LEON288

Cerita Panas Ngesex Penjaga Warnet Calon Pengantin

Cerita Panas Ngesex Penjaga Warnet Calon Pengantin

Majalah Dewasa – Cerita Panas Ngesex Penjaga Warnet Calon Pengantin – cerita yang akan aku bagikan kali ini tentang pengalamanku jaga warnet malam-malam dan keadaan yang hujan lebat. Malam itu sungguh sangat larut, dingin, karena hujan terus turun dari sore hari sampe dini hari ini tadi. Sela mulai merasa ngantuk, matanya mulai berat, tp mengingat dia masih jaga warnet, dia tetap berusaha utk menahan rasa ngantuk yang sedang melanda itu. Sudah beberapa hari ini dia bekerja di sebuah warnet milik sepupunya yang buka selama 24 jam. Dan malangnya, Sela harus menjaga warnet itu saat malam hari.

Awalnya ia enggan, tp setelah diyakinkan oleh sepupunya bahwa warnet itu aman di malam hari, maka akhirnya Sela terpaksa menurutinya. Mau gimana lagi, Ryan -sepupunya itu- itu bekerja malam hari disebuah pabrik di daerah bekasi, dan baru bisa menggantikannya menjaga net itu sepulang kerja sampai tengah hari, sedangkan Dimas yang biasa shift malam di net itu sedang pulang ke kampung halamannya.

Malam itu cuma ada seorang pemuda yang sedang main di warnet itu, usianya kira-kira sebaya dgn calon suaminya di kampung. Sejak sore pemuda itu sudah datang dan memang sejak awal Sela bekerja di net tersebut, pemuda itu memang selalu datang sore hari dan baru pulang saat azan subuh berkumandang.

Cerita dewasa terbaru, Dia sempat berpikir tentang apa kerja pemuda tersebut, karena dalam benaknya, tdk mungkin pemuda itu bekerja di siang hari karena malam harinya dia selalu bergadang di net ini. Tp dia sadar, inilah kota besar, pemudanya tdk seperti di kampungnya yang biasa berada di masjid saat malam tiba. Dia merasa beruntung karena calon suaminya adalah seorang aktifis dakwah, sama seperti dirinya.
“Mbak, teh botol 1 ya?” Suara itu mengagetkannya.-cerita hot-
“Oh, iya Mas, silahkan.” Jawabnya
“Loh kuncinya mana Mba?”
“Oh, iya, ini Mas” Jawab Sela sambil menyerahkan kunci yang lupa diberikannya.
di Net tersebut, Lemari Es tempat penyimpanan minuman memang sengaja dikunci karena seringnya para user yang tdk bertanggung jawab mengambil minuman tanpa membayar saat sang operator sedang lengah. Situs poker online

Pikiran Sela kembali menerawang kepada sosok calon suaminya. Lelaki yang sebenarnya sudah lama dia kenal, tp baru bisa dia dengar suaranya saat proses lamaran tepat 1 minggu sebelum Sela berangkat ke Jakarta utk bekerja pada sepupunya pemilik warnet ini.

Dia sengaja bekerja di jakarta menjelang pernikahannya, Utk menghindari hal2 yang tdk diinginkan, pikirnya.Ya, dalam pikirannya,bisa saja mereka terjerumus di dalam dosa.. Wong yang mereka yang baru pacaran saja bisa melakukan hal2 nekad, apalagi dirinya yang sudah bertunangan. Walaupun dia yakin dia dan calon suaminya tak mungkin melakukan hal2 yang dilarang agama meskipun mereka sudah resmi bertunangan dan pelaksanaan akad nikahnya sendiri tinggal 2 minggu lagi. Intinya, 2 minggu itu masih mungkin terjadi hal2 yang tdk diinginkan olehnya.
“Tuh kan, bengong lagi, lagi mikirin apa seh, Mba?? tiba2 pemuda itu sudah berada di sampingnya lagi, dan lebih membuatnya kaget lagi.
“Eh, engga Mas, ada apa? Ada yang bisa saya bantu?” jawabnya tergagap
“Itu mba, tolong Share-in file yang ada di foldernya Dimas dong. Penting nih.”
“Oh iya, sebentar ya” Sela pun meraih Mouse dan mencari folder yang dimaksud, tp entah karena apa, pemuda tersebut tiba-tiba berkata
“eh, maaf Mba, biar saya aja deh yang cari, gak enak sama mba, mba kesana aja dulu sebentar.”

Sela jd bingung, dia pun melangkah sedikit menjauh, dalam hatinya, mungkin itu file rahasia yang tdk boleh dilihat oleh siapapun, kecuali oleh Dimas. Setelah beberapa saat, pemuda itu berdiri dan kembali mempersilahkan Sela duduk di bangku operator tersebut.
“Udah Mba, Makasih ya.”ucapnya sambil berlalu meninggalkan Sela.
Sela kembali menatap jam di pojok kanan bawah monitor, hampir 1/2 4. berarti, 1 jam lagi sepupunya pulang, dan dia bisa istirahat setelah sholat subuh di rumah pamannya yang kira2 berjarak 100 meter dari net itu.

Tiba-tiba ia teringat sesuatu, sore itu, sebelum berangkat, Ryan memintanya untuk memindahkan file-filenya ke folder baru. Setelah membuat file baru, ia pun mulai mencari file milik Ryan, ternyata file tersebut berceceran dimana-mana tanpa ia sadari, saat azan subuh, pekerjaan baru saja selesai, Ryan Alangkah kacaunya… Ucapnya dalam hati .
Tepat setelah itu, Ryan masuk ke dalam jaring, ia tetap terlihat segar meski baru pulang kerja.
“Bagaimana kabar ponselmu? Apakah ada orang disana?? Dia bertanya
“Hanya ada satu orang, yaitu orang yang biasa bermain dari sore hingga pagi.”
“Oh, bukankah itu bagus?” Dia normal. “Oke, ayo istirahat.”
“Iya, aku pulang dulu ya…” Sela mulai meninggalkan warnet menuju rumah kakaknya, keluarga kakaknya pasti belum bangun, nah, apa yang bisa aku lakukan padanya? tentang apa pun yang saya rasa salah, untung dia hanya diberi kunci cadangan sehingga tidak perlu membangunkan orang yang masih tidur.
Besok….
Hujan turun sejak sore, dan sesekali terjadi guntur. Sekali lagi, seperti kemarin, hanya ada seorang pemuda bernama Bagus di internet.
Saat itu jam 1 pagi tiba-tiba listrik padam.
“Oh, saudari, apa kabarmu??” » Kata Bagus setengah berteriak. Sela tidak menjawab, dia sibuk mencari lilin untuk menerangi ruangan.
“Sayang sekali, asyiknya mematikan semua lampu,” kata Bagus yang berdiri tak jauh dari Sela. “Apakah ada lilinnya Mba??”
“Saya baru saja menemukan ini, mencari yang cocok”
“Oh, itu dia, aku punya korek api.”
Tangan lincah Bagus menyalakan korek api dan mengarahkan apinya ke sumbu lilin pemberian Sela.

Lilin tersebut kemudian diletakkan tidak jauh dari meja saji. Ini bagus untuk menerangi ruangan.
Bagus meraih kursi di sebelahnya dan duduk di sebelah Sela. Sela merasa risih dengan keadaan ini, karena sebagai seorang mahasiswi – seorang perempuan yang aktif dalam kajian dan kegiatan dakwah – suasana seperti ini jelas sangat tidak nyaman dalam batinnya. Berduaan dengan pria tak dikenalnya, dalam kegelapan hanya dengan cahaya lilin, oh, itu jelas membuatnya sangat tidak nyaman.

Momen seperti itu belum pernah ia alami, namun ia tak bisa berbuat apa-apa, keadaan memaksanya, tidak baik mengusir pelanggan seperti Bagus yang selalu datang ke warnet setiap malam. .
Mereka diam, tidak ada yang perlu dibicarakan.
Setengah jam berlalu dalam keheningan dan listrik masih belum menyala. Keheningan berlalu saat Bagus meminta kunci kulkas.
“Aku haus sekali, tolong ambilkan air.”
Beruntung Sela ingat di mana biasanya kunci itu diletakkan dan tak lama kemudian, kunci itu berada di tempat yang tepat.
Tangan yang bagus. Bagus segera mengambil gelasnya dan membuka botolnya.

Sela tertegun saat Bagus memberinya sebotol teh botol.

“Biar gak ngantuk,”Kata Bagus singkat
“Oh, iya makasih mas, ntar biar saya bayar sendiri ya”
“Ah, jangan, biar saya aja. kan aku yang ambilin”
“Yah, terserahlah,” Akhirnya Sela mengalah karena merasa tak enak hati.
dia tak langsung meminumnya karena Bagus lebih dulu bertanya padanya.
“Katanya sebentar lagi mau nikah ya Mba?
“Iya Mas, kok tau? Dari Ryan ya?
“Iya, tadi sore dia cerita. Tp kok 2 minggu lagi nikah, mba malah ke jakarta n kerja disini?
“Ribet Mas ngejelasinnya. Intinya sih, saya mau nahan diri, itu aja.”
“Nahan diri? Nahan diri dari apaan? Tanya Bagus
“Dari nafsu, saya ngga mau melakukan hal-hal yang mengundang saya pada maksiat bersama tunangan saya.” Jawab Sela
“OH gitu toh, ic ic” Bagus manggut-mnggut seolah mengerti, padahal dia kurang paham apa yang dimaksud oleh Sela.
“Di minum mba minumannya” kata Bagus mempersilahkan Sela utk meminum minuman yang telah dibelikannya.
merasa tak enak, Sela pun meminum teh pemberian Bagus tersebut. Bagus sendiri menatap sambil menyunggingkan senyum.

Tak lama setelah meminum minuman tersebut, kantuk yang sangat hebat tiba menyerang Sela, kepalanya jg terasa sangat berat. Sempat di lihatnya jam yang baru menunjukkan pukul 2, setelah ia merasakan matanya tak sanggup lagi menahan rasa kantuk yang mendadak tiba tersebut.
Sela terbangun saat dia merasakan ada sesuatu yang meraba payudaranya. dia seperti tersengat oleh listrik ribuan kilowatt saat dia melihat jubah yang ia kenakan telah terbuka kancing di bagian depannya, dan dia lebih terkaget2 lagi saat menyadari Bagus sedang meraba payudaranya. Bra yang dikenakannya sdh tdk menutupi 2 bukit indah yang menjulang tersebut.
“Ngapain kamu, tolong hentikan, jgn macam-macam kamu.” katanya sambil berusaha menepis tangan Bagus yang sedang menggerayangi payudaranya. Tp tangannya terasa sangat lemah, ia seperti tdk punya tenaga utk mengangkat tangannya sekalipun.
Bagus hanya diam, dia tak menjawab apa-apa. cuma Tangannya yang terus bergerak, meremas, dan sesekali menyentuh dgn lembut puting payudara Sela dgn jarinya.

Tak cuma itu, Bagus pun mulai menciumi bukit indah itu, lidahnya mengulum dan menggigit kecil puting susu Sela yang masih berwarna pink tersebut. Bagus tahu betul, puting susu seperti yang ada dihadapannya pasti belum pernah terjamah oleh lidah, bahkan oleh tangan lelaki lain.
Bagus tak menghiraukan gadis yang terus berusaha meronta dgn tenaga nya yang lemah itu. Bahkan, tangannya pun mulai bergerak kebawah, menyelusup masuk ke dalam celana dalam Sela setelah ia membuka kancing rok yang dikenakan Sela.

Sela sedikit histeris ketika memeknya disentuh oleh jemari Bagus, tp suaranya jelas tak kan terdengar oleh siapa-siapa, selain di luar sedang hujan, tak ada bangunan yang ada di dekat warnet itu, satu2nya bangunan terdekat adalah rumah Ryan, tempat Sela menumpang, itu pun jaraknya lumayan jauh.
Bagus mengusap gundukan bukit yang sedikit berbulu itu, disentuh nya dgn lembut bibir memek tersebut sampai akhirnya Bagus tak sabar dan segera melepaskan rok dan celana dalam yang membungkus bagian bawah tubuh Sela.

Sela terus berusaha berontak dgn tenaga lemahnya, rupanya, minuman yang diminumnya dicampur oleh obat bius oleh Bagus, entah kapan Bagus memasukkan obat bius tersebut.
Usaha berontak Sela jelas tdk berarti apa-apa bagi Bagus, yang ada Bagus malah semakin liar menciumi payudaranya.. jarinya pun mulai berusaha utk memasuki liang memek Sela.
Sela menggigit bibirnya ketika dia merasakan jari tengah Bagus perlahan mulai masuk ke dalam memeknya..

Perih.. dan dia pun merasakan ada sesuatu yang mengalir dari dalam memeknya..
“Oh, kamu masih perawan ya Sel??” tanya Bagus setelah ia melihat apa yang membasahi jarinya..
bukannya Iba dan menghentikan perbuatannya Bagus kembali memasukkan jarinya. dan mulai menggerakkannya keluar masuk secara perlahan-lahan, dia melakukannya dgn lembut sambil bibir dan lidah nya tak berhenti bermain di payudara gadis tersebut.
“argh …. tolong hentikan Gus.” kata Sela terbata-bata.
Nafasnya mulai memburu, tak dapat diingkari, meski perih, meski kehormatannya sedang direnggut oleh Bagus, ada perasaan aneh yang menyelusup ke dalam sanubarinya.
Perasaan itu semakin menjadi-jdi saat jemari Bagus semakin bergerak cepat di dalam memeknya yang terasa semakin licin oleh Bagus. judi bola online terbesar

Entah kenapa Sela mulai berhenti berusaha meronta, malah ia menggunakan seluruh sisa tenaganya untuk menekan kepala Bagus… tentu saja hal ini membuat Bagus semakin tenggelam dalam dadanya, namun ciuman dan ciuman Bagus semakin menggila. , Bagus terus menjilati puting indah itu. .
“Arghhhh…..Gus….ARghhhh”
“Tolong hentikan Toooonnn…”
“Vaginamu kencang sekali Sel, aku menyukainya, aku juga menyukai putingmu…” jawab Bagus sambil tangannya terus memijat vagina Sela.
Tubuh Sela seperti mengejang, ia merasakan gerakan Bagus memberinya perasaan yang sangat berbeda…
Rasa sakit yang menyiksanya sebelumnya seakan hilang, digantikan oleh perasaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. “Aaahh argh….” Nafas Sela menjadi lebih cepat, dia tidak bisa berkata apa-apa lagi…
“ssssssst…. arghhh. Sela mulai mendesis, gairah mulai menguasai emosinya.

Untung saja menjadi lebih buruk, dia meraih tangan Sela dan dengan lembut membimbingnya menuju penisnya. Karena mulai terserap oleh gairah yang membubung, Sela tak sadar kalau ia sedang mengikuti laki-laki itu, ia mengelus kemaluan Bagus yang masih berbalut celana jeans. Tanpa sadar ia mulai melepas celananya dan memasukkan jarinya ke dalam celana dalam Bagus. Tubuhnya terus mengejang mendengar gerakan jari Bagus di dalam vaginanya, gerakan jari Bagus semakin cepat, tak sabar ia menuntun tangan gadis itu untuk menyentuh penisnya.
“Pegang seperti ini, Sel,” ucapnya sambil mengarahkan tangan gadis itu untuk menggenggam penisnya.
“Betul. Arghhh…” Ucap Bagus sambil merasakan kenikmatan saat Sela mulai menggenggam penisnya.

Sela sebenarnya bergerak berdasarkan insting, perlahan ia mulai menggerakkan genggamannya, ia menggerakkan kemaluan Bagus, dia memutarnya dengan penuh semangat. “Arghhh Gus,,, Gus..” Sela tergagap dengan nafasnya yang semakin tidak menentu…
Ia sangat menikmati gerakan jemari Bagus yang keluar masuk vaginanya yang semakin basah. Sesekali Bagus mencium dada gadis itu.
Mereka terus berciuman di bawah cahaya lilin yang temaram, suara rintik hujan membuat Bagus semakin heboh saat mencium gadis berjilbab yang hendak menikah itu.
Sesaat kemudian Bagus melepaskan jemarinya, dan ia pun melepaskan tangan Sela dari penisnya. Sela memandangi ayam Bagus yang berjongkok di hadapannya.

Ini pertama kalinya dia melihat ayam jantan pria dewasa tepat di hadapannya. Bagus yang melihat gadis itu menatap kemaluannya mulai menggenggam tangan gadis itu lagi. Sela kembali meraih penis Good yang mulai mengeras.
“Coba cium Sel, kamu pasti suka,” ucapnya pelan, nyaris berbisik. Sela memandangi ayam jantan itu. Diragukan karena dia belum pernah melakukannya sebelumnya. Didorong oleh nafsunya, dia mulai mencium ayam itu, dia mencium ayam Bagus. Bagus tak tinggal diam, ia menepuk kepala Sela yang masih berbalut jilbab besar.

Mulutnya mulai bersiul saat Sela mulai menghisap kemaluannya, sepertinya semakin keras. Ujung-ujungnya dia tak bisa menahan nafsunya… Good akhirnya meletakkan tubuh Sela di tanah, lalu dia meletakkan tubuhnya ke arah yang berlawanan, dia membentuk posisi 69 yang sering terlihat di video porno. Saya sering menonton film porno.

Sela kembali menyentuh kemaluan di depan bibirnya, Bagus mulai memasukkan jarinya ke dalam vagina Sela. Ia pun mencium v4ginanya, menggunakan lidahnya untuk memainkan klitoris gadis itu sementara jari-jarinya terus menerus masuk dan keluar dari v4ginanya yang semakin basah.
“arrrrghhh…enak. Garam, arghhh…

Bagus semakin antusias menjilat vagina Sela, jari-jarinya bergerak semakin cepat.
“Arghh Gus…” Sela terus mendesis di sela-sela pukulan ayam Bagus. Mereka terus saling menghisap dan memainkan alat kelamin pasangannya selama beberapa saat.
Tak kuasa menahan perasaan yang semakin membesar, Bagus kembali berganti posisi.
kini dia membungkuk dihadapan paha Sela yang masih meregang. perlahan dia mengarahkan penisnya ke arah vagina Sela. Live Casino Terpercaya

“Mauu aphaa km Guss?” Tanya Sela terbata

Bagus tak menjawab, dia membuka paha gadis tersebut, dan mulai mendekatkan k0ntolnya…
Sela tak bisa mengelak,dia justru membuka pahanya lebih lebar… dan dia sedikit histeris ketika k0ntol Bagus yang membesar itu mulai perlahan-lahan memasuki liang memeknya.
“oogghhhhhh…. pelan-pelan Gus, perih.”
“Iya Sel, tahan ya…” jawab Bagus penuh perhatian..
dia terus berusaha memasukkan k0ntol nya ke dalam memek Sela.
arghhh … mmmppphhhh… memekk kamu rapat banget Sel… aku suka … pelan tp pasti akhirnya k0ntol Bagus berhasil masuk ke dalam memek Sela.
“ooohhhh… Gus …” Sela mendesis menahan rasa nikmat yang tiada taranya itu.

Tubuhnya bagai terbang ke awang-awang.
perlahan Bagus menggerakkan pinggulnya, menggerakkan k0ntolnya maju mundur di dalam memek yang semakin terasa becek itu.. semakin lama gerakannya semakin cepat.. membuat Sela semakin merasa terbang..

Sela pun akhirnya tak bisa diam, gairah menuntutnya utk menggerakkan pinggulnya. Mengimbangi gerakan Bagus yang terus menghajar memek
Mereka saling mendesis merasakan kenikmatan,,,
“mmmpphhh… enak Sel, nikmat banget”
“Gus …. aku gak tahan” ceracau Sela sambil menggerakkan pinggulnya semakin cepat. dia benar-benar telah kehilangan akalnya, dia hanya merasakan kenikmatan yang tiada tara saat itu…
Sela terus bergerak, tanganya mulai menekan pantat Bagus, ia ingin k0ntol pemuda itu masuk semakin ke dalam liang memeknya.
“Ooohhhh Gussss…. trusssss”

Sampai akhirnya, Sela benar-benar merasakan tubuhnya kejang, dia merasa ada yang meledak dalam tubuhnya. dia berusaha menahan gerak tubuh Bagus,, tp pemuda itu tdk berhennti dan malah semakin mempercepat gerakannya…
“Gusss…. aaaccchhhhhhaku …….
“iya Sel…. argggghhh sabar, aku sudah mau,,,,,
“mmmppppphhh…..”

Akhirnya Bagus merasakan ledakan itu, dia hempaskan tubuhnya ke atas tubuh gadis dibawahnya.
Sela memeluk pemuda itu erat. membiarkan k0ntol yang masih berdenyut itu tetap berada dalam liang memeknya…,,,,,,,,,,,,,,,,

Tanteseks.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *