LEON288

Cerita HOT Ngentot Memek Anak Majikan Sensasi yang Berbeda

MajalahDewasa – Cerita HOT Ngentot Memek – Saya bekerja sebagai pembantu rumah tangga di keluarga Pak Umar selama 5 bulan. Saya bukan orang yang berilmu banyak, saya baru saja menyelesaikan sekolah dasar di desa. Namun karena niat saya untuk bekerja tidak lagi terkabul, akhirnya saya berangkat ke Jakarta dan beruntung mendapatkan majikan yang baik yang bisa menafkahi hidup saya.
Ibu Umar pernah bercerita padaku bahwa dia menerimaku sebagai pembantu di rumah karena aku masih sangat kecil. Dia tidak tega melihatku berkeliaran di kota besar ini. “Jangan-jangan kamu nanti malah dijadikan wanita panggilan oleh para calo WTS yang tidak bertanggungjawab.” Itulah yang diucapkan beliau kepadaku.
Cerita HOT Ngentot Memek – Umurku masih 18 tahun dan terkadang aku sadar kalau sebenarnya aku cukup cantik, berbeda dengan gadis-gadis di desa. Pantas saja ibu Umar memberitahuku hal ini.
Tapi akhir-akhir ini ada yang menggangu pikiranku, dan begitulah perlakuan anak bosku, Mas Anto. Mas Anto adalah anak bungsu di keluarga Pak Umar. Ia masih kuliah semester 4, sedangkan kedua kakaknya sudah menikah. Mas Anto begitu baik dan sopan kepadaku sehingga aku merasa sedikit malu berada di dekatnya. Sesuatu sepertinya bergetar di dalam hatiku. Jika saya pergi ke pasar, Mas Anto tidak segan-segan mengajak saya ke sana. Bahkan saat mengemudi, saya tidak diperbolehkan duduk di kursi belakang melainkan harus duduk di sebelahnya. Ah.. Saya masih merasa tidak enak. Suatu malam, sekitar jam 8 malam, Mas Anto ingin ke dapur untuk membuat mie instan, saya buru-buru mengambil alih karena yang dia lakukan pada dasarnya adalah tugas dan kewajiban saya untuk bisa mengabdi pada tuan saya. Namun yang terjadi adalah Mas Anto berkata kepada saya, “Tidak perlu, Sarni. Serahkan padaku, tidak apa-apa..”
Cerita HOT Ngentot Memek- “Tidak… tidak apa-apa, Mas,” jawabku sambil tersipu-sipu saat menyalakan kompor gas. Togel online
Cerita HOT Ngentot Memek – Tiba-tiba Mas Anto menyentuh pundakku. Katanya lirih, “Aku capek seharian bekerja, Sarni. Tidurlah, besok harus bangun ya?”
Aku hanya tertunduk tak berdaya. Mas Anto lalu melanjutkan memasak. Tapi aku masih terpaku di pojok dapur. Sampai Mas Anto kembali memarahiku.
“Sarni, kenapa kamu belum kembali ke kamarmu?” Kedepannya kalau capek terus sakit-sakitan, kita juga yang akan kesusahan. Tidak apa-apa, asalkan aku membuat mie seperti ini aku bisa memasaknya sendiri. »
Saya masih tidak ingat kapan kami berdua menonton TV di ruang tamu, saat Pak dan Bu Umar tidak ada di rumah. Entah kenapa Mas Anto tiba-tiba menatapku dengan lembut. Penampilannya membuatku malu.

“Kamu cantik sekali, Sarni.”
Saya hanya tersipu dan berkata:
“Teman-teman Mas Anto di kampus lebih cantik, apalagi kaya dan pintar.”
“Tapi kamu berbeda, Sarni. Pernahkah Anda membayangkan suatu saat anak bos akan jatuh cinta pada pembantunya? »
“Ah… Mas Anto, hanya saja terjadi sesuatu. Dimana bisa ada cerita seperti itu? “Aku sudah menjawab.
“Bagaimana jika memang ada?”
“Benar.. Saya tidak tahu, Pak. Slot terpercaya

Kata-kata ini masih membuatku khawatir hingga saat ini. Benarkah Mas Anto bilang dia mencintaiku? Bukankah dia anak bos saya, yang tentu saja adalah orang kaya dan terhormat, dan saya hanya seorang kepala pelayan yang rendah hati? Ah, pertanyaan itu masih ada di pikiranku.

Cerita HOT Ngentot Memek – Saya telah memasuki bulan ketujuh saya bekerja. Siang ini hujan turun, tapi tidak terlalu deras. Mobil Mas Anto masuk ke garasi. Saya melihat pemuda ini berlari menuju teras. Aku bergegas membawa handuk untuk mengeringkannya.
“Bapak belum pulang?” tanyanya padaku.
“Belum, Mas.”
“IBu… sudah pergi…? »
“Di rumah Bude Mami, dia bilang begitu.”
Aku melihat Mas Anto yang sedang duduk di sofa ruang tamu sambil terus menerus mengusap kepala sambil melepas bajunya yang sedikit basah. Aku yang sudah menyiapkan secangkir kopi panas dengan susu, menghampirinya. Saat aku hendak meninggalkan ruang tamu, kudengar Mas Anto memanggil namaku. Aku kembali padanya. Kata Mas Anto sambil berdiri dari tempat duduknya.
“Santi, aku ingin mengatakan bahwa aku menyukaimu.”
“Apa maksud Anda, Mas?”
“Haruskah aku menjelaskannya?” Mas Anto memberitahuku.
Tanpa kusadari, kini aku mendapati diriku berhadapan dengan Mas Anto dalam jarak yang sangat dekat, bahkan bisa dikatakan terlalu dekat. Mas Anto meraih kedua tanganku untuk memegangnya, menariknya perlahan, posisi tubuhku agak tinggi dan menempel pada tubuhnya. Tentu saja dan otomatis aku bisa menikmati wajah cantikku yang sedikit basah karena hujan. Begitu pula Mas Anto yang semakin bisa memanfaatkan wajah bulat saya yang dihiasi mata bulat dan hidung kecil.
Kami berdua tidak bisa berkata apa-apa lagi, hanya saling memandang dalam-dalam tanpa mengetahui apa yang sedang dirasakan satu sama lain. Tiba-tiba entah bagaimana aku merasakan desakan itu dan bagaimana bibir Mas Anto mencium setiap lekuk wajahku, dan begitu menyentuh bibirku, aku membalas ciumannya. Aku merasakan tangan MasAnto bergerak naik ke dadaku, melewati bagian dadaku yang kasar, tangannya meremas lembut, membuatku tanpa sadar menghela nafas bahkan menangis pelan. Saat ini emosiku sangat campur aduk, aku merasakan kenikmatan yang luar biasa namun di bagian lain aku merasakan kenikmatan yang berlebihan namun di bagian lain aku merasa takut harus berjuang entah bagaimana caranya.
Cerita HOT Ngentot Memek – Namun campuran rasa ini dengan cepat terhapus oleh rasa kenikmatan yang mulai dapat dinikmati, aku terus melayani dan membalas setiap ciuman dari bibir ke arahnya. lengkungan dadaku. Perasaan ini tak bisa kubendung lagi, aku sedikit menggeliat menahan desakan itu dan tusukannya pun semakin panas.
Dia mulai membuka kancing baju yang kukenakan satu per satu hingga aku bertelanjang dada hingga payudaraku yang matang terekspos dan dipamerkan ke Mas Anto. Mas Anto semakin membelai putingku, dia menciumnya, bahkan menggigitnya. Naik turun dan getaran yang belum pernah aku rasakan sebelumnya, kini aku melayang, aku terbang, aku ingin menikmati apa yang terjadi selanjutnya, aku merasakan kegembiraan yang tak terhingga di saat ini.
Aku berusaha menahan badai yang meletus bagaikan gunung yang memuntahkan isinya. Namun, suara hujan yang semakin deras dan keadaan di dalam rumah yang hanya ada kami berdua, serta bisikan-bisikan menggoda yang entah dari mana asalnya, semua itu membuat kami berdua bahkan lebih marah.terikat. dalam permainan cinta ini. Ciuman dan sentuhan Mas Anto di sekujur tubuhku membuatku tenggelam dalam erangan kenikmatan yang kurasakan. Tangan Mas Anto mulai melepas pakaian yang dikenakannya, kini ia sudah telanjang bulat. Aku sudah tidak tahan lagi, dia langsung menarik kuat-kuat celana dalam yang kupakai. Tangannya terus mengembara ke seluruh tubuhku. Kemudian pada titik tertentu, tangannya mengarahkan tanganku ke posisi yang diinginkan, di bawah tubuhnya. Mas Anto dan kami mendengarnya mengerang. Agen judi bola

Payudaraku yang kecil dan kencang tak pernah lepas dari tangan Mas Anto yang meremasnya. Sedangkan tubuhku tergeletak telentang di bawah Mas Anto, meliuk-liuk seperti cacing terbakar. Hingga erangan di antara kami pun mulai terdengar sebagai tanda bahwa permainan ini telah usai. Butir-butir keringat terlihat di sana-sini, sementara pakaian kami tampak berserakan dimana-mana. Ruang tamu menjadi berantakan, apalagi sofa tempat kami bermain cinta dengan riuh.
Saat senja mulai turun, pertarungan antara keinginanku dan keinginan Mas Anto telah usai. Kami duduk di sofa, memainkan permainan cinta, masing-masing dari kami merasa menyesal. “Aku tidak akan bermain denganmu, Sarni. Aku melakukan ini karena aku mencintaimu. Menurutku begitu, Sarni. Kamu ingin mencintaiku, kan…? Aku tetap diam, tak mampu menjawab sepatah kata pun.
Mas Anto menyeka air bening di sudut mataku, lalu mencium pipiku. Seolah-olah dia mengatakan bahwa hasrat hatinya padaku adalah ketulusan cintanya dan dia akan mampu membuatku percaya pada ketulusannya. Padahal aku selalu bertanya dengan penuh penyesalan: “Bolehkah Mas Anto menikah denganku yang hanya seorang pembantu?”
Sekitar pukul 19.30, rumah ini tidak berbeda dengan kemarin. Pak dan Bu Umar seperti biasa sedang menonton acara TV dan Mas Anto sedang bersantai di kamarnya. Yah, sepertinya tidak terjadi apa-apa di ruang tamu.
Sejak saya memainkan permainan cinta penuh gairah ini bersama Mas Anto, berjalannya waktu memaksa kami untuk terus mengulangi kegembiraan dan indahnya permainan cinta ini. Dan yang pasti saya adalah orang yang harus bisa mengikuti hawa nafsu yang ada dalam diri saya. Entah siang atau malam, di sofa atau di dapur, selama rumah sepi, orang selalu larut dalam permainan cinta dengan gejolak nafsu. Selalu saja, setiap kali saya membayangkan suatu gaya dalam permainan cinta, keinginan saya tiba-tiba berkobar dan saya langsung ingin mencoba mengikuti gaya yang terlintas di benak saya. Kadang aku melakukannya sendirian di kamar sambil membayangkan wajah Mas Anto.
Bahkan saat ibu Umar ada di rumah, gairahku tiba-tiba berkobar, aku masuk ke kamar mandi dan memberi isyarat kepada Mas Anto untuk mengikutinya. Beruntung, kamar mandi pembantu keluarga ini berada di belakang, jauh dari jangkauan pemilik rumah. Aku melakukannya di sana dengan cara yang semrawut, di bawah pancuran air, dengan gelembung-gelembung sabun yang menyebar kesana-kemari, yang seolah membuatku semakin menikmati kenikmatan yang tiada habisnya.
Cerita HOT Ngentot memek – Walaupun setiap kali aku melakukan ini dengan Mas Anto, aku masih dihantui oleh pertanyaan yang sama berulang-ulang dan mudah membuatku risih:
“Kalau nanti aku hamil terus gimana? Dan jika Mas Anto malu mengakuinya, apakah keluarga Pak Umar akan merestui kami berdua untuk menikah, sekaligus bersedia menerima saya sebagai menantunya? Atau aku akan diusir dari rumah ini?
Atau kali ini aku pasti akan diminta melakukan aborsi? Ah… pertanyaan ini benar-benar membuatku gila dan ingin berteriak sekeras-kerasnya. Apalagi Mas Anto baru saja berkata:
“Aku cinta kamu, Sarni”. Sekalipun kata-kata itu sudah terucap bermilyar-milyar kali dari mulut Mas Anto, tak akan berarti apa-apa jika Mas Anto tetap diam dan tidak terus terang menceritakan kepada keluarganya apa yang terjadi pada kami berdua. Link daftar Wedebet

Akhirnya yang aku takutkan pun terjadi, aku mulai merasa mual dan sering muntah, nah… aku hamil! Mas Anto mulai khawatir dan panik karena kejadian tersebut.
“Mengapa kamu hamil?” Aku tetap diam dan tidak menjawab.
“Bukankah aku sudah memberimu obat agar kamu tidak hamil?” Kalau begitu, maka kita juga yang direpotkan..”
“Kenapa kita harus repot? Bukankah Mas Anto berjanji akan menikah dengan Sarni?
“Ya… ya… tapi tidak secepat itu, Santi. Aku masih mencintaimu dan aku pasti akan menikahimu, dan aku pasti akan menikahimu. Tapi tidak sekarang. Aku butuh waktu yang tepat untuk memberitahu orangtuaku bahwa aku menyayangi mu sarni.

Nah…setiap saya mengeluh perut saya semakin hari semakin menua, minggu demi minggu, Mas Anto selalu kebingungan dan tak kunjung menemukan jalan keluarnya. Saya semakin terjebak dengan kondisi rahim saya yang tentu saja semakin membesar.
Cerita HOT Ngentot Memek – Saat saya hamil tiga bulan, saya bertekad untuk meninggalkan rumah Umar. Aku meninggalkan semua kenangan bahagia dan sedih yang kumiliki di rumah ini. Saya tidak akan menyalahkan Mas Anto. Ini semua salahku karena tidak mampu menjaga tembok imanku tetap kuat.
Pagi tadi, subuh, aku meninggalkan rumah ini tanpa pamit, setelah menyiapkan sarapan dan surat di meja makan yang menyatakan bahwa aku pergi karena kasihan pada keluarga bapak.Umar.
Hampir setahun setelah meninggalkan keluarga Pak Umar, aku kini menikmati hidupku sendiri, kehidupan yang seharusnya tidak aku jalani, namun aku bahagia. Hingga pagi hari, saya membaca surat dari pembaca di sebuah tabloid terkenal. Dalam surat tersebut tertulis seorang pemuda bernama Anto sedang mencari dan berharap istrinya, Sarni segera pulang. Pemuda itu sepertinya sangat berharap bisa bertemu lagi dengan calon istrinya karena dia sangat mencintainya.
Cerita HOT Ngentot Memek – Saya tahu dan mengerti persis siapa calon istrinya. Tapi aku sudah tidak mau lagi dan aku tidak layak lagi berada di rumah ini, rumah dimana pemuda bernama Anto itu tinggal. Saya akan tenggelam dalam genangan air ini. Andai saja Mas Anto suka melokalisasi, tentu ia tidak perlu menulis surat pembaca ini. Mas Anto pasti akan menemukan calon istri yang sangat ia cintai. Biarlah Mas Anto mengerti bahwa sampai saat ini pun aku masih merindukan hangatnya cintamu. Cinta pertama dan terakhirku.

Tanteseks.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *