LEON288

Cerita Sex HILANG PERJAKA TEMPAT PIJAT PLUS”

Cerita Sex HILANG PERJAKA TEMPAT PIJAT PLUS”

Majalah Dewasa – Cerita Sex HILANG PERJAKA Giliranku kali ini mendapatkan projek di kota B yang berhawa sejuk dan merupakan kota idolaku. Dulu aku sempat lama berdiam di kota ini ketika kuliah di salah satu perguruan tinggi ternama di negeri ini.

Sebagaimana projek-projek lain yang sering kukerjakan maka tidak ada perkecualian projek ini juga menuntut energi dan pikiran ekstra keras karena ketatnya jadwal. Salah satu hal yang menyebalkan di kota ini adalah masalah taxi yang buruk kondisinya dan lagi jarang mau menggunakan argo sehingga harus selalu melakukan negosiasi terlebih dahulu. Oleh sebab itu sering aku mencari hotel terdekat dengan lokasi projek sehingga dapat dicapai dengan jalan kaki hanya beberapa menit.

Cerita Sex HILANG PERJAKA Minggu ini adalah puncak-puncaknya pekerjaan sehingga keletihan amat sangat terasa. Hal ini menyebabkan aku malas pulang week end ke kota J di mana aku tinggal. Kurencanakan Sabtu pagi besok saja untuk pulang menggunakan kereta api. Karena anggota tim lain selalu pulang ke J (semuanya berdomisili di J) di akhir minggu maka kini tinggal aku sendirian. Agen Pokerqq

Setelah makan malam di restoran hotel aku masuk ke kamar sambil nonton acara-acara TV. Berhubung hotel ini bukan hotel mewah maka channel acara TV-nya pun terbatas, untuk mengirit ongkos operasional kali. Setelah satu jam aku mulai dihinggapi kejenuhan. Mau tidur masih amat susah karena malam begitu larut, baru jam 8an, dan badan yang amat letih ternyata malah membuat sulit untuk segera beristirahat tidur. Tiba-tiba aku teringat biasanya hotel ada info layanan pijat. Kucari-cari brosurnya tidak kutemukan. Tanpa kurang akal kutelpon operator untuk menanyakan apakah di hotel ini bisa dicarikan tukang pijat. Ah lega rasanya ketika dijawab bisa dan akan segera diantar.

Sambil menunggu kedatangan tukang pijat aku mulai mencoba kembali menikmati acara-acara di layar TV. Tapi ternyata pikiranku sudah mulai melantur membayangkan nikmatnya ketika badan yang pegal hebat ini akan mendapatkan terapi pijat yang pasti akan memanjakan urat dan saraf-saraf yang telah mulai menuntut untuk dirilekskan sejak beberapa hari ini. Ah beginilah nikmatnya masih bujangan (sebagai lelaki berusia 35 aku jelas termasuk telat menikah, hehe biarin masih enak sendiri kok), waktu masih bisa diatur sesuka hati. Coba kalau berkeluarga sebagaimana kawan-kawanku itu, pasti mereka harus buru-buru pulang sementara masih harus berjuang untuk mendapatkan tiket kereta karena penuhnya calon penumpang di akhir minggu.

Sejam kemudian ada suara ketukan pintu, ah sudah datang, batinku dengan girang. Ketika kubuka aku agak sedikit heran karena tukang pijatnya ibu-ibu berumur 45-an lebih kira-kira. Tinggi tubuh sekitar 155 cm, berkulit kuning bersih, wajah sudah menunjukkan usianya yang memang sudah matang. Dengan mengenakan jaket kain dan bercelana jean yang agak ketat. Dengan santunnya dia permisi untuk masuk. Kupersilakan dia masuk sementara pengantarnya yang adalah bell boy kemudian pergi meninggalkannya.

Cerita Sex HILANG PERJAKA Setelah di dalam kamar kupersilakan duduk dulu di kursi pojok kamar. Aku ijin sebentar ke toilet untuk pipis karena aku memang termasuk orang yang nggak tahan dingin (sudah di kota yang dingin ber-AC pula) sehingga sering pipis. Daripada nanti pas ditengah-tengah aksi pemijatan aku kebelet mendingan kukeringkan dulu kantong pipisku. Kan nggak nyaman pas lagi merem-melek dipijat eh kebelet pipis, pasti akan merepotkan. Titan Gel Murah Meriah

Setelah pergi ke kamar mandi, aku melepas T-shirt dan celana pendekku, hanya menyisakan CD-nya. Lalu aku melihat ibuku melepas jaketnya dan hanya mengenakan kaos ketat berwarna hitam. Sayangnya, ternyata ibu ini masih memiliki tubuh yang sempurna, perutnya masih terlihat kencang. Tanpa membuang banyak waktu, aku langsung berbaring telungkup di atas kasur. Tukang pijat mendekat, meminta maaf dan meminta izin untuk memulai pijatan. Yang pertama adalah pijat kaki. Oh, betapa nyamannya. Telapak kaki saya yang sudah kaku ditekan lalu dipijat.

Aku tidak mau bicara terlalu banyak agar ibu bisa lebih fokus pada pekerjaannya dan aku bisa fokus menikmati pijatan semaksimal mungkin. Setelah selesai dari telapak kaki, saya mulai naik ke betis yang juga sama kuatnya. Sepertinya betisku yang keras terasa nyeri saat dipijat, sehingga aku sedikit meringis. Rupanya dia mengetahui rasa sakitku dan sedikit mengurangi tekanannya. Jika sudah selesai tap kemudian susun. Gunakan krim ini untuk memijat Licin.

Saat aku mencapai pahaku, tiba-tiba aku mendengar suaranya… “Den maaf, keluarkan saja CD-nya biar tidak berminyak. Saya minta maaf.”

Karena untuk alasan yang baik, saya membiarkannya meskipun itu membuat saya canggung (saya sering dipijat tetapi biasanya dari orang buta). Saya mengeluarkan CD saya hanya dengan mengangkat pantat saya dan menggesernya dari kaki saya. Menurutku ibu tidak bisa melihat “adikku”. Saya kemudian duduk agar pijatan dapat dilanjutkan. Mula-mula giliran paha bagian luar. Setelah kedua paha bagian luar selesai, lanjutkan ke paha bagian dalam. Pijat dari bawah ke atas, berhenti menekan!! Bisakah Anda bayangkan?

Cerita Sex HILANG PERJAKA Jari-jarinya, kayaknya ibu jarinya (aku nggak bisa lihat sih) secara halus menyenggol kantong-kantong kejantananku. Serr. Kudiamkan. Kemudian pantatku mulai dijamahnya dengan cara melingkar dari bawah ke atas luar terus turun masuk ke dalam dan berakhir di.. Ujung selangkangan persisnya tengah-tengah antara kedua kantong kejantananku. Serr. Serr. Uenak sekali. Aku heran agak lama juga dia ini bermain di wilayah sensitif ini. Tapi biarlah, enak ini. Hehe. Eh ketika sedang enak-enaknya menikmati jari-jari lihainya yang baru pertama kali kunikmati sensasi kenikmatan tiada tara ini berlangsung tiba mulai naik ke arah pinggang. Agak kecewa juga, tapi kutahan biarlah dia menyelesaikan pekerjaannya sesuai dengan prosedur standar pemijatan yang dia praktekkan.

Begitu dia selesai mengerjakan tengkuknya, bagian atas yang dia langgar, tiba-tiba dia “dengan dingin” memerintahkannya untuk berbaring telentang. Oh, ini sangat rumit. Diketahui bahwa saudara perempuan saya sudah bangun. Tapi ya, semuanya terjadi secara alami. Apa yang telah berdiri, tetaplah demikian. Ha ha.

Bunda mulai lagi dari bawah, tepatnya bagian depan telapak kaki. Sekarang saya tidak bisa lagi menikmati pijatan setiap detik dan setiap inci tubuh saya. Aku baru saja memikirkan apa yang akan dia lakukan jika itu menyebar ke pahaku. Karena pikiran saya telah dipandu oleh kerja hormon testosteron, jelas bahwa adik saya menjadi lebih percaya diri dengan kemampuannya untuk menjadi tangguh sebelum terpapar.

Akhirnya tiba juga saat-saat yang kunantikan. Rupanya teknik yang dia lakukan di bagian pantatku tadi dipraktekkan juga di bagian depan. Aduh Mami, enaknya minta ampun, eh nambah. Sempat kutatap wajahnya, kulihat sekilas-sekilas dia melirik adikku. Hmm rupanya dia ingin tahu efek pijatannya apakah membuahkan hasil atau tidak. Dan tidak salah dia. Sukses besar. Bahkan si adik telah sedikit menitikkan cairan.

Ketika itu dia mencuri pandang ke aku. Aku menangkapnya. Mulai kuamati wajahnya untuk melihat lebih jelas seperti apa sebenarnya tampang Ibu ini. Biasa aja. Tidak menarik. Bahkan sudah ada beberapa kerutan. Sedikit. Tidak terlalu muluslah wajahnya. Tapi tidak berpengaruhlah itu karena nyatanya adikku tetap saja berdiri kayak tonggak, sedikit miring karena gravitasi.

Lagi asyik-asyiknya melayang-layang imajiku akibat aksi pijatan-pijatan yang berbentuk lingkaran-lingkaran itu tiba-tiba rambahannya sudah menuju perut. Ah. Sedikit down. Sedikit kecewa. Tunggu dulu, rupanya ketika di perut masih ada harapan untuk mendapatkan sentuhan-sentuhan dahsyat itu. Ketika gerak maju-mundur di perut dengan formasi melingkar luar-dalam juga, ternyata setiap mundur gerakannya dibablaskan sehingga si adik tetap bisa menikmati sentuhan-sentuhan. Bedanya sekarang yang mendapatkan anugerah adalah bagian kepala adik. Sip. Sip bener ini. Kok ya ada tukang pijat sehebat ini. Apakah karena sudah ibu-ibu maka pengalamannya memijat bertahun-tahun yang membuatnya menjadi piawai begini? Mustinya iya.

Lalu, akhirnya pijatan di akhir bagian dada. Begitu selesai..

“Mau diapain lagi Den?”
“Maksud Ibu?” Tukasku.

Tersenyum simpul dia dan.. Tahu-tahu tangannya pura-pura pijat-pijat lagi di selangkangan tetapi dengan titik kontak gesekan ke ‘adik’ semakin besar dan lama.

“Oh tahu aku maksudnya”, pikirku. Agen casino online

Cerita Sex HILANG PERJAKA Tanpa kujawab mulai kuelus punggungnya (dia duduk di pinggir ranjang dengan membelakangi). Dia diam dan mulai berani hanya mengelus khusus adikku saja, tidak lagi pura-pura menyentuh bagian lain. Kusingkap pelan kaosnya. Astaga, rupanya kondisi dalamnya terawat mulus. Tak kusangka padahal sudah seumur itu. Menggelegaklah kelelakianku. Tanpa terkontrol lagi aku yang tadinya telentang bangkit duduk sehingga punggungnya berhadapan dengan tubuh depanku dan tanganku yang kiri menyingkap kaosnya lebih ke atas lagi sementara yang kanan ke depan menjamah sang.. Tetek.

Dia sengaja mencondongkan dirinya ke arahku agar lebih mepet. Kulepas kaosnya dan dibantu dia sehingga sekarang setengah telanjang dia. Eits! Bulu keteknya nggak dicukur. Gairahku malah semakin meledak, kubalikkan badannya agar menghadapku. Dia menunduk mungkin malu atau minder karena umur atau ketidak cantikannya, entahlah, yang pasti dia telah dengan ahlinya melepaskan ‘nafsuku’ dari kandangnya. Kurebahkan dia dengan masih tetap pakai BH karena aku lebih suka menjamah teteknya dengan cara menyelinapkan tangan.

Cerita Sex HILANG PERJAKA Kuserbu keteknya yang berbulu agak lebat itu (kering tanpa ‘burket’, kalaupun ‘burket’ toh nafsuku belum tentu turun) sambil terus meremas tetek. Kutindih dia. Celana jeans masih belum dilepas. Kususupkan tangan kananku ke dalamnya. Menyentuh veginya. Basah. Kupindahkan serangan ciumanku ke lehernya. Mendesah. Lalu dia mengerang pelan. Saya kehabisan nafas, ketika saya mengangkat kepala untuk mencari udara, kepala saya ditarik ke belakang. Nah, sepertinya “G-spot” itu terletak di leher, di belakang telinga kanan. Saya memukulnya dalam waktu lama dengan mengendus area itu. Semakin liar perilakunya. Tangan kananku basah oleh banyak cairan. Aku melepaskan tanganku dan menyuruhnya berdiri. “Lepaskan bra dan celanamu, oke?”

Cerita Sex HILANG PERJAKA Tanpa tunggu lama wajahnya yang sudah merah merona itu mengangguk dan cepat-cepat semua yang kuingin lepas dilepasnya. Kupandangi sebentar teteknya, masih lumayan bulat. Kupandangi veginya, wow alangkah lebatnya. Kurebahkan lagi dengan segera. Kutindih lagi dia. Mengerang hebat. Nafasku memburu berat. Kukangkangkan pahanya., berdiri, mengangkat kakinya hingga bertumpu pada bahuku, mengarahkan misilku ke vaginanya yang sudah menghilang ke rambutnya. Aku akan mengungkapkannya terlebih dahulu, lalu memberkati. Memberkati.

“Argh.. Arghh.. Cepat Denn Arghh.. Tunggu Denn.. Ah ah….

Setelah 10 menit, adik saya mulai merasa kepanasan.

“Akkhu.. Cukup.. Kelluaar.. Bikk.. Ahh.. Ahh.”
“Akh… Bibikh… Dan juga… Denn. Ah… Argh. Agen lendir terbesar

Cerita Sex HILANG PERJAKA Dan tanpa dapat dibendung lagi jebollah lahar panas dari rudalku menyemburi lembahnya yang rimbun itu. Pada saat yang bersamaan. Sensasi kimiawi dari surga telah mengurasku menuju keletihan. Entah kenapa badanku yang sebelumnya sudah letih banget ternyata masih mampu mengeluarkan tenaga sebesar ini. Ibu ini memang lihai. Luar biasa kuakui. Setelah terbaring kurang lebih 15 menit, sang ibu meminta izin ke kamar mandi untuk mandi. Saya menyiapkan sebuah amplop untuknya sebagai balasan atas kegembiraan luar biasa yang saya rasakan untuk pertama kalinya dalam hidup saya. Tanpa membuka amplopnya, dia dengan sopan mengucapkan terima kasih dan meninggalkan ruangan setelah mengenakan kembali mantelnya.

Sejak saya mengetahui nikmatnya “pijat hotel”, saya mulai lebih sering mencobanya. Di kota B, banyak sekali salon yang mengaku sebagai tempat pijat, namun sebenarnya yang mereka tawarkan lebih dari sekedar pijat. Awalnya saya mencoba tampil muda dan cantik, namun pada akhirnya saya mencari senior karena menurut saya yang muda tidak banyak pengalaman dan kurang tertarik. Selain itu, lebih aman bagi kesehatan orang lanjut usia karena jarang digunakan, sedangkan orang muda dan cantik digunakan oleh banyak pria di berbagai tingkatan dan dengan kondisi kesehatan yang sulit dikendalikan.

Cerita Sex HILANG PERJAKA Demikianlah kisah keperjakaanku yang hilang di tangan sang Ibu Pemijat. Aku tidak menyesal. Bahkan malah sulit melupakannya. Yang kusesali adalah mengapa kenikmatan yang sedemikian dahsyatnya baru kuketahui setelah setua ini.

bahenol,foto tante,foto tante cantik,hot tante,tante,streamsex,tante cantik,tante hot,tante mulus,tante tante

Tanteseks.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *