia pun membalasnya dengan menggoyangkan pantatnya berlawanan arah dengan gesekanku. Saat pelayan itu meninggalkan kami di kamar, dia langsung memeluk Mbak Julia dari belakang, aku meremas payudaranya yang bengkak dan mencium lehernya. “Mmhh… kamu nakal sekali sampai sekarang… hhm,

Saya tidak tahan lagi,” dia segera membuka pakaiannya dan melanjutkan melepas gaunnya. Saat tangannya merogoh resleting bajuku, masih ada waktu bagi tangannya untuk meremas batang tubuhku. Dia segera menemukan tubuhnya, payudaranya di bawah branya menonjol. “Buka pakaianmu,” dia meminta dengan penuh kasih sayang. Aku segera menarik kausku dan menurunkan celanaku. Matanya melebar saat melihat penisku menonjol dari CD. Ujung tongkatku hanya berjarak 1/2 cm dari pusarku. Kisah cinta bibi yang panas di toko buku.

CERITA SEX HOT TANTE Tak mau ambil pusing, aku langsung mencium bibir tipisnya dan melumatnya, seketika itu juga terjadi adu lidah yang cukup intens hingga membuatku terkesiap. Sambil berciuman, aku menarik kedua cup bra (ini cara termudah membuka bra, tidak perlu merogoh-rogoh talinya). Dan ya Tuhan…, payudaranya adalah yang terbesar dan paling bulat, dengan puting kecil berwarna coklat dan urat biru yang terlihat jelas. Tangan kananku langsung memainkan puting kirinya dan tangan kiriku sibuk menurunkan celana dalamnya. Ketika CD itu mendekati lututnya, aku segera mengaktifkan jempol kaki kananku untuk menurunkan CD yang tergantung di dekat lututnya.

CERITA SEX HOT TANTE. Dan bibirku berlanjut sepanjang lehernya yang agak panjang. Nafas Mbak Julia semakin tidak teratur, tangannya meremas bokongku dan terkadang meremasnya. Mulutku akhirnya mencapai semangka. Gila, besar… Selain itu, menurut saya bra tersebut diimpor secara eksklusif. Aku mendorong tubuhnya perlahan hingga akhirnya kami saling bertumpukan di atas kasur yang cukup empuk. Aku langsung menikmati payudaranya dengan menggunakan tangan dan lidahku bergantian kiri dan kanan.

Setelah puas, aku pun segera menurunkan ciumanku lebih rendah lagi. Saat ciumanku sudah sampai di sisi tubuhnya, Bu Julia menggeliat, tak tahu apakah itu karena efek ciumannya atau karena tanganku yang meremas putingnya kuat-kuat. . Dan selanjutnya terlihat rambut kemaluannya yang dicukur sempurna serta aroma feminim yang sangat tidak sedap membuat saya langsung bergegas menuju lubang kemaluannya dan langsung menjilat bagian atas tubuhnya berkali-kali. Kulihat Nona Julia langsung menyentakkan pinggulnya saat aku memainkan klitorisnya.

Dan sekarang Anda dapat dengan jelas melihat klitoris kecilnya. Aku menjilatnya dengan rakus, keras dan cepat. Mbak Julia bergoyang (maju mundur) dengan cepat sehingga sasaran jilatan saya kurang tepat sehingga saya langsung menekan pinggulnya. Aku menjilat lagi dengan cepat dan tepat, Mbak Julia mencoba menggerakkan pinggulnya namun tertahan. Kekuatan pinggulnya sangat kuat. Aku berusaha sekuat tenaga menahannya dan erangan Mbak Julia yang awalnya lemah, menjadi nyaring dan liar. Kisah cinta bibi yang panas di toko buku. Daftar Maxwin

Dan aku menghisapnya, dan aku merasakan ada sesuatu yang menyembur ke dalam mulutku, asin dan asin, maka aku segera menjepitnya di antara gigi atas dan bibir bawahku dan segera menggerakkan bibir bawahku dari kiri ke lurus sambil menariknya ke atas. Nona Julia berteriak keras dan tubuhnya melambung tinggi, aku tidak bisa menangkap pinggulnya yang naik. Rasanya lubang kewanitaannya menjadi sangat basah karena kenikmatan calindan. Dan aku pun segera menyiapkan penisku, aku arahkan ke lubang kemaluannya dan “Slebb…” tidak masuk, hanya ujung penisku yang tersangkut dan Mbak Julia mengerang kesakitan.

CERITA SEX HOT TANTE “Pelan-pelan, Jer,” pintanya lemah. “Ya, Bu,” dan saya mengulanginya lagi, tidak ada bedanya. Kasihan sekali putriku, dia sudah mempunyai anak namun masih perawan. Segera kudorong calindan itu ke dalam lubang kewanitaannya hingga menutupi kepala penisku, lalu perlahan namun pasti aku kembali memasukkan pistolnya ke dalam. “Aarghh. ohhhh. Pelan-pelan, Jer..” Sial, itu cuma kepala ayam, udah susah masuk ke situ. Saya mengeluarkannya perlahan dan juga memasukkannya perlahan. Pada hitungan ketiga, aku mendorongnya lebih dalam.

Cerita Sex Hot Tante Di Toko Buku. Untuk menjadi yang terbaik, usaha saya sangat padat karya, terlihat dari keringat saya. Ketika Nona Julia sudah tenang, saya segera menggerakkan pistol saya perlahan ke depan dan ke belakang dan Nona Julia mulai menikmatinya. Itu mulai bergoyang dan suaranya mulai mengikuti gerakanku. Akhirnya lubang vagina Mbak Julia mulai tergelincir. Kisah seks bibi panas di toko buku. Dan rasa sakit akibat kasar dan tebalnya bulu kemaluannya sudah sedikit berkurang dan bagi saya sangat menyenangkan.

Baru 20 menit bercinta, tiba-tiba dia memelukku erat dan “Auuwww..”, teriakannya paling keras, dan beberapa detik kemudian lengannya patah dan masih lemas. “Lihat, saudari,” aku bertanya. “Iya Jer..aku istirahat dulu, capek sekali.. Tulang Mbak rontok, Jer,” bisiknya dengan suara nakal. “Baik kak, nanti bisa aku lanjutkan…” jawabku tak kalah mesra. “Jer, kamu sering melakukan itu dengan wanita lain. …”, kata Mbak Julia. “Ah, tidak juga kok, mbak, sama saja seperti kamu,” aku berbohong. “Tapi melihat betapa profesionalnya penampilanmu, Jer, kamu terlihat hebat, Jer… Ampuh banget,” puji Mbak Julia. “Luar biasa juga, lobang langitnya mbak, sempit sekali.. Sebenarnya mbak sudah punya anak,” kataku sambil memberi selamat.

“Bisa, kalau itu rahasia dapur,” jawabnya sebal. Kami juga tertawa bersama saat berciuman. Kami tidak merasa lelah, kami berdua saling berpelukan lalu tidur dan ketika bangun kami terkejut, sepertinya kami sudah tidur kurang lebih tiga jam. Kami pun melanjutkan pertandingan yang sebelumnya ditunda. Kali ini permainan lebih beringas dan liar, kami bercinta di berbagai posisi berbeda. Dan yang lebih menggembirakan lagi, di game fase kedua ini kami tidak menemui kendala yang berarti.

CERITA SEX HOT TANTE Karena sama-sama berpengalaman, ternyata lubang seks Mbak Julia tidak sekencang dulu, mungkin karena tertembus senjata spektakulerku, sehingga kini senjataku bisa dengan mudah masuk ke lubangnya. Namun permainan ini tidak berlangsung lama karena Bu Julia harus segera kembali menemui putranya yang baru saja pulang dari les piano. Namun sebelum putus, kami saling memberikan alamat dan nomor telepon agar kami bisa saling mencintai dengan damai di lain waktu.

(Tanteseks.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *