LEON288

Cerita Bokep Kenangan Indah Di Kamar Tante Nanik

 Majalah Dewasa – Cerita Bokep Kenangan Indah – Kriing..” jam di meja memaksa aku untuk memicingkan mata.
“Wah gawat, telat nih” dengan tergesa-gesa aku bangun lalu lari ke kamar mandi.

Pagi itu aku ada janji untuk menjaga rumah tanteku. Oh ya, tanteku ini orangnya cantik dengan wajah seperti artis sinetron, namanya Ninik. Tinggi badan 168, payudara 34, dan tubuh yang langsing. Sejak kembali dari Malang, aku sering main ke rumahnya. Hal ini aku lakukan atas permintaan tante Ninik, karena suaminya sering ditugaskan ke luar pulau.

Cerita Bokep Kenangan Indah – Oh ya, tante Ninik mempunyai dua anak perempuan Dini dan Fifi. Dini sudah kelas 2 SMA dengan tubuh yang langsing, payudara 36B, dan tinggi 165. Sedangkan Fifi mempunyai tubuh agak bongsor untuk gadis SMP kelas 3, tinggi 168 dan payudara 36. Setiap aku berada di rumah tante Fifi aku merasa seperti berada di sebuah harem. Tiga wanita cantik dan seksi yang suka memakai baju-baju transparan kalau di rumah. Kali ini aku akan ceritakan pengalamanku dengan tante Ninik di kamarnya ketika suaminya sedang tugas dinas luar pulau untuk 5 hari.
Hari Senin pagi, aku memacu motorku ke rumah tante Ninik. Setelah perjalanan 15 menit, aku sampai di rumahnya. Langsung aku parkir motor di teras rumah. Sepertinya Dini dan Fifi masih belum berangkat sekolah, begitu juga tante Ninik belum berangkat kerja.

“Met pagi semua” aku ucapkan sapaan seperti biasanya.
“Pagi, Mas Firman. Lho kok masih kusut wajahnya, pasti baru bangun ya?” Fifi membalas sapaanku.
“Iya nih kesiangan” aku jawab sekenanya sambil masuk ke ruang keluarga.
“Fir, kamu antar Dini dan Fifi ke sekolah ya. Tante belum mandi nih. Kunci mobil ada di tempat biasanya tuh.” Dari dapur tante menyuruh aku.
“OK Tante” jawabku singkat.
“Ayo duo cewek paling manja sedunia.” celetukku sambil masuk ke mobil. Iya lho, Dini dan Fifi memang cewek yang manja, kalau pergi selalu minta diantar. Bandar judi bola terbaik
“Daag Mas Firman, nanti pulangnya dijemput ya.” Lalu Dini menghilang dibalik pagar sekolahan.
Selesai sudah tugasku mengantar untuk hari ini. Kupacu mobil ke rumah tante Ninik.

Cerita Bokep Kenangan Indah – Setelah parkir mobil aku langsung menuju meja makan, lalu mengambil porsi tukang dan melahapnya. Tante Ninik masih mandi, terdengar suara guyuran air agak keras. Lalu hening agak lama, setelah lebih kurang lima menit tidak terdengar gemericik air aku mulai curiga dan aku hentikan makanku. Setelah menaruh piring di dapur. Aku menuju ke pintu kamar mandi, sasaranku adalah lubang kunci yang memang sudah tidak ada kuncinya. Aku matikan lampu ruang tempatku berdiri, lalu aku mulai mendekatkan mataku ke lubang kunci. Di depanku terpampang pemandangan alam yang indah sekali, tubuh mulus dan putih tante Ninik tanpa ada sehelai benang yang menutupi terlihat agak mengkilat akibat efek cahaya yang mengenai air di kulitnya. Ternyata tante Ninik sedang masturbasi, tangan kanannya dengan lembut digosok-gosokkan ke vaginanya. Sedangkan tangan kiri mengelus-elus payudaranya bergantian kiri dan kanan.

Terdengar suara desahan lirih, “Hmm, ohh, arhh”.

Kulihat tanteku melentingkan tubuhnya ke belakang, sambil tangan kanannya semakin kencang ditancapkan ke vagina. Rupanya tante Ninik ini sudah mencapai orgasmenya. Lalu dia berbalik dan mengguyurkan air ke tubuhnya. Aku langsung pergi ke ruang keluarga dan menyalakan televisi. Aku tepis pikiran-pikiran porno di otakku, tapi tidak bisa. Tubuh molek tante Ninik, membuatku tergila-gila. Aku jadi membayangkan tante Ninik berhubungan badan denganku.

Cerita Bokep Kenangan Indah – “Lho Fir, kamu lagi apa tuh kok tanganmu dimasukkan celana gitu. Hayo kamu lagi ngebayangin siapa? Nanti aku bilang ke ibu kamu lho.” Tiba-tiba suara tante Ninik mengagetkan aku.
“Kamu ini pagi-pagi sudah begitu. Mbok ya nanti malam saja, kan enak ada lawannya.” Celetuk tante Ninik sambil masuk kamar.
Aku agak kaget juga dia ngomong seperti itu.. Tapi aku menganggap itu cuma sekedar guyonan.. Setelah tante Ninik berangkat kerja, aku sendirian di rumahnya yang sepi ini.. Karena masih ngantuk aku ganti celanaku dengan sarung lalu masuk kamar tante dan langsung tidur..
“Hmm.. Geli??” Aku terbangun dan terkejut karena Tante Ninik sudah berbaring di sampingku sambil memeluk Mr.. P dari luar cangkang..
“Oh, maafkan aku bibi.. Bibi membangunkanku..” Kata Tante sambil perlahan melepaskan tangannya sehingga menyebabkan Pak Membaca Cerita Porno – Ini adalah alasan tanteku saat aku bertanya kenapa dia tidak berangkat kerja..
“Saat aku masuk kamar, aku melihatmu tidur di ranjangku, sarungmu terbuka, memperlihatkan celana dalammu.. Senang sekali aku ingin memelukmu.. Um, itu cukup besar, saudaraku P” Bibi terus mengoceh untuk menjelaskan perilakunya..
“Tidak apa-apa, Bibi, tidak apa-apa.. “Lagipula Firman tahu tanteku melakukan masturbasi di kamar mandi tadi pagi,” kataku santai..
“Kalau begitu kamu…” Bibi terkejut dengan ekspresi setengah marah di wajahnya..
“Betul, Firman sedang memperhatikan bibiku mandi.. Maafkan aku.. Kamu tidak marah kan?? Aku juga agak takut kalau kamu marah..
Dia tetap diam dan suasana menjadi diam sekitar 10 menit.. Sepertinya hati bibiku sedang kacau.. Kemudian bibiku berdiri dan membuka lemari, tiba-tiba dia melepas mantelnya dan membiarkan rambutnya tergerai.. Selanjutnya melepas pakaian tipis berwarna putih itu, sehingga kini aku melihat tubuh telanjang bibiku menghadap ke arahku.. Saya masih terbaring di tempat tidur sambil memegang Mr.. P di tas kerja saya.. Bra hitamnya juga dilepas, lalu bibi menoleh ke arahku.. Aku benar-benar Gene..
“Aku tahu kamu sudah lama ingin menyentuh ini…” kata Bibi sambil memeluk bukit kembarnya..
“Um…, tidak, Bibi.. Mohon maafkan Firman Tuhan ya.. » Saya menjadi semakin malu..
“Mengapa kamu begitu munafik, sejak kapan??” Bibiku bertanya dengan heran..
“Artinya, Jangan salahkan dia kalau Firman mau mengambil ini…!!” Saat aku menarik bahunya ke arah tempat tidur, dia terjatuh di atasku..
Segera kucium payudara kiri dan kanannya secara bergantian..
“Hei, kamu nakal juga.. Bikin aku jadi lucu, Fir..” Bibi Ninik mengerang pelan..
“Hmm…shh” erang bibiku semakin keras saat tanganku mulai menyentuh kakinya, dari lutut hingga selangkangannya.. Agen judi poker terbaik
Roknya jadi pembatas, aku segera membukanya dan kini hanya CD yang menutupi gundukan basah itu.. Kini posisi kami terbalik, aku berada di atas tubuh Bibi Ninik.. Tangan kiriku semakin berani menyentuh gundukan itu, semakin aku merasa basah.. Kami selalu berciuman, diiringi sentuhan setiap jengkal tubuh kami.. Hingga tangan tanteku merogoh celananya dan berhenti di tonjolan keras itu..

“Um, bagus.. Kelihatannya lebih besar dari milikmu.. Dia sangat mengagumi Mr. P yang belum pernah dia lihat sebelumnya..
“Ya, bukalah..” Aku bertanya..
Lalu bibiku melepas celanaku, dan ketika hanya CDnya masih tersisa, tanteku membuka mata lebar-lebar dan tersenyum
“Wah, sepertinya tanteku punya Mr. P itu lebih besar” Tante Ninik jadi gila, padahal Pak Pku belum mencapai ukuran maksimalnya karena dia diblokir oleh CD..
Kami terus meremas dan menjilat hingga akhirnya, tanpa kusadari, terdengar desahan dari selangkanganku.. Dan aktivitas bibiku pun terhenti.. Dia rupanya sudah mengeluarkan CD-ku dan kini terpana melihat Pak P memegangnya dengan nyaman dan menunjukkan ukuran sebenarnya..
“Bibi…kenapa kamu berhenti??” Saya berani bertanya kepada bibi saya dan sepertinya hal itu mengejutkannya..
“Hei.. ini dan itu.. kamu seperti itu, bagaimana bisa berakhir seperti ini??” Dia juga sedikit tergagap saat menjawab pertanyaanku..
“Tidak terlalu panjang, tapi besar lho…membuatnya merinding” sambil tersenyum, dia berkeliaran lagi..
Tanteku selalu kaget dengan My P yang panjangnya 14 cm dan diameter 4 cm..
“Apakah kamu benar-benar mempunyai paman seperti ini??” Ya, tante bisa melakukan apa saja pada Pak P saya..” Saya ingin tante saya memulainya secepat mungkin..
“Hmm, ya..” Kemudian tante saya mulai menjilati Pak P..
Ada perasaan enak dan menyenangkan seperti lidah tanteku mulai bergerak naik turun dari ujung hingga pangkal penisnya P
“Ahh.. “Baiklah bibi, lanjutkan hh..” Saya mulai mengoceh..
Lalu aku menarik kepala Bibi Ninik hingga sejajar denganku, dan kami kembali berciuman mesra.. Lebih kejam dari ciuman pertama sebelumnya.. Tanganku kembali bergerak, kali ini berusaha mengeluarkan CD Bibi Ninik.. Akhirnya, dengan menggigit putingnya dengan lembut, saya melepaskan penutup solnya.. Tiba-tiba bibiku berubah posisi dan duduk di dadaku.. Sehingga v4ginanya terlihat jelas, ditutupi oleh rambutnya yang dipotong rapi berbentuk segitiga..
“Ayolah Fir, kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau tentang ini..” Sementara tangan tanteku sedang mengusap vaginanya..
“Baiklah tante” Aku langsung mengiyakan dan mulai mencium vaginanya yang bersih..
“Ssst.. oh” tanteku mulai mengerang pelan sambil aku menyentuh klitorisnya dengan ujung lidahku..
“Hh.. mm.. enaknya Sapin, lanjut Sapin.. ya.. shh” tante mulai berbicara tidak teratur..
Semakin dalam lidahku menelusuri liang vagina tante.. Semakain kacau pula omongan tante Ninik.. “Ahh…Fir…shh…Firr aku mau keluar..” tante mengerang dengan keras..
“Ahh..” erangan tante keras sekali, sambil tubuhnya dilentingkan ke kebelakang..
Sepertinya bibiku sudah mencapai puncak.. Aku terus menghisap kuat-kuat vagina bibiku dan masih sulit bagi bibiku untuk merasakan sensasi nikmat itu..
“Hmm…kamu pintar, Fir.. Tidaklah rugi jika seorang bibi memiliki keponakan sepertimu.. Kamu bisa menyenangkan bibimu jika pamanmu sedang pergi.. Apakah kamu menginginkannya??” Bibi memelukku..
“Eh, gimana tante…” gumamku sambil melirik adikku sendiri P..
“Oh ya, saya lupa.. Maafkan aku”, Bibi baru sadar kalau Pak Mr. P ku masih kaku dan belum puas..
Dia memeluk Mr. P ku , bibirnya mencium dada dan perutku.. Kemudian dia mulai mengguncang lembut Mr. P.. Sekitar 15 menit kemudian, bibi saya berhenti mengguncangnya..
“Fir, kenapa kamu belum keluar juga?? Oh, selain besar, juga kuat..” Saya kaget karena tidak ada tanda-tanda mau keluar sesuatu dari Mr.Pku.

Tante bergeser dan terlentang dengan kaki dijuntaikan ke lantai. Aku tanggap dengan bahasa tubuh tante Ninik, lalu turun dari tempat tidur. Aku jilati kedua sisi dalam pahanya yang putih mulus. Bergantian kiri-kanan, sampai akhirnya dipangkal paha. Dengan tiba-tiba aku benamkan kepalaku di vaginanya dan mulai menyedot. Tante menggelinjang tidak teratur, kepalanya bergerak ke kiri dan kanan menahan rasa nikmat yang aku berikan. Setelah vagina tante basah, tante melebarkan kedua pahanya. Aku berdiri sambil memegang kedua pahanya. Aku gesek-gesekkan ujung Mr. P ke vaginanya dari atas ke bawah dengan pelan. PErlakuanku ini membuat tante semakin bergerak dan meracau tidak karuan.

“Tante siap ya, aku mau masukin Mr. P” aku memberi peringatan ke tante.
“Cepetan Fir, ayo.. tante sudah gak tahan nih.” tante langsung memohon agar aku secepatnya memasukkan Mr. P. Bandar slot deposit dana

Dengan pelan aku dorong Mr. P ke arah dalam vagina tante Ninik, ujung kepalaku mulai dijepit bibir vaginanya. Lalu perlahan aku dorong lagi hingga separuh Mr. P sekarang sudah tertancap di vaginanya. Aku hentikan aktifitasku ini untuk menikmati moment yang sangat enak. Pembaca cobalah lakukan ini dan rasakan sensasinya. Pasti Anda dan pasangan akan merasakan sebuah kenikmatan yang baru.

“Fir, kok rasanya nikmat banget.. kamu pintar ahh.. shh” tante berbicara sambil merasa keenakan.
“Ahh.. shh mm, tante ini cara Firman agar tante juga merasa enak” Aku membalas omongan tante.

Lalu dengan hentakan lembut aku mendorong semua sisa Mr. P ke dalam vagina tante.

“Ahh..” kami berdua melenguh.

Kubiarkan sebentar tanpa ada gerakan, tetapi tante rupanya sudah tidak tahan. Perlahan dan semakin kencang dia menggoyangkan pinggul dan pantatnya dengan gerakan memutar. Aku juga mengimbanginya dengan sodokan ke depan. Vagina tante Ninik ini masih kencang, pada saat aku menarik Mr. P bibir vaginanya ikut tertarik.

“Plok.. plok.. plokk” suara benturan pahaku dengan paha tante Ninik semakin menambah rangsangan.
Sepuluh menit lebih kami melakukan gaya tersebut, lalu tiba-tiba tante mengerang keras “Ahh.. Fir tante nyampai lagi”

Cerita Bokep Kenangan Indah – Pinggulnya dirapatkan ke pahaku, kali ini tubuhnya bergerak ke depan dan merangkul tubuhku. Aku kecup kedua payudaranya. dengan Mr. P masih menancap dan dijepit Vagina yang berkedut dengan keras. Dengan posisi memangku tante Ninik, kami melanjutkan aksi. Lima belas menit kemudian aku mulai merasakan ada desakan panas di Mr. P.

“Tante, aku mau keluar nih, di mana?” aku bertanya ke tante.
“Di dalam aja Fir, tante juga mau lagi nih” sahut tante sambil tubuhnya digerakkan naik turun.

Titan Gel Murah Meriah

Cerita Bokep Kenangan Indah – Urutan vaginanya yang rapat dan ciuman-ciumannya akhirnya pertahananku mulai bobol.

“Arghh.. tante aku nyampai”.
“Aku juga Fir.. ahh” tante juga meracau.

Aku terus semprotkan cairan hangat ke vagina tante. setelah delapan semprotan tante dan aku bergulingan di kasur. Sambil berpelukan kami berciuman dengan mesra.

“Fir, kamu hebat.” puji tante Ninik.
“Tante juga, vagina tante rapet sekali” aku balas memujinya.
“Fir, kamu mau kan nemani tante selama om pergi” pinta tante.
“Mau tante, tapi apa tante gak takut hamil lagi kalau aku selalu keluarkan di dalam?” aku balik bertanya.
“Gak apa-apa Fir, tante masih ikut KB. Jangan kuatir ya sayang” Tante membalas sambil tangannya mengelus dadaku.

Cerita Bokep Kenangan Indah –  Akhirnya kami berpagutan sekali lagi dan berpelukan erat sekali. Rasanya seperti tidak mau melepas perasaan nikmat yang barusan kami raih. Lalu kami mandi bersama, dan sempat melakukannya sekali lagi di kamar mandi.

TAMAT Tanteseks.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *