LEON288

Cerita Seks Pembantu Bohay Selalu Menggoda

Majalah Dewasa – Cerita Seks Pembantu Bohay – Beberapa waktu yang lalu, karena telah berulang kali dipanggil oleh anaknya di kampung, maka pembantu kami yang sudah tua, Mbok Iyem akhirnya pulang juga ke kampungnya di Jawa Tengah, tetapi sebelum pulang ia berjanji akan membantu kami untuk mencarikan seorang pembantu lain yang berasal dari kampungnya juga, jadi pada saat Mbok Iyem pulang kampung, tidak terjadi kekosongan pembantu di rumah kami. Hal ini penting bagi kami, karena kami berdua, suami isteri bekerja sehingga kami memerlukan seorang pembantu untuk beres-beres di rumah.

Pada hari yang telah ditentukan, datanglah seorang pembantu baru yang dijanjikan Mbok Iyem, seorang pelacur berusia 18 tahun dan putus sekolah bernama Lastri.. Sulastri berperawakan rata-rata, berkulit bersih, dan berambut panjang, dengan malu-malu ia memperkenalkan diri kepada kami.. Setelah mendapat petunjuk dari istri saya, Lastri mulai bersiap untuk bekerja..
Cerita Seks Pembantu Bohay – Memasuki hari Senin, secara kebetulan saya mendapat cuti kantor selama tiga hari, yang mana bisa saya pergunakan untuk beristirahat di rumah. Setelah isteriku berangkat kerja, sayapun santai di rumah sambil baca koran dan mendengarkan radio, sedang Lastri sibuk membersihkan rumah sehabis mencuci pakaian.
Aku sedang asyik membaca, tiba-tiba kaget dengan sapaannya: “Maaf pak…saya mau membersihkan lantai..”
“Oh ya, pel…”, kataku sambil terus membaca, tapi mataku mengamati pelayan ini lebih dekat.. Lastri mengelap lantai sambil berjongkok dan sesekali merangkak sambil terus mengayunkan tangannya.. Saat ia merangkak, terlihat pinggulnya yang lebar dan pantatnya yang bulat bergoyang ke kiri dan ke kanan dengan ritme yang mantap, celana dalam yang ia kenakan terlihat jelas di balik piyama kemeja yang ia kenakan.. Saat dia berbalik untuk menyeka kakiku, aku bisa melihat dari bukaan piyamanya dua bukit subur, terbungkus tali ketat, yang tampak agak kecil.. Tanpa sadar aku mengusap batang penisku yang tiba-tiba menjadi tegang.. Konsentrasi saya untuk membaca menjadi hilang..
Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Lastri bersiap-siap untuk membersihkan dirinya dan mengambil handuk serta masuk ke kamar mandi, begitu terdengar suara air yang terguyur di kamar mandi, saya cepat-cepat meloncat bangun dan berjalan cepat-cepat ke arah kamar mandi.. Dari sela-sela pintu kamar mandi terdapat celah yang bisa dipakai untuk mengintip ke dalam.. Ternyata pemandangan di dalam kamar mandi begitu asyiknya, Sulastri ternyata mempunyai badan yang bersih mulus dengan kedua payudaranya yang ranum keras dengan puting yang mengarah ke atas berwarna coklat muda, pinggulnya yang besar sangat seksi dengan bulu-bulu halus di atas kemaluannya.. Lastri sibuk menggosok-gosok badannya tanpa sadar ada mata yang sedang menikmati tubuhnya yang ranum.. Dengan jantung berdebar-debar, aku terus melirik ke arah Lastri yang sesekali membungkuk untuk mengusap-usap kaki berbulu halusnya.. Hasratku membuncah di kepalaku, aku mulai mengelus batang penisku hingga menjadi keras.. “Aah, alangkah baiknya jika aku bisa memeluknya dan memasukkan ku ke dalam v4ginanya..” Bandar poker online terbaik
Saat melihatnya, saya teringat bahwa saya masih memiliki sebotol afrodisiak merek “Spanish Fly” di lemari saya sebagai oleh-oleh dari seorang teman di luar negeri.. Aku segera menuju kamarku untuk mengambil obat dan membawanya ke dapur, aku hanya curiga Lastri sedang membuatkan teh panas di sana.. Saya langsung menuangkan lalat spanyol ke dalam minuman Sulastri dan menambahkan sedikit gula agar tidak menimbulkan kecurigaan..

Cerita Seks Pembantu Bohay – Saya kembali duduk di kursi depan dan pura-pura membaca sambil membayangkan tubuh mulus Lastri sambil mengelus batang penisku yang sudah tegang, saya benar-benar sudah bernafsu sekali untuk menyetubuhi Lastri. Sekitar setengah jam kemudian, saya mendengar erangan halus yang berasal dari kamar Sulastri, “Heehh.., heehh”.
Segera saya menghampiri kamarnya dan pura-pura bertanya, ” Lastri.., ada apa dengan kamu..?”.
Lastri sambil mengeluh menjawab, “Aduuh Pak.., perut Saya.., hheehh”.
“Kenapa..?”, sambil bertanya saya segera saja masuk ke dalam kamarnya, Lastri kelihatan pucat dan keningnya berkeringat, sedang dalam posisi merangkak sambil memegang perutnya.
“Aduuh.., aduuh.., perut saya.., Pak”.
“Mari Saya tolong..”, kata saya, sambil berdiri di belakangnya dan tunduk serta memegang perutnya dengan kedua tangan untuk mengangkatnya berdiri. Saat berdiri sambil memeluknya dari belakang, penisku yang sudah tegang dari tadi menempel pada celah pantatnya, Lastri agak kaget juga, tapi ternyata dia diam saja sambil terus mendesah.
“Ayo saya gosok perut kamu.., biar hangat”, kata saya sambil tangan kananku terus bergerak menggosok perutnya sedangkan tangan kiriku mengangkat dasternya dari bawah. Saya memasukkan tangan kiriku ke dalam daster itu dan berpura-pura akan menggosok perutnya juga tapi saya segera menurunkan tangan saya untuk menyibakkan celana dalamnya dan mulai meraba bulu-bulu halus yang bertebaran di sekitar vaginanya. Saat tangan saya menyentuh vaginanya, Lastri menggelinjang keras dan mendesah panjang, “aah.., Paak..”, seraya menekankan pantatnya yang montok ke penisku yang sudah menanti dengan tidak sabar. Tangan kananku pun mulai masuk ke dalam sela-sela kancing daster, naik terus ke atas dan menemukan payudaranya yang ranum, yang ternyata tidak terbungkus oleh kutangnya, segera saya meremas payudaranya.
“Las,.., ayo Saya gosok sambil tiduran”, kata saya.
“Hee.. Eeh”, katanya.
Saya tuntun Lastri ke tempat tidur dan membaringkannya dengan kedua kakinya tetap terjuntai di lantai. Secara cepat saya menyibak dasternya dan segera menarik turun hingga celana dalamnya terlepas. “Aduuh.., Paak”, katanya sambil menggerakkan pinggulnya.
“sst..”, kata saya sambil menundukkan kepala dan mencium vaginanya yang persis di depan mataku.
“aarkkh..”, seru Lastri sambil membuka kakinya lebih lebar lagi dan kemudian secara cepat menutupnya lagi sehingga kepalaku terjepit di antara kedua belah pahanya yang mulus. Saya mulai menjilat vaginanya, lidahku mulai menjalar ke kanan dan ke kiri menyibakkan kedua belah bibir vagina Lastri sampai akhirnya saya menemukan clitorisnya. Kedua tangankupun secara gencar mulai bergerilya meremas kedua payudaranya sambil sesekali mempermainkan putingnya yang langsung mengeras.
“Paak..”, Lastri keenakan sambil mulai menggoyangkan pinggulnya ke kiri dan ke kanan bagaikan sangat kegelian, dan tiba-tiba dari vaginanya memancar cairan, yang segera saya jilat habis.
“Las.., buka dulu yaa bajunya”, kata saya sambil berdiri dan dengan cepat mulai membuka celana dan kaosku. Sementara saya berdiri telanjang, penisku benar-benar tegang dan keras. Mata Lastri terbelalak memandang penisku yang besar dan berdiri.
“Paak.., Lastri takut”, katanya.
“sstt.., nggak apa-apa Las..”, kata saya sambil membantu Lastri membuka bajunya.

Cerita Seks Pembantu Bohay – Karena kakinya masih menjuntai di pinggir tempat tidur, segera saya mengambil bantal dan mengganjal pantatnya sehingga vagina Lastri sekarang menyembul dengan clitorisnya yang mengkilap karena jilatan lidahku.. Segera kuarahkan penisku ke lubang vaginanya dan berusaha mendorongnya, sementara tanganku meremas payudaranya dan mulutku mulai menggigit bibirnya.. Ternyata lubang vagina Lastri sangat sempit sehingga hanya kepala penisku yang masuk, dia menjerit kesakitan dan berusaha meregangkan tubuh kecilnya.. Aku memeluk tubuhnya yang menggeliat dan berulang kali mencoba memasukkan seluruh penisku ke dalam vaginanya yang ketat dengan menarik kepala penisku ke dalam dan ke luar.. Meski vagina Lastri basah oleh cairan yang mengalir dari tubuhnya, saya tetap kesulitan menembus pertahanan vagina Lastri.. Sambil memeluk tubuhnya, mulutku berpindah ke telinga Lastri, dan tiba-tiba aku menggigit daun telinganya cukup keras.. Secara refleks, Lastri kaget: “Oh…”, namun di saat yang sama aku menekan penisku sekuat tenaga ke dalam vaginanya.. Lastri kaget dan terdiam, namun aku menggigit bibirnya dan menghisap lidahnya sambil mulai sedikit mengangkat pantatku, lalu bergerak ke bawah, menekan sepenuhnya.. Aduh, nikmatnya sungguh tak terbayangkan, vagina Lastri begitu kencang, bagaikan jarum halus yang meremas dan berdenyut terus menerus.. Setelah beberapa kali naik turun, menarik sedikit, menekan lagi.. Lastri mulai menikmati permainan seks ini, sambil mengerang ia mulai menggoyangkan pinggulnya.. Kakinya seakan menari, kadang memeluk kakiku, kadang memeluk pinggangku.. Agen poker online resmi
“Aarkhh.., ppaak.., enak sekali,” kata Lastri sambil terus menggoyangkan pinggulnya, membuat penisku di dalam vaginanya terasa seperti diremas.. Akhirnya aku tak tahan lagi, saat tubuhnya mengejang mencapai puncak kenikmatan, aku mempercepat gerakan naik turunnya hingga spermaku seakan-akan melesat langsung ke dalam vagina Lastri.. Ah, kami berdua merasa sangat lemas setelah mencapai klimaks.. Ternyata setelah selesai, saya mengetahui bahwa Lastri masih perawan dan belum pernah disentuh oleh pria mana pun..

Selama masa cuti tiga hari, saya tetap betah di rumah. Dan kalau istriku sudah berangkat kerja, maka Lastri dan saya mulai mempraktekkan berbagai macam gaya bersetubuh. Lastri ternyata murid yang sangat pandai untuk diajar dan selalu bernafsu untuk mengulang dan mengulang lagi. Hal ini berlangsung selama enam bulan, kadang larut malam, kadang pagi hari kalau saya lagi kepingin menikmati tubuhnya, saya ijin dari kantor, sampai akhirnya Lastri dipanggil pulang oleh keluarganya untuk dikawinkan di kampung. TAMAT

Tanteseks.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *