LEON288

CERITA NGENTOT HOT BABY SITTER

MajalahDewasa – CERITA NGENTOT HOT BABY – Hari ini adalah hari pertamaku tinggal di kota Bandung. Karena tugas pekerjaan, saya terpaksa menghabiskan 5 hari di Bandung dan menghabiskan akhir pekan di Jakarta. Di kota kembang ini, saya menyewa kamar di rumah teman. Menurutnya, rumah tersebut hanya dihuni oleh ayahnya yang sudah lanjut usia, seorang perawat, dan seorang pembantu. “Rumah yang indah sekali,” gumamku. Halamannya yang hijau dipenuhi pepohonan dan bunga segar, dipadukan dengan kolam ikan berbentuk oval. Cerita Ngentot Hot Baby Sitter
Aku mengetuk pintu berkali-kali hingga terbuka. Sosok langsing berpakaian putih menyambutku dengan senyuman lembut. “Pak Rafi ya…”. “Iya… Saya teman Mas Anto yang hendak menyewa kamar di sini. Kenapa, pernahkah kamu bekerja untuk tetanggaku?” jawabku terkejut.

Perawat ini sebenarnya bekerja sebagai babysitter tetangga saya di Bintaro. “Ya… aku pengasuh Aurelia. Saya pergi dari sana karena saya bermaksud menikah lagi. Saya seorang janda pak.. tapi mungkin saya belum menikah.. hei, dia kabur dengan orang lain.. nah, akhirnya saya bekerja di sini. …”, mataku memandang seluruh tubuhnya. CERITA NGENTOT HOT BABY – Tati (nama perawat) tidak sehat secara fisik untuk menjadi perawat. Kulitnya putih mulus, wajahnya lembut, rambut hitam sebahu, payudara kencang, serta kaki panjang dan ramping. Kedua matanya yang bulat menatap lurus ke mataku seolah ingin mengatakan sesuatu. Saya tergagap dan berkata, “Ee…, Mbak Tati, kamu di sana?” “Ayah sedang tidur. Tapi Mas Anto meninggalkanku bersamamu. Biarkan aku membawamu ke kamar tidur…”.

Tati menunjukkan kamar yang telah disiapkan untukku. Kamarnya luas, memiliki AC, tempat tidur besar, kamar mandi pribadi, dan meja. Aku meletakkan koperku di lantai dan melihat sekeliling, sementara Tati membungkuk untuk merapikan sepraiku. Tanpa sengaja aku melirik ke arah Tati yang sedang menunduk.

Di balik kemeja putih berpotongan rendahnya, kami bisa melihat dua payudara montok tergantung di depannya. nya yang putih ditutupi oleh bra berwarna merah muda. Darahku terengah-engah. Ahh…, seorang perawat cantik yang sudah menjanda, tinggal di rumah yang relatif kosong. Sadar bahwa aku sedang mengagumi keindahan payudaranya, Tati tersipu malu dan mengangkat tangannya untuk menghalangi pemandangan indah itu. CERITA NGENTOT HOT BABY “Semua sudah beres pak…, silahkan istirahat…”. “Ee…, iya…, terima kasih,” jawabku seolah baru tersadar dari mimpi panjang. Sore itu aku bertemu dengan ayah Anto yang sudah tua. Dia tinggal sendirian di rumah ini setelah istrinya meninggalkannya 5 tahun yang lalu. Saat ngobrol dengan ayahku, mataku tak henti-hentinya menatap ke arah Tati. Siang itu ia mengenakan kemeja tipis yang dipadukan dengan celana kulot tipis.

CERITA NGENTOT HOT BABY – Payudaranya tampak semakin menonjol dengan riasan seperti ini. Di rumah tersebut terdapat seorang pengurus rumah tangga yang berumur sekitar 17 tahun. Wajahnya lembut namun tak secantik Tati. Tubuhnya tinggi dan berotot. Namanya Ani. Kaulah yang memberiku makan setiap hari. Agen slot dana pulsa

Hari demi hari berlalu. Berkat keterampilan sosial saya, saya mengenal orang-orang di rumah dengan sangat baik. Bahkan Ani biasa memijatku dan Tati bahkan berani bicara di kamarku.

Bagi janda muda itu, aku adalah tempat meluapkannya perasaannya. Keakraban ini datang dengan begitu mudahnya sehingga terkadang Tati tidak merasa perlu mengetuk pintu sebelum masuk ke kamarku. Hingga suatu malam hujan turun dengan lebatnya. Saya, karena saya bosan memasang VCD porno favorit saya ke laptop saya. Saat aku asyik menonton, tak sadar aku sedang menghadap ke pintu, ya Tuhan… Tati juga ada di sana menonton. Rupanya saya lupa menutup pintu dan dia tertarik dengan suara erotis yang berasal dari film produksi Vivid Interactive. Ketika dia menyadari aku memperhatikan kehadirannya, Tati tersipu dan berlari keluar kamar. “Nyonya Tati…” panggilku dan mengusirnya. Aku meraih tangannya dan kembali ke kamarku. “Bu Tati…, mau nonton bareng?” Bagus…”. “Ah, tidak tuan… aku malu sekali…” ucapnya sambil membuang muka. “Kenapa…kenapa kamu malu…seperti orang lain…kamu…kamu bercerita banyak hal tentang dirimu dan keluargamu…dari yang buruk hingga yang baik.. .kamu masih membicarakannya. malu tentang aku.?”, kataku sambil menariknya ke tempat tidurku. “Ayo, kita lihat ini…”, aku membaringkan Tati di tempat tidur dan mengunci pintu. Tidur.

Dengan santai aku duduk di samping Tati dan membesarkan volume di laptopku. Adegan erotis yang dilakukan kedua bintang porno tersebut sungguh memukau. Mereka bertarung sengit dan saling tertarik. Aku melirik ke arah Tati yang terkejut dengan pemandangan beruap itu. Kami melihat dia telah menelan beberapa kali. Napasnya mulai sesak dan Anda bisa melihat dadanya naik turun. Aku berani menggenggam tangan putih mulusnya. Tati terlihat sedikit terkejut tapi dia tetap membiarkan tanganku membelai telapak tangannya.

Benar-benar terasa telapak tangan Tati basah oleh keringat. Aku membelai tangannya sambil perlahan mulai menggosok pergelangan tangannya dan terus merangkak menuju ketiaknya. Tati tampak pasrah saat aku berani merangkul bahunya dan membelai bahunya dengan penuh kasih sayang. Tapi dia tidak berani menatap mataku secara langsung. Sambil memegang bahunya, aku memasukkan tangan kananku ke dalam gaun tidurnya melalui lubang leher. Tanganku mulai menyentuh dada montok bagian bawah Tati. Aku membelainya sambil sesekali meremas daging lembut yang berkumpul di dada kanannya. Saat aku melihat Tati tidak bereaksi, aku segera memasukkan tanganku ke dalam bra-nya…, mengangkat cup bra-nya dan meraih payudara matang janda muda itu. “Oh…, pak…, jangan…”, bisiknya dengan suara serak sambil berbalik ke arahku dan mencoba melawan dengan meraih pergelangan tangan kananku dengan tangannya. “Ssst…, tidak apa-apa kak…, tidak apa-apa…”. “Nanti kamu tahu…” “Tidak… jangan takut…” kataku sambil segera memegang puting susu Tati dengan ibu jari dan jari telunjukku dan memutarnya dari kiri ke kanan. “Ooh.., hh.., Tuan.., Ouh.., jj.., jjanganhh.., ouh..”, Tati mulai merintih sambil memejamkan mata. Tangannya mulai mengendur di pergelangan tanganku.

Saat itu aku meraih bibirnya yang terbuka karena dia sedang mengerang. “Ouhh.., mmff.., cuphh.., mpffhh..”, dengan nafas yang terengah-engah, Tati kembali menciumku. Aku mencoba menghisap lidah kecilnya saat aku merasakan dia mulai bereaksi terhadap tindakan isapanku. Nyatanya, dia kini berusaha menyedot lidahku ke dalam mulutnya seolah ingin menelannya utuh.

Tangannya tidak lagi memegang pergelangan tanganku tetapi melingkari leherku. Dia juga menggunakan tangan kanannya untuk menekan bagian belakang kepalaku, membuat ciuman kami semakin lengket dan bergairah. Saya tidak akan menyia-nyiakan momentum ini. Saat Tati melingkarkan lengannya di leherku, aku juga melingkarkan lenganku di pinggangnya. CERITA PANAS Aku melepaskan bibirku dari ciumannya dan mulai menciumi leher putih Tati dengan ganas. “aahh..Ouhh..” Tati menggeliat gembira dan tanganku mulai mengangkat baju tidur itu ke pinggangnya. Kedua tanganku dengan cepat meluncur ke arah tali bra-nya dan, “tasss…”, bra-nya terlepas dan aku segera menggerakkan tanganku ke payudaranya. Saat itulah kami merasakan betapa kencang dan montoknya kedua payudara Tati. Kenikmatan meremas dan memainkan putingnya langsung menjalar ke ujung sarafku. Penis saya yang sudah keras menjadi semakin keras. Erangan Tati mulai berubah menjadi tangisan lirih, apalagi saat aku meremas payudaranya dengan kuat. Kini Tati lebih proaktif. Slot judi online

Dengan nafas yang sudah sesak, dia mulai menciumi leher dan wajahku. Dia bahkan mulai berani menjilat dan menggigit daun telingaku saat tangan kananku mulai meluncur ke selangkangannya. Aku segera memasukkan jariku ke dalam celana dalamnya, melewati perutnya, langsung ke celana dalamnya.

CERITA NGENTOT HOT BABY – Meski kami masih duduk bersebelahan di ranjang, namun paha Tati dibentangkan seolah memberi ruang bagi jari-jariku untuk segera memainkan alat kelaminnya. Hujan semakin deras mengguyur Kota Bandung. Guntur terkadang terdengar. Namun hawa dingin tidak menyurutkan semangat kami saat itu.

Gairah seorang wanita lajang dengan gairah seks yang sangat tinggi dan seorang janda muda yang sudah lama tidak berhubungan dengan laki-laki. Tati melingkarkan lengannya di leherku saat jemariku menyentuh bulu-bulu tebal di ujung vaginanya. Dia berhenti mencium telingaku dan tetap diam sambil terus memejamkan matanya. Tubuhnya menegang saat jari tengahku mulai menyentuh vaginanya yang sudah basah dan berlendir. Saya mulai bermain dengan vagina itu dan mengelusnya ke atas dan ke bawah. “Ouuhh pak.., ouhh.., aahh.., g..g.ggelliihh…”. Cerita Ngentot Hot Baby Sitter

Tati tidak bisa berkata apa-apa selain mengerang penuh nafsu saat aku menemukan klitorisnya dan memainkannya. Seluruh tubuh Tati gemetar dan bimbang. Dia sepertinya tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri. Jeritannya mulai semakin keras. Saya juga khawatir tentang apa yang akan dia lakukan. Jangan sampai seluruh keluarga mendengar apa yang kita lakukan. Namun suara hujan deras dan guntur di luar rumah membuatku tenang. Benda kecil seukuran kacang itu terasa nikmat di ujung jari tengahku saat aku memutarnya.

Saat aku memainkan klitorisnya, aku mulai menundukkan kepalaku dan mencium payudaranya yang masih tertutup baju tidurnya. Seolah paham, Tati menarik baju tidurnya agar aku bisa melihat dengan jelas payudaranya yang putih, lembut, mulus tergantung di depanku.

Karena hasratku sedang mencapai puncaknya, aku menghisap dengan panik dan menghisap payudaranya dengan putingku yang berwarna merah muda. Putingnya yang keras di mulutku, menunjukkan bahwa hasrat janda muda itu telah mencapai puncaknya. Tati mulai berteriak tak jelas sambil menjambak rambutku. Pada satu titik saya berhenti menghisap dan bertanya: “Enak?” Sebagai tanggapan, Tati membenamkan kepalaku di payudaranya yang lembut. Kini aku mengarahkan jari tengahku yang masih memainkan klitorisnya ke arah lubang vagina Tati yang sudah menganga karena basah dan pahanya terbuka lebar. Pelan tapi pasti, aku memasukkan jari tengahku dan berkata “Auuhh…, P.Paak…, hh”. teriak Tati dan meletakkan kakinya di atas tempat tidur. Cerita pengasuh anak yang panas

CERITA BAYI PANAS – “Terrusshh…, auhh…”. Aku menggerakkan jariku masuk dan keluar dari vaginanya dan Tati menggoyangkan pinggulnya mengikuti irama jariku yang masuk dan keluar. Aku berhenti mencium payudara Tati dan mulai mencium bibir indah janda itu. Matanya tak lagi terpejam melainkan menatapku, seolah berharap kenikmatan yang dirasakannya tidak akan pernah berakhir.

Tangan kiriku yang masih bebas menuntun tangan kanan Tati untuk memasukkan celana pendekku. Saat tangannya menyentuh penisku yang sudah sangat keras dan besar, matanya sedikit melebar karena dia belum pernah melihat bentuk yang panjang dan sebesar itu. Obat ereksi

Tati meraih penisku dan mulai mengocoknya ke atas, ke bawah, ke atas dan ke bawah…, sentakan nikmat yang membuatku tanpa sadar mengerang, “Ah…, Mbaak…, enak sekali…, lanjutkan terus.. . Saat itu kami sama-sama sedang berada di puncak nafsu. Saya yakin Mbak Tati ingin secepatnya memasukkan penis saya ke dalam vaginanya. Dia tidak mengatakannya secara langsung tapi dari cara dia menarik penis saya dan membawanya. dekat dengan vaginanya adalah sebuah tanda. Namun, di saat yang paling seru, orang-orang mendengar suara lelaki tua itu berteriak: “Tatiii…, Tatiii…”. Kami berdua terengah-engah. Cerita Ngentot Hot Baby Sitter

Aku mengeluarkan jariku dari vaginanya, Tati mengeluarkan cambuknya dan dia merapikan pakaian dan rambutnya yang berantakan. Sambil mengancingkan branya, dia meninggalkan kamarku dan berjalan menuju kamar lelaki tua itu. Sialan!, kepalaku pusing. Betapa sakitnya aku jika hasrat seksualku tidak tersalurkan. Aku menunggu beberapa saat, tak disangka janda muda itu akan kembali ke kamarku. Namun sepertinya dia sibuk mengurus lelaki tua itu, hingga aku pun tertidur. Entah sudah berapa lama aku tidur, tapi tiba-tiba aku merasa sesak napas. Dadaku terasa seperti ditekan oleh benda berat. Aku terbangun dan membuka mataku. Mataku terbuka lebar karena kulihat sesosok tubuh telanjang, putih mulus tergeletak di atas tubuhku. “Nyonya Tati?”, tanyaku tergagap karena masih mengagumi indahnya tubuh mulus di atasku. Itu tampak seperti lekukan lembut di pinggulnya dan perutnya tetap kencang. Payudaranya yang penuh dan gagah menempel di piamaku yang masih terbalut. Seketika rasa kantukku hilang. Mbak Tati tersenyum kecil sambil meraih celanaku dan merasakan betapa kerasnya penisku. “Mari kita selesaikan ini, mbak?” Kataku sambil menerima ciuman dari lidahnya. Cerita Ngentot Hot Baby Sitter
Dalam posisi tertindih, aku membuka seluruh baju dan celanaku. Kegembiraan yang sempat terputus tiba-tiba kembali muncul dan tampak semakin menggila. Kami berdua yang sudah telanjang, saling bersentuhan, meremas, mencium, mengerang dengan intensitas yang tidak biasa. Mbak Tati tak segan-segan menggoyangkan pinggulnya di penisku hingga bergesekan dengan vaginanya. Kurang dari 5 menit, saya merasa hasrat kami sudah kembali ke puncaknya.

Saya tidak ingin melewatkan momen lain. Aku membalikkan Tati dan menekannya hingga aku bisa merasakan kelembutan payudaranya di dadaku. Perutku bergesekan nikmat dengan perutnya yang kencang, dan penisku yang sudah keras bergesekan dengan vaginanya. “Bu…, buka kakimu…, sekarang ibu akan merasakan surga dunia bu…”, bisikku sambil duduk di pangkuannya. Sambil terengah-engah, Tati membuka pahanya selebar mungkin. Dia tersenyum manis dengan mata berkaca-kaca penuh harapan. Slot terpercaya

“Ayo pak.., masukkan sekarang…”, aku memasukkan kepala penisku yang besar ke dalam mulut vagina Tati. Pelan-pelan kumasukkan, semakin dalam, semakin dalam dan, “aa.., Aooohh.., paakh…, aahh..”, rintihnya, matanya melebar saat aku membenamkan hampir seluruh penisnya ke dalam vaginanya. Lalu, “Blesss…”, dengan sentakan yang kuat, aku membenamkan penisku hingga sempurna sambil menangis erotis, “Ahh.., besar sekali.., ennnakk ppaak..” . Aku mulai memompa penisku masuk dan keluar, masuk dan keluar. Cerita Ngentot Hot Baby Sitter

Gerakanku menjadi semakin cepat. Semakin cepat aku bergerak, teriakan Tati semakin menggema di kamarku. Pinggul janda muda itu bergerak cepat seiring dengan pemompaan saya. Terkadang pinggulnya naik dan turun sesuai dengan kecepatan naik dan turun pinggul saya.

cerita Ngentot Hot Baby Sitter – Payudaranya saat berbaring terlihat montok, bergoyang maju mundur. Menarik! Tiba-tiba aku merasakan lengannya menegang. Aku merasakan kukunya menusuk punggungku. Otot-ototnya mulai tegang. Nafas wanita itu pun menjadi lebih cepat. Tiba-tiba tubuhnya menegang, mulutnya terbuka, matanya terpejam dan alisnya berkerut “aahh…”.

Tati menjerit panjang sambil menjambak rambutku, dan penisku yang masih bergerak terasa seperti disiram cairan panas. Dari wajahnya yang tersenyum, sepertinya janda muda itu sedang mengalami orgasme yang mungkin sudah lama tidak ia alami. Aku tidak melepaskan pinggulku karena aku sedang berada di puncak kenikmatan. “Nona…goyang lagi nona…, aku mau keluar juga…”. CERITA NGENTOT HOT BABY – Tati kembali menggerakkan pinggulnya dengan cepat dan beberapa detik kemudian, seluruh tubuhku menegang. “Lepas,” bisik Tati, “Aku masih pakai IUD.” Begitu Tati selesai berbisik, aku mengerang.“Mbak.., aku keluar.., aku keluarr…., aahh..”, dan…, “Crat.., crat.., craat”,  aku membenamkan penisku jauh ke dalam vagina wanita itu. Seolah paham, Tati mengangkat pinggulnya tinggi-tinggi hingga puncak kenikmatannya mencapai tulangnya. Kami berdua lemas, mata terpejam.

Pikiran kita mengembara ke suatu tempat. Tubuhku masih menempel di tubuh tembem Tati. Kami berdua selalu berciuman dan aku membayangkan hari-hari menyenangkan berikutnya yang akan aku habiskan di Bandung. Sejak kejadian malam itu, kantorku sangat sibuk sehingga aku sering pulang larut malam. Kelelahanku selalu membuatku langsung mengantuk.

Kegiatan ini bahkan membuat saya jarang bisa berkomunikasi dengan Tati. Meski begitu, saya sering memanfaatkan jam makan siang untuk mampir ke rumah dengan niat berhubungan seks saat makan siang.

Sayangnya saat itu ternyata ayah Anto masih terjaga sehingga niat saya tidak pernah terkabul. Namun suatu hari, saya beruntung lelaki tua itu tidak tidur. Saya mendapatkan apa yang saya inginkan.

Tanteseks.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *