LEON288

CERITA SEX HOT PAYUDARA TANTE MONTOK

Cerita Dewasa – CERITA SEKS PANAS PAYUDARA – Saya mengambilnya tetapi kepala dan leher penis berada di luar jangkauan saya, itu luar biasa besar. Tanpa kusadari tanganku meremas dan menggerakkan penisku maju mundur, aku heboh melihat penis yang begitu besar hingga dua kali ukuran penis mendiang suamiku Mas Imron. “Bagus Nita… Iya betul,” kata sang kakak yang penisnya kuremas tapi tak kumengerti namanya.

KISAH SEKS PAYUDARA PANAS – Saya dengan antusias mempercepat cambuk di tangan saya dan dengan sentakan, penis itu kemudian menjadi lebih besar dan panjang. Pembuluh darahnya menonjol keluar… Besar sekali. Kakakku berhenti mengguncangku dan meremas botol berisi cairan seperti baby oil ke telapak tanganku, lalu aku menggoyangkan penisnya lagi. Bola Tangkas Android

Di sana, celana dalam saya menjadi sangat basah, mengeluarkan cairan pelumas yang biasanya menyebabkan serangan penis.

KISAH SEKS PAYUDARA PANAS – Saya sudah lebih dari 3 bulan tidak disentuh oleh seorang pria dan sekarang saya merasa sangat membutuhkan penis. Saya memegang penis di tangan saya tetapi bagaimana saya bisa memintanya? Baru saja aku selesai berpikir, seolah membaca pikiranku, tangan kakakku tiba-tiba meraih pahaku dan menarikku mendekat ke kepalanya.

Tanpa ada perlawanan tersisa di kakiku, aku menggerakkan pinggulku ke arah kepalanya namun tetap mempertahankan posisi berdiri. Perlahan tapi pasti, tangan kakakku menyelipkan rokku dan berhenti di selangkanganku. Salah satu jarinya menusuk celana dalamku.

CERITA SEKS PAYUDARA PANAS “Auhh,” jeritku terhenti karena jemari kakakku langsung menyentuh dan meremas klitorisku sambil memutarnya.
“Oh..” erangku sambil mengangkat wajahku untuk menikmati perasaan kenikmatan luar biasa yang menguasai diriku.

Aku mendongak dan memejamkan mata, merasakan kegelisahan yang aneh dan perasaan seperti aku tidak bisa berhenti. Tanpa sadar, aku merasa bahagia sekali hingga terjatuh seolah tak punya tenaga lagi.

Kakakku segera berdiri, mengulurkan tangan ke arahku dan berbaring di kasur pegas kotaknya, meskipun aku masih tahu kakiku tergantung di luar kasur pegas kotak. Lalu kakakku mengangkat kakiku, mengangkat rokku dan menurunkan celana dalamku… Oh, aku tidak bisa kembali sekarang…

Tapi urat pengertian dan rasa maluku tetap berguna, meski kecil.

“Saya… Oh Pak… Tidak Pak… Saya belum pernah seperti ini selain suami saya,” kataku bersamaan dengan suara pelan.
“Apa?” Dia bertanya seolah tidak mendengar lalu menempelkan bibirnya di paha atasku. “Oh” erangku girang karena tak kutahan sehingga aku menikmati bibir yang menarik lembut kulit pahaku.

Dan akhirnya aku merasakan sesuatu yang hangat dan lembut menyentuh klitorisku dan mendekatkannya dengan lembut. Aku penasaran sekali dengan apa yang dilakukan Abang. Ya Tuhan, aku bisa merasakan mulut Abang dengan lahap menarik-narik daging di sekitar vaginaku.

Mohon maafkan kebahagiaan… Kepalaku kembali tertunduk seolah tak lagi mempunyai kekuatan untuk merasakan kekuatan badai.

“Oh… Bangga sekali… Bagaimana aku bisa menikmati kenikmatan seperti ini…” desisku seolah tak yakin dengan keadaan.

Sejujurnya, suamiku belum pernah melakukan ini padaku sebelumnya. Jadi menjilati vagina adalah pengalaman yang benar-benar baru bagi saya. Dan lahar tidak bisa dihentikan. Tubuhku yang kaku menjadi pucat dan segalanya menjadi gelap saat aku merasakan cairan vaginaku mengalir melalui tubuhku.

“Oh…” aku mengerang sambil menitikkan air mata.

Crott.. Crott.. Crott.. Aku orgasme.. Ya ampun..  Mengapa orgasmeku begitu nikmat, pikirku. Tanpa kupahami lebih dari satu detik, akhirnya aku bisa melihat cahaya itu lagi.. Lambat laun, kepalaku mencari-cari kakakku.. Oh sepertinya, dia masih rakus menjilati sekret vaginanya. Oh lidah itu.. Kenapa kamu masuk… Um lagi-lagi aku stres.

Kenapa lidah ini sekasar amplas menjilati setiap sudut kehormatanku… Ya Tuhan, kenikmatannya tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Tapi aku kecewa melihat Abang berdiri. Bisakah ini berakhir?

KISAH SEKS PAYUDARA PANAS – Tapi… Tidak… Oh, ternyata kakakku menarik pinggulku sehingga tubuhku juga tertarik ke arahnya… Ya Tuhan… Mungkinkah ini terjadi, pikirku… Apakah seks ini mungkin? Saya kira dan berharap. Kakakku mengangkat kedua kakiku hingga lututku menyentuh perutku. Kehormatanku terpampang… Dihadapkan pada penis kakakku yang tegang dan sombong. Aku merasakan ujung penis kakakku menyentuh lubang vaginaku… Kemaluannya sangat keras. Oh.. Enak sekali.. Aku memejamkan mata dan berusaha tidak membuat suara apapun.. Aku malu. Aku tidak mau protes dan aku tidak setuju dengan apa yang dilakukan kakakku kepadaku. Saya ingin ini terjadi dalam hitungan detik. Saya siap dan saya sangat ingin melakukan hubungan seks ini. Saya merasa seperti saya memenuhi misi saya sekarang. Perlahan tapi pasti aku merasakan penis kakakku masuk.. Wah, besar sekali sampai kepalanya masuk.. Keras sekali seperti baja lunak. Adikku berhenti sejenak, bibirnya menyentuh bibirku… Aku membalas ciumannya… Aku menghisap lembut bibir atasnya sambil lidahku bermain disana… Ahh, enak sekali

Aku merasakan kepala penis kakakku ditarik sedikit… Lalu didorong lagi… Ugh, rasanya lebih dalam dari sebelumnya. Ada 6-7 kali saya melihat penis, dia memasukkannya tetapi hanya di sekitar kepala dan leher penis… Kemudian ciuman kakakku berpindah ke telingaku…Aku menjadi semakin bersemangat…

Tak paham, aku mendorong pinggulku ke atas dan di saat yang sama penis kakakku masuk perlahan tapi pasti.. Terus berjalan.. Dan terus berjalan.. Dia masuk ke dalam dan aku merasa mandek lalu berhenti… Saat itulah aku merasa vaginaku penuh sekali… Aku ingin meledak tapi rasanya nikmat sekali.

“Oh, bangga sekali…” Mataku membelalak saat melihat kakakku, wajahnya hanya berjarak enam inci dari wajahku.

Tanganku membelai pipinya. Rasanya pinggul ingin terus menekan tapi malah tertahan. Alat kelamin kami silih berganti berdenyut di sana. Ini seperti Anda mengenal seseorang dan berbicara dengan seseorang. Aneh, pikirku… Kenapa aku tidak merasakan sakit apa pun saat penis raksasa itu masuk ke dalam vaginaku.

Menurutku orang ini luar biasa… Dia pasti punya banyak pengalaman dengan wanita. Dalam sekejap, ketika kakakku mengangkat pinggulnya dan menekannya ke belakang, itu membuatku melayang ke arah sesuatu yang aku tidak tahu harus menyebutnya apa. Kemudian tiba-tiba…

(Tanteseks.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *