LEON288

Cerita Sex Full Cerita Dompet Sakti Pembawa Nikmat

Cerita Sex Full Cerita Dompet Sakti Pembawa Nikmat

Majalah Cerita – Sex Full Cerita Hujan rintik membasahi jalan satu hari ini, Dan aku masih di jalan, baru saja pulang bekerja sambil memacu motorku pelan. Hujan rintik tidak menghentikan jalanku menuju kosan.

“Ujan gak berenti-berenti. Masuk angin deh nih…” Gerutuku dalam hati.

Tujuanku masih cukup jauh, tapi si kuda besi yang ku tunggangi sudah haus meminta jatah minumnya. Ku pinggirkan motorku ke pom bensin terdekat sebelum motor kesayanganku ini ngambek dan berhenti di tengah jalan.

Cerita Sex Full Cerita Hujan sedikit lebih deras dari sebelumnya saat aku sedang mengisi bensin, tapi itu tidak menghentikan langkahku untuk bisa sesegera mungkin sampai rumah. Memang hari ini hari Jumat dan besok aku tidak perlu bangun pagi untuk ke kantor, tapi cuaca dan pekerjaan yang melelahkan hari ini membuatku ingin bergegas menyelimuti diri dan tidur sampai siang hari esok. Selesai membeli bensin, kembali ku pacu motor bebekku yang sudah cukup berumur. Saat hendak memasuki jalan utama, sebuah dompet di pinggir jalan mencuri perhatianku. Dompet panjang berwarna hitam dengan keadaan terbuka memperlihatkan isinya yang cukup banyak tergeletak begitu saja tanpa pemilik.

Langsung saja ku dekati dan ku ambil dompet tersebut. Ku perhatikan sekitar, tampak sepi tak ada orang yang sedang berjalan, atau orang yang terlihat sedang bingung mencari sesuatu. Ku lihat isinya, uangnya masih ada dan kartu-karu seperti ATM dan lainnya cukup banyak. Tanpa pikir panjang, segera ku ambil tersebut. Ku berniat mencari tempat lain untuk melihat identitas si pemilik dan berniat mengembalikannya. wedebet

Tidak jauh dari situ ada warung kopi yang cukup sepi. Segera saja ku sambangi warkop tersebut. Pesan kopi segelas, ku pilih tempat dibelakang yang tidak terlihat orang. Meski aku menemukan dompet tersebut dan berniat mengembalikannya, tetap saja aku khawatir terlihat seperti orang yang baru saja mencopet.

Ku buka dompet tersebut, ku cari KTP tanpa memedulikan uang pecahan seratus ribuan cukup banyak yang ada di dalamnya.

Begitu aku menemukan KTPnya, ku perhatikan dengan seksama wajah dan identitas si pemilik. Sinta, wajahnya terlihat manis dengan rambut hitam panjang. Usianya ternyata lebih muda 2 tahun dariku, dan alamatnya tidak jauh dari tempat ku berada. Aku tahu persis jalan tempat tinggalnya tersebut.

Setelah menyerap informasi yang cukup, aku pun menghabiskan kopi dan membayar lantas kembali menaiki sepeda motorku. Aku segera menuju rumah si empunya dompet tersebut untuk mengembalikannya. Titan Gel Murah Meriah

“Duh sial banget sih nih cewek, pasti pusing banget keilangan dompet.” Gumamku dalam hati. Aku pernah mengalami hal serupa seperti ini dan tau seperti apa pusingnya. Harus mengurus KTP, ATM, belum lagi SIM dan STNK, selain memakan biaya, juga memakan tenaga dan waktu, bukan hanya perkara uang yang ada di dalam dompetnya saja.

Cerita Sex Full Cerita Tidak sampai 15 menit, aku sudah tiba di jalan yang tertera di KTP. Aku memang tahu jalannya, namun tidak tahu rumahnya. Alhasil aku harus tetap mencari rumahnya. Cukup sulit karena daerah tersebut bukan perumahan, sehingga mencari nomer rumahnya menjadi tidak semudah yang dibayangkan.

Aku pun bertanya dengan pemilik warung rokok di pinggir jalan yang masih buka.

“Pak, maaf mau tumpang tanya. Tau alamat sama pemiliki KTP ini pak?” Tanyaku sambil menunjukan KTP.

“Ohhh, ini Neng Sinta, Mas. Itu rumahnya yang itu tuh. Yang pager warna ijo. Tuh liat gak?” Si pemilik warung menunjukan tangannya ke arah rumah yang letaknya tidak jauh dari warung tersebut.

Aku pun mengangguk.

“Makasih ya, Pak…” Jawabku.

Ku datangi rumah tersebut. Rumahnya besar sekali, pagar hijaunya yang tinggi menghalangi pandangan untuk melihat ke dalam rumahnya. Tanpa menunggu lama karena hujan yang semakin deras, ku tekan saja tombol bell yang ada di depan dan berharap ada orang di rumah.

Bell ku tekan tiga kali, tidak juga ada jawaban. Aku hampir putus asa dan berniat menitipkan dompet ke warung tadi, meski khawatir uang yang ada di dalamnya akan diambil si pemilik warung.

“Yaudahlah, yang penting niatnya sudah baik…” Pikir ku dalam hati.

Baru saja aku menaiki motor ku kembali, tiba-tiba pintu pagar terbuka. Seorang wanita keluar, dengan pakaian putih ketat, celana pendek berwarna krem dan sendal jepit sambil memegangi payung.

“Cari siapa, Mas?” Tanya wanita tersebut.

“Hmm, Sintanya ada?” Balasku.

“Iya, saya Sinta. Siapa ya? Ada perlu apa, Mas?”

“Oh mbak yang namanya Sinta? Ini mbak, saya tadi nemuin dompet mbak di deket pom bensin…” Kata ku sambil menyodorkan dompetnya.

Matanya terbelak melihat dompetnya, ia pun langsung histeris. “Ya ampun! Akhirnyaaaaa! Aduhhh, makasih ya masss…” Teriaknya sambil meraih dompet yang aku berikan.

Ia pun segera membuka dan memeriksa isi dompetnya.

“Di cek aja dulu, mbak. Ada yang ilang apa enggak.” Agen Sbobet

Ia menggeleng, “Enggak ada, Mas. Uangnya masih ada semua…” Jawabnya sambil menutup dompet.

“Mas, masuk dulu yuk. Hujan, Mas….” Tawar Sinta.

“Ah, gak usah mbak. Sudah malam. Saya langsung pulang saja…” Kilahku.

“Hujannya deras, Mas. Baju mas juga basah, lebih baik masuk dulu untuk mengeringkan badan.

Cerita Sex Full Cerita Anggap saja untuk rasa terima kasih saya…” Pintanya memelas.

Setelah ku pikir-pikir, jalan menuju rumahku masih terbilang jauh. Di rumah pun tidak ada orang tua yang menunggu karena orang tuaku sedang bepergian ke luar kota. Aku pun berpikir panjang, dan menyetujui tawarannya.

“Oke deh, Mbak, numpang neduh dulu kalau gitu…” Jawabku,

Aku menaiki sepeda motorku dan mengikuti Sinta sampai ke rumahnya.

Saya terkejut melihat perabotan di rumah. Ruang tamunya sangat besar dan memiliki sofa kulit yang terlihat mahal. Saya merasa sangat malu ketika saya masuk ke sana.

“Silakan duduk, Tuan.” Silakan merasa nyaman di rumah…” kata Sinta dan mempersilahkanku duduk.

“Iya, Mbak..” Jawabku sambil duduk di sofa.

“Tunggu sebentar pak…” Sinta masuk, sepertinya dia hendak menuju kamarnya.

Cerita Sex Full Cerita Rumahnya cukup besar, ruang tamunya dipenuhi beberapa hiasan antik. Lukisan pedesaan berukuran cukup besar tergantung di dinding tepat di hadapanku. Di sudut ruangan terdapat guci berukuran besar, dan hiasan lain yang menambah suasana mewah rumah tersebut.

“Ini, minum dulu…” Aku sedikit terkejut karena ternyata Sinta sudah kembali, membawakan dua cangkir teh hangat dan diberikan kepadaku. “Ini handuk, kamu bisa menggunakannya untuk mengeringkan diri. Apakah kamu ingin aku meminjamkanmu pakaian ganti?”

“Oh, terima kasih banyak. Tidak perlu, itu sudah cukup.”

Sinta kemudian duduk di samping sofaku. Aku pun meminum secangkir teh hangat yang diberikannya padaku, rasanya nikmat dan menghangatkan tubuhku.

“Terima kasih banyak, dompetku kembalikan. Saat pertama kali beli bensin, sepertinya jatuh. Aku tidak mengerti kenapa jatuh seperti itu…”

“Iya kak, gak apa-apa kok, asal lebih hati-hati saja..” jawabku canggung. “Di rumah sangat sepi, apakah kamu masih tidur?” Saya meminta untuk mematahkan kekakuan. Mungkin sedikit diskusi seperti ini bisa bermanfaat.

“Oh, itu tidak mungkin. Saya tinggal sendiri, Pak. Ini adalah rumah orang tua saya tetapi orang tua saya telah pindah ke Inggris. Jadi, ya, aku sendirian…” jelasnya. “Oh begitu, apa kamu tidak punya saudara kandung? Adik laki-laki? Atau semacamnya, kakak?”

“Saya punya adik laki-laki tapi dia juga belajar di Inggris. Adikku sudah menikah dan tinggal bersama suaminya. Jadi aku merasa kesepian hehehe.”

Saya hanya mengangguk untuk menunjukkan bahwa saya memahami situasinya. Kali ini aku memperhatikan Sinta baik-baik. Tubuhnya berlekuk dalam balutan pakaian ketat yang memperlihatkan lekuk tubuhnya yang sempurna, Rambut hitam panjangnya yang diikat ekor kuda berbau parfum serta bau badan yang sangat menggoda. Terkadang aku mencuri pandang
nya terlihat kencang dan menggoda. Pemikiran saya mulai berubah.

“Bukankah menakutkan tinggal sendirian di rumah seperti ini?” Aku meminta untuk mengalihkan perhatianku dari memikirkan hal-hal aneh. “Ya, aku takut, tapi apa yang akan kamu lakukan? Bayangkan saja belajar sendiri hehehe…”

“Itu benar, tapi masih lebih berbahaya jika seorang gadis sendirian. Mengapa kamu tidak mengundang pacarmu untuk tinggal di sini? Tanyaku pada Fishing, ingin tahu apakah dia punya pacar atau tidak.

Cerita Sex Full Cerita “Hahaha, maunya sih gitu mas tapi pacarnya aja gak punya…” Jawab Sinta sambil tertawa. Aku pun hanya ikut tertawa kecil.
Seiring berjalannya perbincangan, aku mengetahui bahwa Sinta masih kuliah, satu sekolah denganku. Bisa dibilang dia adalah juniorku di sekolah, namun sayangnya aku tidak pernah bertemu dengannya karena beda jurusan, apalagi sekarang aku sudah lulus dan sudah bekerja.

Sinta pun bercerita sedikit tentang mantan pacarnya. Bagaimana dia dan pacarnya menghabiskan waktu bersama di rumah? Sebelumnya, mereka seperti suami istri, tinggal bersama di sebuah rumah besar. Namun sayangnya pacarnya adalah seorang penggoda wanita dan berselingkuh hingga bisa pacaran dengan sahabat Sinta. Mata Sinta sedikit berair ketika membicarakan pacarnya.

“Yah, setidaknya sekarang kamu tahu kalau pacarmu tidak cocok denganmu dan kamu tahu bahwa tidak semua temanmu bisa dipercaya…” Saranku pada Sinta adalah mendengarkan pernyataannya.

Ia pun mengangguk pelan. “Mas sendiri, punya pacar gak?”

Aku menggelengkan kepala, “Sama nasib kita..” Jawabku diiringi tawa renyah Sinta.

“Udah berapa lama, Mas?”

“Hmm…” Sejenak ku menghitung berapa bulan semenjak aku putus dengan pacar ku sebelumnya, “Udah hampir setahun lah…”

“Wah lumayan juga, udah kering lah ya mas?” Ledek Sinta sambil tertawa.

“Hahaha, kayak kamu enggak aja…” Balas ku.

“Iya sih…” Jawab Sinta, mendadak ia menghilangkan tawanya dan menjadi serius. “Sudah mau jam 1 mas, hujan belum berhenti. Gimana kalau mas menginap saja dulu? Itung-itung nemenin aku. Besok kan libur, jadi gak harus ke kantor kan?” Tanya Sinta.

Cerita Sex Full Cerita “Waduh, jangan deh. Gak enak nanti diliat tetangga. Ntar dikira macem-macem…” Ujarku, menolak halus tawaran Sinta.

“Tenang aja, Mas. Tetangga disini cuek kok. Kalo macem-macem juga kenapa? Udah gede ini, macem-macemnya enak juga…” Jawab Sinta santai.

Perkataan Sinta sejujurnya membuat pikiran kotorku semakin menjalar tak karuan. Ingin rasanya menergap badannya, melumat bibir dan menggerayangi tubuhnya yang menggiurkan tersebut. Tapi ku coba untuk menahannya, menghormati dirinya sebagai tuan rumah.

“Oke deh kalau gitu, aku numpang tidur di sofa ya…” Pintaku.

“Eh, jangannn. Dingin dong tidur disini, mana enak juga. Ayo di kamar aja. Sini aku anterin…” Kata Sinta sambil menarik tanganku. game casino online terbesar

Seperti kerbau yang dicocok hidungnya, aku menurut saja dan mengikuti Sinta ke kamar yang terletak di bagian belakang rumahnya.

Dibukanya pintu kamar, dan dinyalakan lampunya.

Kamar tersebut cukup besar, bisa dibilang lebih besar dari kamarku di rumah. Kasurnya king size, cukup untuk tidur 4 orang sepertinya. Lampu kuning yang temaram, menambah kenyamanan kamar tersebut.

“Nih, tidur disini aja mas…” Ujar Sinta.

Aku pun mengangguk, lalu meletakan tas ku di samping kasur tersebut. Sinta tampak mengambil sesuatu dari lemari.

“Nah, ini. Ada baju sepertinya muat sama kamu. Pake nih, daripada masuk angin….” Sinta menyodorkan pakaian.

Cerita Sex Full Cerita Aku pun mengambilnya, “Kamar mandinya dimana?”

“Udah, ganti disini aja emang kenapa sih?” Kata Sinta nyeleneh. Mendengar perkataan Sinta seperti itu, dengan santainya ku buka saja pakaianku di depan Sinta dan menggantinya dengan pakaian yang ia berikan.

“Ini celananya juga.” Ucap Sinta. Kali ini aku sedikit ragu untuk mengganti celanaku di hadapannya. Penisku sedang berdiri sedang, tidak terlalu tegang, tapi pasti terlihat jelas bila ku tanggalkan celanaku dan tersisa celana dalamnya saja.

“Gak berani ya? Cupu dehhh..” Ledek Sinta.

“Berani kok, kamu yang berani gak liatnya?” Ledek ku balik ke Sinta. Ia hanya tertawa.

Aku pun nekat, dengan pasti ku buka kancing celana dan reseletingnya. Ku turunkan celanaku.

Sinta sedikit terbelak melihat cetakan penisku yang menyumbul dibalik celana dalam. Aku yang mengetahui hal tersebut, sengaja mengulur waktu untuk memakai celana.

“Kenapa? Udah lama ya gak liat?” Aku kembali meledek Sinta.

Tanpa ku duga, Sinta langsung menghampiri dan menarik turun celana dalamku. Penisku yang baru setengah berdiri itu langsung digenggamnya dengan kuat.

“Iya, dan ini sekarang jadi punyaku!” Kata Sinta tegas. Ia pun berjongkok dan memasukan penisku ke dalam mulutnya.

Mendapat perlakuan seperti itu, aku hanya meringis menahan nikmat. Sinta buas sekali melahap penisku.

Awalnya ia memasukan penisku seluruhnya ke dalam mulut, lalu ia menjilati batangnya dengan pelan, menghisap kepala penisku, lalu menjilati zakarku dengan rakusnya. Penisku semakin tegang, kali ini tegang dengan kekuatan penuh.

Cerita Sex Full Cerita “Uhhhh, pelan-pelan donggg Sinnn…” Desisku sambil memegangi kepala dan rambutnya agar tidak menghalangi pemandangan indah yang ku saksikan.

Sinta tidak menjawab, ia semakin asik memasukan penisku ke dalam mulutnya.

Tidak mau tinggal diam, aku pun menarik pakaian Sinta agar terlepas. Sinta menaikan tangannya untuk memudahkan ku. Tubuhnya begitu putih dan bersih. Branya yang berwarna biru muda masih tertinggal di badannya, menutupi dua gundukan payudara indah yang siap kunikmati sesaat lagi.
Aku pun menarik tubuh Sinta agar kembali berdiri. Langsung ku lumat bibirnya yang cukup tebal tersebut. Lidah kami saling berpagutan, sesekali ia menggigit bibirku dengan gemas, dan menghisap lidahku dengan kuat.

Lalu aku mendorong tubuh Sinta ke kasur. Ku tarik celananya turun, kini celana dalam mininya yang berwarna senada dengan branya terlihat jelas. Wanita cantik yang baru saja ku kenal kurang dari tiga jam, kini sedang berbaring hampir telanjang di hadapanku, menunggu untuk ku nikmati sampai pagi.

Cerita Sex Full Cerita Dengan tidak sabar, aku pun membuka celana dalam Sinta. Kali ini giliranku menikmati kemaluannya. Bulu bulu tampak tercukur rapih, ku buka kaki Sinta dan ku dekatkan wajahku ke arah vaginanya. judi bola online terpercaya

Tercium aroma sedap khas dari vagina basah yang penuh gairah. Ku usapkan jariku di bibir vaginanya yang membuat Sinta menggelinjang.

“Aaaaaaaaahhhh, geliiiiii masssssss……” teriak Sinta. Aku tidak memedulikannya.

Aku pun menjulurkan lidahku dan menjilati klitorisnya yang merekah basah. Jari telunjuk dan jari tengahku kususupkan masuk ke dalam vaginanya, perlahan ku keluar masukan jariku untuk menambah kenikmatan Sinta.

“Uuuuuuuuughhhhh, enak massss, enakkkkkk…..”

Semakin Sinta berteriak, semakin liar pula permainan lidahku di vaginanya.
Tangan kiri ku arahkan ke payudaranya, ku remas remas dan ku pilih putingnya. Ku serang habis vagina dan payudaranya di saat yang bersamaan. Perasaan nikmat kini menjalar di seluruh tubuh Sinta.

“Uhh uhhh ohhh, massss, terus massss, aku mau keluar masssss….” Erang Sinta sambil menjambak rambutku kencang. Aku pun menambah frekuensi serangan. Kali ini kocokan jari di lubang vagina Sinta semakin cepat, jilatanku pun semakin jadi.

“MAASSSSSS KELUAR AKU MASSSSSS…” teriak Sinta kencang. Benar saja, cairan putih cair hangat keluar dari dalam vaginanya. Ku hisap dan ku jilat habis tak bersisa.

Sinta terengah-engah setelah klimaks yang ia dapatkan. Tubuhnya sudah dipenuhi keringat meski udara masih terasa dingin karena hujan yang semakin deras di luar.

Aku pun merebahkan tubuhku di samping Sinta. Aku ingin membiarkannya menikmati sisa-sisa kenikmatan sambil mengumpulkan tenaga.

“Huh huh, aku suka banget gaya permainan kamu masss…” Ujar Sinta, matanya masih terpejam, mulutnya masih terbuka untuk mencari nafas yang tersengal.

Cerita Sex Full Cerita Aku hanya diam tersenyum. Ku peluk tubuh Sinta dari samping, sambil ku mainkan payudaranya yang cukup besar itu.

“Kamu belum keluar kan, mas?” Tanya Sinta.

“Belum dong, belum diapa apain juga…” Jawabku santai.

Sinta lalu bangkit dari tidurnya dan berjalan menuju lemari yang ada di pojok ruangan. Ia buka pintu lemari tersebut dan mencari sesuatu di laci yang ada di dalamnya.
Tidak lama ia kembali menghampiri. Rupanya ia mencari kondom.

“Kalau mau, kamu harus pake ini. Gimana?” Tanya Sinta sambil menunjukan kondom yang ia miliki.
Aku mengangguk. Sinta pun membuka kotak kondom berwarna merah tersebut dan mengeluarkan isinya. Masih ada dua kondom tersisa di dalamnya.

Dengan pasti Sinta memasangkan kondom di penisku yang masih tegang. Aku hanya berbaring menyaksikan Sinta yang terlihat tidak sabar ingin menghujani vaginanya dengan serangan dari penisku.

Begitu kondom terpasang, Sinta memosisikan dirinya diatasku. Ia duduk sambil mengarahkan penisku ke lubang vaginanya.

BLESSSS

Sinta menduduki diriku dengan penisku yang tertanam seluruhnya di dalam vaginanya. Mulutnya terbuka begitu penisku menghujam ujung vagina. “Ahhhhh…” Desahnya nikmat.

Perlahan Sinta memaju mundurkan tubuhnya diatasku. Penisku terasa ditarik begitu Sinta menggerakan pinggulnya. Tubuhnya yang indah bergerak seluruhnya mengiringi kenikmatan yang ia rasakan.

Cerita Sex Full Cerita “Hmmm, hmmmm, uhhhh” Desis Sinta sambil menggigit bibirnya sendiri.

Aku pun meremas payudara Sinta untuk menambah kenikmatannya. Begitu tanganku menyentuh dadanya, Sinta berubah menjadi binatang yang haus dan buas. Dia segera menggoyangkan pinggulnya dengan keras dan cepat, seolah tak ingin ada satupun penisku yang keluar dari vaginanya.

“AAAAAAH MAASSSS AAARGGGHHHHHH” teriak Sinta sambil memainkan rambutnya, memejamkan mata, mengangkat wajahnya. Rumah besar Sinta tentu membuat kami berdua semakin nyaman dan leluasa berteriak dan mengerang seiring merasakan kenikmatan yang kami ciptakan. “TRUSS MASSSSSS, NIKMAATTTT MASSSSSS. KONTOL KAMU NIKMATTTTTTTT”
Aku memegang pinggul Sinta agar tidak bergoyang, kali ini aku menggerakkan pinggulku ke atas dan ke bawah. Sinta semakin menghargai penisku yang melayani vaginanya.

“MASSSS AKKKUU INGIN KELUAR LAAAAGIIIIII MASSSSSSSSSS..” Sinta memegang erat dadaku, begitu vaginanya mengencang, menarik penisku hingga terasa sakit.

“AAAAARRRRRGGGHHHHH MASSSSSSSSS…” Sinta kembali orgasme. Tubuhnya langsung menimpa tubuhku. Dia berbisik lemah: “Teruskan saja sampai aku keluar, saudara…”

Aku mencium kening Sinta lalu mendorong tubuhnya. Kali ini saya keluar sebagai pemenang. Aku mengarahkan penisku lagi dan memasukkannya sekali lagi.

Untung saja kondom pemberian Sinta sangat tipis sehingga tidak mengurangi kenikmatan melihat penisku dilayani oleh vagina Sinta. Manik-manik di dalam vaginanya langsung menyentuh penis saya seolah-olah saya tidak menggunakan kondom.

Aku memompa ke dalam vagina Sinta sambil sesekali tanganku menyentuh payudaranya. Aku mempercepat gerakanku agar bisa melarikan diri dengan cepat, karena Sinta terlihat cukup lelah.
Akhirnya aku merasakan dorongan kuat dari dalam penisku, mendorongnya keluar. Tak perlu menunggu lama, aku pun menyemprotkan sperma yang sekian lama terperangkap di buah zakarku. CROT CROT CROOTTTT

Kisah Seks Penuh “AAAHHHHHHHHHHH!!” Aku menjerit saat kenikmatan menjalari tubuhku.

Aku merasa lemas sekali, tubuhku langsung ambruk di samping Sinta yang kelelahan. Malam itu kami tidur bersama, telanjang.

Aku merasakan sesuatu yang hangat di penisku. Aku yang masih mengantuk mencoba membuka mataku. Rupanya Sinta menyambut penisku untuk bangkit di pagi hari. Aku melihat jam dinding di hadapanku, sudah jam 9 pagi dan aku terbangun karena Sinta sedang menghisap penisku, enak sekali.

Saya segera merasa segar dan menikmati aktivitas Sinta.
Dia perlahan menjilati batang penisku dan sesekali memainkan lidahnya di kepala penisku. Enak sekali di pagi hari. Itu membuatku ingin melakukannya sepanjang hari tanpa henti.
Kemudian Sinta meraih tanganku untuk menarikku berdiri.

“Ayo mandi! Bersihkan dirimu…” Ajak Sinta. Saya setuju dan segera bangun dari tidur saya.
Aku mengikuti Shinta. Dia membimbing penisku agar tetap tegak.
Memasuki kamar mandi, Sinta menyalakan shower dan basah kuyup.

“Kemarilah massa…” Sinta mengajakku mendekat.

Cerita Sex Full Cerita Ia lalu berjongkok dan menghisap kembali penisku. Diremasnya buah zakarku dengan gemas. Aku tidak merasakan dingin air sama sekali, sebaliknya, yang kurasakan hanya hangat menyelimuti penisku dari mulut Sinta.

Sinta kemudian berdiri, mengambil sisa kondom, memasangkannya pada penisku dan membelakangiku. Tubuhnya mencondongkan tubuh ke depan, aku mengerti maksudnya. Sinta menempelkan tangannya ke dinding, aku mengarahkan penisku ke dalam vaginanya dari belakang.
Tiba-tiba penisku kembali masuk ke dalam vagina Sinta. Tanganku meraih payudaranya dan meremas keduanya sementara pinggulku bergerak keluar masuk penisku dari vagina Sinta.

“UHHHHH AAAHHHHHH BESAR sekali….” Sinta mengerang keras. Saya merasa lebih bersemangat ketika mendengar ini.

Tangan Sinta memeluk tubuhku, memberi isyarat agar aku berhenti mengejan. Kemudian dia menggerakkan pinggulnya ke atas dan ke bawah, merasakan kenikmatan yang tiada duanya. Vagina Sinta terasa nikmat sekali, kenikmatan itu terus menjalar ke seluruh tubuhku tanpa henti.

Lalu Sinta berteriak, “MASSS AKU KELUAR MASSSSSSSSSSS…..” Dan crot crot! Sinta orgasme di pagi hari ini. Vaginanya yang mengejang dan menegang membuatku ingin mengikuti orgasmenya.
“Aku juga nih, sebentar lagiii..” Kata ku sambil menggenjot vagina Sinta.

Sinta lalu menarik penisku, ia kembali berjongkok, melepas kondom yang sebelumnya terpasang lalu memasukan penisku ke dalam mulutnya. Aku tidak bisa menahan lagi, ku tumpahkan sperma ku semuanya ke mulut Sinta.

“AAAAAAARRRRGGGGHHHH!” Teriakku. Crot crot crot.

Mulut Sinta dipenuhi sperma ku yang kental dan banyak itu, tanpa menunggu lama, ia langsung menelannya habis, lalu membersihkan penisku dengan lidahnya.

Cerita Sex Full Cerita Kami pun menyelesaikan acara mandi kami, lalu berpakaian dengan rapih. Setelah sarapan, aku pun pamit pulang, namun Sinta menahanku. Ia masih ingin bersama ku. Aku tak kuasa dan menuruti permintaan Sinta.

Sejak saat itu, kami berdua resmi berpacaran. Sinta bisa memuaskan hasratku dengan luar biasa, dan aku bisa meyakinkan Sinta bahwa aku tidak akan meninggalkannya karena ia memang benar-benar sesuai dengan apa yang aku cari selama ini.

Cerita Sex Full Cerita Petualangan cintaku dengan Sinta tidak hanya sampai situ, beberapa kali aku dengan Sinta melakukan hal gila, seperti Sinta yang memintaku untuk menggoda temannya yang merebut kekasihnya dulu lalu ia memintaku untuk menidurinya. Sungguh gila, namun hal itu membuatku semakin menyukainya. Akan aku share nanti jika memang banyak yang ingin mengenal kehebatan Sinta memuaskanku. Aku tunggu comment dan thanks-nya. :beer:

Cerita Sek Tetangga, Sselingkuh Sama Tetangga, Tetangga Hot, Tetangga Mesum, Tetangga Kesepian, Mesum Tetangga, Cerita Tante Ganas, Cerita Hot, Cerita ABG, Cerita Janda, Kisah Panas 2019, Adegan Semi, Cerita Perawan, Kisah Hot Terbaru, Adegan Panas Di Atas Ranjang, Tetangga Semi, Tante Selingkuh, Cerita Terbaru Terpanas 2019.

Tanteseks.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *